Skip to content
News

Gempa Magnitudo 5,7 Kembali Guncang NTT, BMKG: Waspada Susulan!

Emily Anderson - kabarteras.com 3 mins read

Gempa magnitudo 5,7 kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada pukul 23.17 WIB, menambah daftar panjang aktivitas seismik yang belum mereda di

Gempa Magnitudo 5,7 Kembali Guncang NTT, BMKG: Waspada Susulan!

Gempa Magnitudo 5,7 Kembali Guncang NTT: BMKG Peringatkan Warga Waspada Susulan

Kabarteras.com – Gempa magnitudo 5,7 kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada pukul 23.17 WIB, menambah daftar panjang aktivitas seismik yang belum mereda di kawasan Flores Back-Arc. Peristiwa ini menjadi salah satu dari ribuan gempa susulan yang terus tercatat pasca gempa utama bermagnitudo 7,7. BMKG menegaskan bahwa rangkaian kegempaan masih berlangsung dan masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan setiap getaran yang dirasakan.

Profil Kegempaan dan Zona Sumber

Zona Flores Back-Arc merupakan jalur tektonik aktif yang membentang di sekitar Pulau Flores dan kawasan sekitarnya. Sejak gempa utama bermagnitudo 7,7 terjadi, zona ini terus memproduksi gempa susulan dalam jumlah sangat besar. Data BMKG menunjukkan bahwa kejadian pascagempa mencakup rentang magnitudo mulai dari di bawah 2 hingga mencapai 4 dan lebih tinggi. Gempa magnitudo 5,7 kembali menjadi pengingat bahwa energi tektonik di kawasan tersebut belum sepenuhnya terdistribusi.

Analisis awal BMKG menyatakan bahwa gempa magnitudo 5,7 ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Namun demikian, guncangan yang ditimbulkannya cukup kuat untuk dirasakan oleh penduduk di sejumlah kabupaten, antara lain Manggarai, Manggarai Barat, Nagekeo, dan Sumba Timur. Intensitas getaran yang dialami warga tercatat pada skala III hingga IV MMI, yang berarti getaran terasa jelas di dalam ruangan dan dapat menggerakkan benda-benda ringan.

Proyeksi Peluruhan dan Statistik Kegempaan

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa proses peluruhan aktivitas seismik dari gempa sebesar 7,7 magnitudo memerlukan waktu yang tidak singkat. Ia memperkirakan bahwa gempa susulan masih akan terus terjadi selama kurang lebih tiga hingga empat minggu ke depan.

“Karena ini gempanya cukup besar, 7,7 magnitudo, jadi peluruhannya memerlukan waktu kurang lebih tiga sampai empat minggu ke depan,” ujar Teuku Faisal Fathani di Jakarta, Rabu.

Hingga pukul 17.00 WIB pada hari Rabu, BMKG telah merekam total 3.055 gempa susulan. Rentang magnitudo yang tercatat membentang dari 1,1 sebagai kejadian terkecil hingga 6,2 sebagai kejadian terbesar. Dari keseluruhan ribuan kejadian tersebut, sebanyak 88 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Angka-angka ini menegaskan bahwa gempa magnitudo 5,7 kembali menjadi bagian dari pola kegempaan yang masih sangat aktif dan belum menunjukkan tanda-tanda peluruhan signifikan.

Imbauan Kewaspadaan dan Langkah Praktis

BMKG menegaskan bahwa pemantauan aktivitas kegempaan dilakukan secara real-time melalui jaringan stasiun seismik yang tersebar di seluruh Indonesia. Informasi terkini terus disalurkan kepada warga di wilayah terdampak maupun di titik-titik pengungsian. Penduduk Pulau Flores serta kawasan sekitarnya diminta untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan tanpa panik.

Warga diingatkan agar tidak mendiami bangunan atau rumah yang telah menunjukkan retakan struktural, guna mencegah risiko roboh akibat guncangan susulan yang masih mungkin terjadi. Selain itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga ketenangan, tidak mudah terpengaruh isu atau hoaks kebencanaan tanpa sumber jelas, serta selalu memperbarui informasi resmi hanya melalui aplikasi dan kanal komunikasi terverifikasi milik BMKG. Kewaspadaan yang tepat akan membantu mengurangi risiko cedera dan kerugian materi selama fase peluruhan berlangsung.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Gempa Susulan di NTT

Apakah gempa magnitudo 5,7 kembali berpotensi memicu tsunami?

Berdasarkan analisis BMKG, gempa magnitudo 5,7 yang terjadi di zona Flores Back-Arc tidak berpotensi memicu tsunami. Namun, warga pesisir tetap disarankan untuk memperhatikan pengumuman resmi jika ada perubahan kondisi.

Berapa lama gempa susulan masih akan dirasakan?

Teuku Faisal Fathani memperkirakan aktivitas kegempaan masih akan berlanjut selama tiga hingga empat minggu ke depan. Selama periode tersebut, getaran dengan magnitudo bervariasi dapat terjadi kapan saja, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.

Apa yang harus dilakukan jika merasakan guncangan susulan?

Warga disarankan untuk segera menjauh dari bangunan yang retak, menghindari area terbuka dengan potensi longsoran, dan memantau informasi resmi melalui kanal BMKG. Jangan kembali memasuki struktur yang rusak sebelum mendapat konfirmasi keamanan dari petugas.

Join the discussion