Skip to content
Khazanah

Iran akan Buka Selat Hormuz Kecuali untuk Kapal Perang AS

Susan Johnson - kabarteras.com 4 mins read

Iran akan Buka Selat Hormuz dengan ketentuan khusus yang belum pernah terjadi sebelumnya. Militer Iran sedang melakukan negosiasi intensif untuk membuka

Iran akan Buka Selat Hormuz Kecuali untuk Kapal Perang AS

Iran Akan Buka Selat Hormuz dengan Syarat Pengecualian Kapal Perang AS

Kabarteras.com – Iran akan Buka Selat Hormuz dengan ketentuan khusus yang belum pernah terjadi sebelumnya. Militer Iran sedang melakukan negosiasi intensif untuk membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz yang telah ditutup sebagian selama konflik berkepanjangan. Syarat utama yang diajukan adalah pengecualian terhadap kapal-kapal perang milik Angkatan Laut Amerika Serikat dari jalur pelayaran tersebut. Langkah ini dinilai sebagai tantangan besar bagi dominasi militer Washington yang telah berlangsung selama lebih dari lima puluh tahun di kawasan perairan strategis ini.

Informasi ini diungkap oleh The Wall Street Journal (WSJ) dan dikutip melalui situs Al Mayadeen pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026. Langkah ini menunjukkan perubahan signifikan dalam kebijakan luar negeri Iran yang selama ini dikenal dengan sikap kerasnya terhadap kehadiran militer asing di wilayah Teluk Persia.

Negosiasi dengan Oman dan Posisi Washington

Proses diplomasi ini berjalan seiring dengan perundingan antara Teheran dan Washington, di mana Oman berperan sebagai penengah utama. Konflik yang telah berlangsung selama enam bulan antara kedua negara tersebut diharapkan segera berakhir melalui jalur diplomasi ini. Menurut WSJ, pihak Amerika Serikat telah menyampaikan penegasan kepada mediator bahwa mereka tidak akan menyetujui adanya pembatasan maupun pungutan biaya apapun terhadap arus lalu lintas di Selat Hormuz.

Poin inilah yang menjadi penyebab utama kemacetan dalam mencapai kesepakatan final. Para diplomat dari kedua belah pihak terus melakukan pertemuan intensif untuk mencari titik temu yang dapat memuaskan kepentingan masing-masing negara. Oman, sebagai negara penengah, telah menunjukkan komitmen tinggi dalam memfasilitasi dialog antara Teheran dan Washington.

Meskipun perang telah memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas kawasan, para pemimpin Iran tetap konsisten menuntut penarikan total seluruh kekuatan militer AS dari Teluk Persia. Ambisi ini telah menjadi tujuan jangka panjang selama beberapa dekade. WSJ mengutip pernyataan mantan pejabat intelijen senior AS yang menyatakan bahwa hasil akhir dari situasi ini kemungkinan besar akan menempatkan kendali de facto atas Selat Hormuz sepenuhnya di tangan Iran, terlepas dari bagaimana perundingan berlangsung.

Draf Regulasi Baru dan Kompensasi

Berdasarkan laporan dari kantor berita Fars yang dimuat WSJ, draf peraturan yang sedang dipertimbangkan oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran akan melarang kapal-kapal Israel serta segala jenis kargo yang berkaitan dengan aksi pembalasan terhadap sekutu-sekutu regional Iran. Selain itu, negara-negara yang dianggap bertanggung jawab atas kerugian yang dialami Iran diwajibkan untuk memberikan kompensasi terlebih dahulu sebelum kapal mereka diizinkan untuk melintas.

Otoritas navigasi perairan juga akan berada di bawah kendali penuh pemerintah dan militer Iran. Namun, para mediator menegaskan bahwa ketentuan-ketentuan spesifik ini belum secara resmi dimasukkan ke dalam draf yang sedang ditengahi oleh Oman. Langkah ini menunjukkan bahwa Iran ingin memastikan bahwa setiap kapal yang melintas melalui Selat Hormuz mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh otoritas lokal.

Kemajuan Menuju Kesepakatan

Di sisi lain, Iran dan Oman semakin dekat untuk mencapai kesepakatan mengenai pengaturan Selat Hormuz. Seorang pejabat AS yang berbicara kepada Reuters mengungkapkan bahwa kemajuan besar telah dicapai dalam negosiasi. Pejabat tersebut menyatakan:

“Ada perkembangan positif antara Oman dan Iran terkait Selat Hormuz, dan kami memperkirakan kesepakatan terwujud dalam waktu dekat.”

Perkembangan ini menunjukkan bahwa jalur diplomasi sedang berjalan dengan baik untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung cukup lama di kawasan tersebut. Para analis memperkirakan bahwa jika kesepakatan tercapai, Selat Hormuz akan kembali beroperasi dengan normal namun dengan aturan baru yang menguntungkan Iran.

Dampak Ekonomi dan Strategis

Pembukaan kembali Selat Hormuz akan memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi global, mengingat jalur ini merupakan salah satu arteri perdagangan minyak dunia yang paling vital. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz setiap harinya. Jika Iran berhasil membuka jalur ini dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan, maka harga minyak dunia diperkirakan akan stabil kembali setelah mengalami volatilitas selama konflik berlangsung.

Selain itu, pembukaan Selat Hormuz juga akan memberikan keuntungan strategis bagi Iran dalam memperkuat posisinya sebagai pemain kunci di kawasan Timur Tengah. Dengan kontrol penuh atas jalur pelayaran ini, Iran memiliki leverage yang kuat dalam hubungan diplomatiknya dengan negara-negara Barat maupun negara-negara regional.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Selat Hormuz

Apa itu Selat Hormuz? Selat Hormuz adalah jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia. Jalur ini memiliki panjang sekitar 150 kilometer dan lebar bervariasi antara 21 hingga 33 kilometer.

Mengapa Selat Hormuz penting bagi ekonomi global? Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital karena sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur ini setiap harinya. Banyak negara, termasuk Jepang, China, dan India, bergantung pada jalur ini untuk impor energi mereka.

Apa syarat utama Iran untuk membuka Selat Hormuz? Syarat utama yang diajukan Iran adalah pengecualian terhadap kapal-kapal perang AS dari jalur pelayaran. Selain itu, Iran juga menuntut kompensasi dari negara-negara yang dianggap bertanggung jawab atas kerugian yang dialami selama konflik.

Berapa lama konflik antara Iran dan AS berlangsung? Konflik antara Iran dan Amerika Serikat telah berlangsung selama enam bulan sebelum negosiasi intensif dimulai. Namun, ketegangan antara kedua negara telah ada selama beberapa dekade.

Siapa yang berperan sebagai penengah dalam negosiasi? Oman berperan sebagai penengah utama dalam negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat. Oman telah menunjukkan komitmen tinggi dalam memfasilitasi dialog antara kedua belah pihak.

Join the discussion