Skip to content
News

KKN UMJ Kelompok 9 Edukasi Warga Rawa Badak Selatan Kelola Sampah Organik

Sarah Jones - kabarteras.com 3 mins read

Sejak Jumat, 8 Agustus 2026, masyarakat RT 07/RW 08 di Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, menerima pendampingan langsung dari

KKN UMJ Kelompok 9 Edukasi Warga Rawa Badak Selatan Kelola Sampah Organik

Warga Rawa Badak Selatan Diajari Mengolah Sampah Organik Lewat Komposter Galon Bekas

Kabarteras.com – Sejak Jumat, 8 Agustus 2026, masyarakat RT 07/RW 08 di Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, menerima pendampingan langsung dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 9 Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Fokus program ini adalah edukasi pengelolaan sampah organik rumah tangga melalui pembuatan dan penggunaan komposter sederhana yang dirakit dari galon air mineral bekas.

Landasan Program: Mengubah Sampah Menjadi Kompos

EcoComposter, demikian nama kegiatan tersebut, berangkat dari prinsip bahwa sisa makanan dan bahan organik lain dari dapur rumah tangga tidak otomatis harus berakhir di tempat pembuangan akhir. Melalui proses pengomposan yang tepat, material tersebut dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman dan penghijauan lingkungan sekitar.

Dalam sesi edukasi, mahasiswa menjelaskan secara rinci perbedaan antara sampah organik dan anorganik, konsekuensi dari pembuangan sampah yang tidak terkelola, serta langkah-langkah praktis mengubah limbah dapur menjadi kompos. Warga juga diajari cara memilah sampah sejak dari sumbernya—yakni di tingkat rumah tangga—sebelum material tersebut masuk ke sistem pengangkutan dan pembuangan skala besar.

Praktik Pembuatan Komposter dari Galon Bekas

Inti kegiatan workshop adalah praktik langsung pembuatan komposter menggunakan galon bekas air mineral, khususnya galon bekas Le Minerale. Pemanfaatan kembali wadah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi barang yang sudah tidak terpakai agar tidak menjadi limbah tambahan.

Mahasiswa memaparkan daftar alat dan bahan yang diperlukan, kemudian mendampingi peserta melalui setiap tahapan: mulai dari persiapan wadah, cara memasukkan bahan organik, hingga teknik perawatan agar proses pengomposan berjalan optimal. Warga juga diberi panduan mengenai jenis bahan organik yang boleh dicampurkan dan yang sebaiknya dihindari, sehingga mereka mampu menjalankan proses pengomposan secara mandiri di rumah masing-masing.

Peran Mahasiswa dan Pembimbing Lapangan

Program ini dijalankan secara kolaboratif oleh tiga mahasiswa: Sahdan Arya Maulana dari Program Studi Teknik Industri UMJ, Farhan Nur Ridhwan dari Teknik Mesin UMJ, serta Fathir Aldian Novianto dari Arsitektur UMJ. Ketiganya mendampingi warga bersama-sama dalam sesi praktik pembuatan dan penggunaan komposter.

Pembinaan akademik program ini dipegang oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr Ratna Dewi Nur’aini, ST, M.Sc.

Salah satu keunikan pelaksanaan program ini terletak pada lokasi kegiatan yang berada tepat di lingkungan tempat Sahdan menjalankan tugas sebagai Ketua RT 07/RW 08. Mahasiswa yang akrab disapa “RT Gen Z” tersebut turut menginisiasi dan terlibat langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan bersama anggota subkelompoknya.

Pesan dari Lapangan

“Pengelolaan sampah sebaiknya dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu dari rumah masing-masing. Masyarakat tidak harus menunggu adanya fasilitas pengolahan sampah dalam skala besar untuk mulai melakukan perubahan,” ujar Sahdan dalam keterangan, Selasa (18/8/2026).

“Sampah organik dari rumah sebenarnya bisa kita kelola sendiri. Selain memiliki manfaat kembali, langkah ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang masuk ke sistem pengangkutan dan pembuangan akhir,” tambahnya.

Komitmen Keberlanjutan Pasca-KKN

EcoComposter tidak dirancang sebagai kegiatan satu kali yang berakhir setelah workshop selesai. Sejak 8 Agustus 2026, mahasiswa KKN Tematik Kelompok 9 UMJ terus melakukan pendampingan rutin kepada warga guna memastikan keberlanjutan penggunaan komposter di lingkungan rumah tangga.

“Harapannya, EcoComposter ini bukan hanya menjadi kegiatan KKN yang selesai setelah acara, tetapi bisa terus digunakan oleh warga. Kita ingin membangun”

Sebagai Ketua RT sekaligus mahasiswa KKN, Sahdan menegaskan harapannya agar praktik pengelolaan sampah organik ini tetap berjalan di masyarakat Rawa Badak Selatan bahkan setelah masa kegiatan KKN berakhir.

Frequently Asked Questions

What is KKN UMJ Kelompok 9 Edukasi Warga?

KKN UMJ Kelompok 9 Edukasi Warga is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does KKN UMJ Kelompok 9 Edukasi Warga matter?

KKN UMJ Kelompok 9 Edukasi Warga matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion