Dari Banyumas ke Pasar Dunia, UMKM Raup Potensi Ekspor Rp460 Juta
Empat kabupaten di wilayah Banyumas Raya berhasil membuka akses ke pasar internasional—mulai dari Afrika, Singapura, hingga Amerika Serikat—melalui kegiatan
UMKM Banyumas Raya Catat Potensi Ekspor Rp460 Juta Lewat KKI 2026
Kabarteras.com – Empat kabupaten di wilayah Banyumas Raya berhasil membuka akses ke pasar internasional—mulai dari Afrika, Singapura, hingga Amerika Serikat—melalui kegiatan temu bisnis dalam gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Total potensi transaksi ekspor yang tercatat dari pertemuan tersebut mencapai 26 ribu dolar AS, setara sekitar Rp460 juta.
Konteks Temu Bisnis di Jakarta
Aswin Gantina, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto, menjelaskan bahwa angka tersebut lahir dari interaksi langsung antara pelaku UMKM dan pembeli asing selama KKI 2026. Acara itu diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 20–23 Agustus 2026.
“Capaian UMKM Banyumas Raya, Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, pada KKI 2026 menunjukkan bahwa produk unggulan daerah memiliki kualitas dan potensi pasar yang semakin luas,” kata Aswin di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (25/8/2026).
Dari sisi geografis pembeli, minat terbesar datang dari Afrika dan Singapura. Namun, Aswin menambahkan bahwa ekspansi pasar juga berpeluang merambah Amerika Serikat. Seorang buyer asal negara tersebut, misalnya, menyatakan ketertarikan khusus pada produk UMKM Abon Koki. Saat ini, komunikasi bisnis itu sedang ditindaklanjuti dengan pengiriman sampel untuk evaluasi lebih lanjut.
Dari Kesepakatan Awal ke Ekspor Nyata
Aswin menegaskan bahwa nilai business matching belum otomatis berarti transaksi ekspor telah terealisasi. Pertemuan bisnis hanyalah gerbang pertama; setelahnya masih diperlukan serangkaian tahapan seperti pengujian mutu produk, penyesuaian spesifikasi dan harga, penyesuaian kapasitas produksi, proses sertifikasi, serta negosiasi akhir dengan pembeli.
Kendati demikian, ketertarikan buyer dari tiga kawasan berbeda—Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Utara—menjadi sinyal kuat bahwa produk asal Banyumas Raya mulai memiliki daya saing untuk menembus pasar di luar negeri.
Kategori dan Pelaku UMKM yang Terlibat
Partisipasi UMKM Banyumas Raya dalam KKI 2026 difasilitasi oleh KPwBI Purwokerto dan tersebar ke dalam lima kategori, yaitu Rumah Nusantara, Wastra Nusantara, Laras Nusantara, Cangkir Nusantara, dan Camilan Nusantara.
Pada kategori Rumah Nusantara, representasi wilayah ini dipegang oleh Benang Mas, Kharisma Kerang, serta D&D Craft. Sementara itu, Pringmas, DK Gallery, dan Martadiredja mewakili kategori Wastra dan Laras Nusantara. Koperasi Pageland/Kasmaran tampil di kategori Cangkir Nusantara, sedangkan segmen pangan melalui Camilan Nusantara diwakili oleh Bunga Palm, Wins Brown Sugar, dan Abon Koki.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Dari Banyumas ke Pasar Dunia UMKM?
Dari Banyumas ke Pasar Dunia UMKM is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Dari Banyumas ke Pasar Dunia UMKM matter?
Dari Banyumas ke Pasar Dunia UMKM matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
