Karhutla Way Kambas Meluas, Tim Alfa TNI Diterjunkan Tembus Titik Api
Sejak Jumat (21/8/2026) siang, kebakaran pertama terdeteksi di kawasan Resor Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. Setelah membakar
Api Way Kambas Meluas, TNI Kirim Tim Alfa ke Medan Terisolasi
Kabarteras.com – Sejak Jumat (21/8/2026) siang, kebakaran pertama terdeteksi di kawasan Resor Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. Setelah membakar sekitar 673 hektare, api di titik tersebut akhirnya padam pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, sebagaimana disampaikan Kementerian Kehutanan melalui siaran pers pada Ahad, 23 Agustus 2026.
Situasi memburuk ketika pada hari yang sama, Ahad (23/8/2026), titik api baru muncul di sekitar Desa Braja Luhur, Kecamatan Braja Selebah. Per Senin, total luas kawasan yang telah terdampak mencapai sekitar 774,14 hektare — terdiri atas 673,4 hektare di Resor Kuala Penet dan 100,74 hektare di lokasi kebakaran lanjutan. Kepala Balai TNWK MHD Zaidi menegaskan bahwa upaya pemadaman dan pendinginan masih berlangsung.
Perintah Presiden dan Pengerahan Tim Alfa
Menyikapi eskalasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Lampung. Sebagai tindak lanjut, TNI mengerahkan Tim Alfa ke medan yang tidak dapat ditembus kendaraan biasa.
Panglima Kodam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menjelaskan bahwa satuan kecil itu dibentuk khusus untuk misi taktis di medan berat, termasuk operasi penanggulangan bencana.
“TNI AD telah menyiagakan Tim Alfa, yakni satuan kecil yang dibentuk untuk menjalankan misi taktis di medan berat dalam penanggulangan bencana,” kata Kristomei di Bandar Lampung, Senin (24/8/2026).
Kristomei menambahkan bahwa personel Tim Alfa dilengkapi kemampuan mobilitas tinggi serta didukung penerjun freefall (terjun bebas militer) agar mampu menembus wilayah-wilayah terisolasi yang mustahil dijangkau lewat jalur darat konvensional.
Rapat Koordinasi: Penguatan Armada Udara dan Darat
Pada Senin, Prabowo memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla Sumatra secara daring. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melaporkan bahwa sekitar 100,7 hektare masih menjadi fokus operasi, sementara 79 titik panas tetap terpantau di wilayah Lampung.
Angka 100,7 hektare tersebut merujuk pada area kebakaran terbaru yang menjadi prioritas, bukan total keseluruhan dampak sejak Jumat. Luas kumulatif yang telah terbakar sesungguhnya telah menyentuh sekitar 774 hektare.
Dalam forum yang sama, Prabowo menerima laporan mengenai kebutuhan helikopter water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit dicapai. Dua helikopter disiapkan dari Palembang dan Jawa Timur, namun ketika presiden menanyakan kecukupan jumlah itu, jawaban yang diterima menyatakan kemampuan tersebut masih belum memadai.
“Presiden pun memutuskan untuk menambah kekuatan armada udara dan melipatgandakan bantuan peralatan pemadaman darat guna mempercepat proses pendinginan lahan,” kata Kristomei.
Prabowo juga memerintahkan pengiriman 20 unit pompa air sebagai alat pemadam kebakaran — jumlah yang dua kali lipat dari sepuluh unit yang semula diminta Pemerintah Provinsi Lampung. Penguatan bantuan darat ini krusial terutama untuk titik-titik yang berada jauh dari kanal maupun sumber air alami.
Tantangan Medan dan Akses
Kesulitan memperoleh air menjadi persoalan utama sejak operasi dimulai. Kementerian Kehutanan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, menjelaskan bahwa sebagian lokasi kebakaran berada di atas medan bergambut dengan akses yang sangat terbatas dan jarak yang cukup jauh dari sumber air. Tidak sedikit petugas yang terpaksa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki demi mencapai titik kebakaran.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Karhutla Way Kambas Meluas Tim Alfa?
Karhutla Way Kambas Meluas Tim Alfa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Karhutla Way Kambas Meluas Tim Alfa matter?
Karhutla Way Kambas Meluas Tim Alfa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
