Skip to content
News

Jagoan Siber Dibidik TNI, Juara Kompetisi Bisa Masuk Seleksi Tingkat Pusat

Jennifer Brown - kabarteras.com 3 mins read

Sebanyak 1.397 peserta dari 543 tim berhasil lolos verifikasi dalam Rise The Ranger 2 Cyber Competition 2026, setelah 638 tim awalnya mendaftar. Angka

Jagoan Siber Dibidik TNI, Juara Kompetisi Bisa Masuk Seleksi Tingkat Pusat

TNI Buka Jalur Langsung bagi Juara Kompetisi Siber ke Seleksi Pusat

Kabarteras.com – Sebanyak 1.397 peserta dari 543 tim berhasil lolos verifikasi dalam Rise The Ranger 2 Cyber Competition 2026, setelah 638 tim awalnya mendaftar. Angka tersebut tercatat sebagai rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk jumlah partisipasi terbesar dalam ajang kompetisi siber di tanah air, sebagaimana diberitakan Poskota Online pada Senin, 24 Agustus 2026.

Peluang Seleksi Tingkat Pusat bagi Finalis

Mabes TNI kini mengarahkan perhatian pada talenta keamanan siber yang berasal dari luar institusi militer guna memperkuat lini pertahanan digital negara. Dalam konteks itu, para finalis yang menempati posisi juara pertama, kedua, dan ketiga kompetisi tahun ini memperoleh kesempatan mengikuti seleksi penerimaan prajurit secara langsung di level pusat.

Kebijakan tersebut telah mendapat persetujuan penuh dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI Brigjen TNI Juinta Omboh (J.O.) Sembiring menyampaikan hal itu di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin (24/8/2026).

“Kami sangat meyakini, bagi nanti peserta finalis juara 1, 2, 3, kalau memang berkenan jadi TNI, Bapak Panglima TNI telah membuka peluang bagi mereka untuk langsung seleksi di tingkat pusat.”

Perlu ditegaskan bahwa peluang ini tidak menjamin penerimaan otomatis. Para pemenang tetap wajib menempuh seluruh tahapan seleksi yang berlaku. Yang membedakan adalah akses langsung ke tingkat pusat, sehingga TNI dapat menjaring individu yang kompetensi teknisnya sudah teruji melalui kompetisi berskala nasional.

Pergeseran Kebutuhan SDM Pertahanan

Langkah ini mencerminkan transformasi dalam kebutuhan sumber daya manusia militer. Kecakapan tempur modern tidak lagi semata bertumpu pada penguasaan senjata konvensional. Kemampuan mendeteksi kerentanan jaringan, melacak pelaku serangan, menjalankan pertahanan sistem, serta memulihkan infrastruktur pasca-serangan kini menempati posisi sentral dalam arsitektur pertahanan negara.

Sembiring menegaskan bahwa talenta siber yang memutuskan bergabung ke TNI diharapkan mampu mempertebal kapasitas militer dalam menghadapi ancaman yang terus berevolusi di ruang digital.

Mekanisme dan Disiplin Kompetisi

Peserta berasal dari dua kategori, yakni umum dan mahasiswa. Mereka diuji dalam tiga disiplin yang merepresentasikan tahapan berbeda dalam merespons serangan digital: attack and defense, digital forensics, serta incident response. Disiplin forensik digital merupakan materi baru yang pertama kali dimasukkan dalam penyelenggaraan tahun ini.

Babak penyisihan daring yang berlangsung pada 15 Agustus melibatkan 142 tim di cabang attack and defense, 111 tim di digital forensics, dan 108 tim di incident response. Dari setiap cabang, enam tim terbaik terpilih untuk melanjutkan ke babak langsung yang digelar di Mabes TNI.

Cabang attack and defense menuntut peserta menjalankan dua tugas secara simultan—mempertahankan sistem milik sendiri sekaligus menemukan serta mengeksploitasi kelemahan sistem lawan—mencerminkan kondisi nyata di mana kedua aktivitas dapat terjadi pada waktu yang sama.

Frequently Asked Questions

What is Jagoan Siber Dibidik TNI Juara Kompetisi?

Jagoan Siber Dibidik TNI Juara Kompetisi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Jagoan Siber Dibidik TNI Juara Kompetisi matter?

Jagoan Siber Dibidik TNI Juara Kompetisi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion