Skip to content
News

Pengacara Ungkap Pesan Sutrimo Jelang Kematian 19-23 Juli, Happy, Dibelikan Parfum Ajudan Febrie

Emily Anderson - kabarteras.com 4 mins read

Pengacara Ungkap Pesan Sutrimo Jelang kematian, kasus yang mengguncang publik Indonesia. Sutrimo, mantan asisten rumah tangga milik Jampidsus Febrie

Pengacara Ungkap Pesan Sutrimo Jelang Kematian 19-23 Juli, Happy, Dibelikan Parfum Ajudan Febrie

Pengacara Ungkap Pesan Sutrimo Jelang Kematian: Kronologi Lengkap

Kabarteras.com – Pengacara Ungkap Pesan Sutrimo Jelang kematian, kasus yang mengguncang publik Indonesia. Sutrimo, mantan asisten rumah tangga milik Jampidsus Febrie Adriansyah, meninggal dunia dalam kondisi yang masih menjadi pertanyaan. Apakah ini kematian alami atau pembunuhan? Kepolisian telah menaikkan status kasus ke tahap penyidikan, dengan rencana ekskavasi jenazah untuk menemukan penyebab pasti.

Aan Rohaeni, pengacara keluarga korban, menjadi sumber informasi utama dalam kasus ini. Melalui wawancara dengan media, ia mengungkap detail penting seputar kepulangan Sutrimo ke Jakarta, komunikasi terakhir, hingga pesan-pesan yang tersisa di perangkat digital.

Kepulangan Sutrimo ke Jakarta

Kronologi kepulangan Sutrimo menjadi titik awal penyelidikan. Aan Rohaeni menjelaskan bahwa awalnya ada instruksi dari Febrie untuk beberapa pekerja, termasuk Sutrimo, untuk pulang ke Banyumas. Namun, keputusan ini berubah setelah penggeledahan di kediaman Febrie selesai.

Ceritanya kepada keluarga disuruh pulang. Beberapa (pekerja) memang ada yang disuruh pulang selain Pak Sutrimo,

Pernyataan ini disampaikan pada Senin, 10 Agustus 2026. Febrie Ardiansyah kemudian menghubungi Sutrimo melalui telepon dan meminta ia segera kembali ke ibukota. Saksi mata membenarkan bahwa Sutrimo dipanggil karena Febrie merasa perlu bercerita kepada seseorang yang dekat dengannya.

Dia pulang (ke Jakarta) memang ditelepon sama Pak Febrie, pengakuan dari salah satu saksi. Intinya bosnya telepon, katanya, ‘Kamu pulang saja. Karena aku kalau mau cerita sama siapa?’

Sutrimo sempat menyampaikan bahwa ia kehabisan uang saat itu. Respon Febrie sangat cepat. Ia memastikan tiket sudah disiapkan, uang telah ditransfer, dan dua orang akan menemani Sutrimo dari Stasiun Purwokerto.

Lalu disampaikan (oleh Febrie), ‘Tiketmu sudah disiapkan, uang sudah ditransfer, lalu kamu juga ditemani oleh dua orang nanti dari Stasiun Purwokerto’,

Jejak Digital yang Hilang dan Dipulihkan

Salah satu tantangan dalam penyelidikan ini adalah data komunikasi yang hilang. Aan Rohaeni sedang berupaya menyusun ulang timeline kepulangan Sutrimo ke Jakarta. Keluarga korban kesulitan mengingat tanggal pasti keberangkatan tersebut.

Pihak keluarga kemarin mengingat-ngingat dari WA (WhatsApp), tapi ternyata di HP-nya Ibu Anis (adik Sutrimo) entah kenapa WA yang tersisa antara komunikasi dengan Pak Sutrimo itu hanya tanggal 19 sampai 23 Juli. Data yang sebelumnya hilang. Nah ini makanya lagi dipulihkan oleh kepolisian,

Berdasarkan analisis pengacara, Sutrimo sudah berada di Jakarta sebelum tanggal 19 Juli 2026. Bukti ini terlihat dari percakapan WhatsApp yang dimulai pada tanggal tersebut, di mana Sutrimo menunjukkan ia sedang bertugas menjaga rumah milik Febrie.

Operasi Penggeledahan dan Penyitaan Aset

Pada Rabu malam, 8 Juli 2026, tim gabungan dari Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya melakukan operasi besar-besaran di sebuah rumah mewah di Jalan Parahyangan, Sentul City, Bogor. Operasi ini merupakan bagian dari penyelidikan kasus korupsi yang melibatkan Febrie.

Hasil operasi sangat signifikan. Polisi berhasil menyita barang bukti dengan nilai mencapai Rp476 miliar. Di antara barang berharga tersebut terdapat 74 kilogram emas batangan serta sejumlah uang asing yang disimpan dalam brankas. Rumah mewah ini diketahui merupakan milik Febrie Adriansyah.

Pesan Terakhir dan Momen Tragis

Sutrimo, yang telah bercerai dari istrinya, tidak pernah mengeluhkan kesehatan sejak kembali ke Jakarta. Ia juga rutin mengirimkan foto maupun video aktivitas kerjanya kepada adiknya, Anis. Komunikasi ini menjadi bukti bahwa Sutrimo dalam kondisi baik sebelum kematiannya.

Termasuk yang tanggal 23 (Juli 2026), dia itu terakhir jam 03.18 WIB mengirim foto makanan, ayam goreng, lalapan. Terus jam 04.00 WIB, dia ngirim foto lagi duduk di seberang rumahnya Pak FA,

Anis membalas pesan WhatsApp dari kakaknya sekitar pukul 06.00 WIB. Namun, pesan tersebut hanya dibaca tanpa dibalas. Peristiwa tragis terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Ponsel Anis berdering beberapa kali, namun tidak sempat diangkat. Penelepon adalah Sutrimo sendiri.

Telepon baru diangkat jam 08.30 WIB. Ternyata yang menelepon itu orang yang mengaku temannya Pak Sutrimo. Dia mengabarkan bahwa Pak Sutrimo sudah tidak ada,

Proses Penyidikan Berlanjut

Kini, seluruh proses penyidikan terus berjalan untuk mengungkap kebenaran di balik kematian Sutrimo. Kepolisian berencana melakukan ekskavasi jenazah yang sudah dimakamkan untuk menemukan penyebab pasti kematiannya. Hasil forensik diharapkan dapat menjawab apakah ini kasus kematian alami atau pembunuhan.

Kasus ini juga menjadi perhatian publik karena melibatkan figur publik yang sedang menjalani proses hukum. Setiap perkembangan dalam penyelidikan Sutrimo diharapkan dapat memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Sutrimo

Kapan Sutrimo meninggal dunia? Sutrimo meninggal dunia pada tanggal 23 Juli 2026, sekitar pukul 08.00 WIB, berdasarkan laporan dari seseorang yang mengaku temannya.

Apa rencana kepolisian terkait jenazah Sutrimo? Polisi berencana melakukan ekskavasi jenazah yang sudah dimakamkan untuk menemukan penyebab pasti kematian Sutrimo melalui pemeriksaan forensik.

Berapa nilai barang bukti yang disita dalam operasi penggeledahan? Polisi berhasil menyita barang bukti dengan nilai mencapai Rp476 miliar, termasuk 74 kilogram emas batangan dan uang asing.

Siapa yang menelepon Anis saat Sutrimo meninggal? Seseorang yang mengaku sebagai teman Sutrimo menelepon Anis pada pukul 08.00 WIB dan mengabarkan bahwa Sutrimo sudah tidak ada. Telepon baru diangkat pada pukul 08.30 WIB.

Join the discussion