Skip to content
Rejabar

Tukang Cukur di Bogor yang Dibentak-bentak karena tak Pasang Bendera Merah Putih Minta Maaf

Emily Jackson - kabarteras.com 2 mins read

Nurhidayat, yang lebih dikenal dengan panggilan Abuy atau Apuy, seorang pemilik pangkas rambut di Pasar Kambing, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa

Tukang Cukur di Bogor yang Dibentak-bentak karena tak Pasang Bendera Merah Putih Minta Maaf

Abuy, Tukang Cukur Bogor yang Dikritik Karena Tak Pasang Bendera, Mengajukan Permintaan Maaf

Respons Santai di Tengah Kontroversi

Kabarteras.com – Nurhidayat, yang lebih dikenal dengan panggilan Abuy atau Apuy, seorang pemilik pangkas rambut di Pasar Kambing, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah menyampaikan permohonan maaf. Tindakan ini dilakukan setelah dirinya menjadi sorotan publik karena tidak memasang bendera merah putih di kiosnya dan mendapat teguran keras dari rombongan camat setempat.

Dalam rekaman video yang menyebar luas di platform media sosial, Abuy terlihat merespons situasi tersebut dengan tenang. Ia memegang bendera merah putih sambil menjelaskan alasan di balik ucapannya yang sempat menimbulkan kebingungan.

“Saya Nurhidayat atau Apuy selaku pengusaha pangkas rambut yang berada di pasar kambing. Dengan ini saya menyatakan permohonan maaf atas ucapan saya kemarin yang mengatakan bahwa Indonesia itu belum merdeka. Sebenarnya itu salah. Indonesia sudah merdeka. Merdeka!”

Kronologi Kejadian di Kios Cukur

Kejadian bermula pada hari Jumat, tanggal 7 Agustus 2026, saat siang hari. Abuy sedang sibuk mencukur rambut salah satu pelanggannya ketika pihak kecamatan datang ke kiosnya. Camat Rancabungur, Dita Aprilia, hadir bersama rombongan dan meminta Abuy untuk memasang bendera merah putih.

Saat ditanya, Abuy menjawab bahwa ia belum memiliki bendera dan meminta izin kepada Dita. Namun, camat tersebut menyarankan agar Abuy membeli sendiri bendera tersebut sebelum akhirnya Dita dan rombongannya meninggalkan kios.

Respons penolakan Abuy kemudian mendapat tanggapan dari seorang pria yang ikut serta dalam rombongan kecamatan. Pria tersebut merekam situasi sambil mempertanyakan alasan Abuy belum memasang bendera dengan nada suara yang tinggi. Abuy pun mendapat teguran keras.

“Kenapa belum memasang bendera?”

Pria perekam tersebut terus melontarkan pertanyaan dengan intonasi yang meninggi. Sementara itu, Abuy yang masih bekerja mencoba memintanya untuk tidak mengganggu proses cukur rambut. Ia berkata, “Sana aja lagi kerja jangan ganggu.”

Rekaman video berakhir ketika seorang pria lain datang dan meminta sang perekam untuk menghentikan intervensinya. “Udah jangan diganggu, lagi kerja,” ujarnya.

Kini, Abuy telah resmi menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya yang dianggap keliru. Ia menegaskan bahwa Indonesia memang sudah merdeka, dan kesalahannya hanya bersifat insidental.

Frequently Asked Questions

What is Tukang Cukur di Bogor yang Dibentak?

Tukang Cukur di Bogor yang Dibentak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tukang Cukur di Bogor yang Dibentak matter?

Tukang Cukur di Bogor yang Dibentak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion