Skip to content
Rejabar

Pemkot Siapkan TPST Tegalega untuk Produksi Briket RDF Bernilai Tambah

Matthew Miller - kabarteras.com 3 mins read

Pemerintah Kota Bandung melalui program strategisnya telah Pemkot Siapkan TPST Tegalega untuk meningkatkan kapasitas produksi briket RDF (Refuse Derived Fuel)

Pemkot Siapkan TPST Tegalega untuk Produksi Briket RDF Bernilai Tambah

Pemkot Siapkan TPST Tegalega untuk Produksi Briket RDF Bernilai Tambah

Kabarteras.com – Pemerintah Kota Bandung melalui program strategisnya telah Pemkot Siapkan TPST Tegalega untuk meningkatkan kapasitas produksi briket RDF (Refuse Derived Fuel) yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu di kawasan Tegalega ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah konvensional, tetapi juga menjadi pusat produksi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Pengembangan ini merupakan bagian dari komitmen kota untuk mengelola sampah secara berkelanjutan sambil menciptakan peluang ekonomi baru.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, mengonfirmasi bahwa persiapan fasilitas telah memasuki tahap akhir setelah peninjauan langsung pada Rabu, 5 Agustus 2026. Menurutnya, meskipun infrastruktur utama sudah terpasang, masih terdapat beberapa komponen peralatan yang memerlukan penyempurnaan sebelum serah terima resmi kepada pemerintah daerah. Proses ini memastikan bahwa seluruh sistem berfungsi optimal sesuai standar yang ditetapkan.

Proses Commissioning dan Evaluasi Peralatan

Peralatan yang terpasang di TPST Tegalega merupakan hasil pengadaan dari Kementerian Pekerjaan Umum. Iskandar menjelaskan bahwa penerimaan alat-alat tersebut akan dilakukan setelah memastikan seluruh fungsinya berjalan dengan baik. Saat ini, proses commissioning sedang berlangsung intensif untuk menguji setiap sistem yang ada. Evaluasi menyeluruh menunjukkan adanya beberapa mesin yang perlu diperbaiki atau bahkan diganti karena ketidaksesuaian spesifikasi dengan karakteristik sampah yang diolah.

“Peralatan ini pengadaan dari Kementerian PU dan nantinya dihibahkan ke pemerintah daerah. Namun, kami akan menerima alat ini apabila seluruh fungsinya sudah benar-benar optimal. Karena itu, saat ini masih dilakukan proses ‘commissioning’ untuk memastikan semua sistem bekerja dengan baik,” ujar Zulkarnain.

Produksi Briket RDF sebagai Produk Bernilai Ekonomi

Meskipun masih dalam tahap penyempurnaan, perkembangan positif telah terlihat dari proses commissioning. Salah satu pencapaian penting adalah kemampuan fasilitas untuk menghasilkan briket RDF sebagai produk akhir, bukan hanya RDF curah berupa hasil pencacahan biasa. Produk briket ini memiliki potensi pasar yang lebih luas karena dapat diterima oleh berbagai off-taker dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk jenis kompor tertentu yang digunakan oleh pelaku UMKM.

“Kalau produk akhirnya sudah berbentuk briket, nilai ekonominya tentu lebih menjanjikan. Briket ini bisa diterima oleh beberapa off-taker dan bahkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk jenis kompor tertentu yang digunakan pelaku UMKM,” katanya.

Pengembangan produk turunan seperti briket dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah pengelolaan sampah. Di sisi lain, Pemkot Bandung tetap berkomitmen untuk memenuhi penyediaan RDF curah sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati dengan pihak industri. Keseimbangan antara produksi briket dan RDF curah menjadi kunci keberhasilan program ini.

Jika seluruh peralatan berfungsi optimal dan sistem pemilahan sampah berjalan lancar, TPST Tegalega diproyeksikan mampu mengolah hingga 25 ton sampah setiap hari. Iskandar menambahkan bahwa kapasitas tersebut bahkan berpotensi meningkat jika sistem berjalan dengan sempurna dan sampah yang masuk sudah terpilah dengan baik. Angka ini menunjukkan potensi signifikan dalam mengurangi timbulan sampah perkotaan.

“Targetnya sekitar 25 ton per hari. Bahkan kalau seluruh sistem berjalan optimal dan sampah yang masuk sudah terpilah dengan baik, kapasitasnya bisa lebih dari itu,” ungkapnya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang TPST Tegalega

Berapa kapasitas pengolahan TPST Tegalega? TPST Tegalega diproyeksikan mampu mengolah hingga 25 ton sampah setiap hari, dengan potensi peningkatan jika sistem berjalan optimal.

Apa perbedaan RDF curah dan briket RDF? RDF curah adalah hasil pencacahan sampah dalam bentuk kasar, sedangkan briket RDF adalah produk akhir yang dipadatkan sehingga memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Kapan fasilitas ini akan resmi beroperasi? Fasilitas akan resmi beroperasi setelah proses commissioning selesai dan seluruh peralatan berfungsi optimal, dengan rencana serah terima kepada Pemkot Bandung.

Siapa saja off-taker yang berpotensi menerima briket RDF? Briket RDF dapat diterima oleh berbagai industri dan pelaku UMKM yang membutuhkan bahan bakar alternatif untuk operasional mereka.

Melalui optimalisasi fasilitas dan pengembangan produk bernilai tambah, Pemkot Bandung berharap TPST Tegalega dapat menjadi model pengelolaan sampah yang tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menghasilkan produk bermanfaat serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Program ini sejalan dengan visi kota untuk mewujudkan Bandung yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Join the discussion