PLN Kembangkan PLTS 1.000 MWp dan BESS di Bali untuk Gantikan BBM Impor
Langkah strategis PT PLN (Persero) dalam mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berskala besar di Pulau Bali resmi diluncurkan di kawasan
PLN Bangun Pembangkit Surya 1.000 MWp di Bali untuk Menghapus Ketergantungan BBM Impor
Kabarteras.com – Langkah strategis PT PLN (Persero) dalam mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berskala besar di Pulau Bali resmi diluncurkan di kawasan Gilimanuk, Jembrana, pada Selasa. Proyek ini dirancang dengan kapasitas puncak hingga 1.000 MWp dan menjadi bagian dari percepatan target nasional energi surya sebesar 100 gigawatt peak (GWp) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Integrasi Penyimpanan Baterai sebagai Pembeda Utama
Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, menjelaskan bahwa proyek Gilimanuk berbeda secara fundamental dari PLTS konvensional karena mengintegrasikan sistem penyimpanan baterai berskala besar (Battery Energy Storage System/BESS) dengan teknologi mutakhir. Energi surya yang melimpah pada jam 10.00–14.00 WITA dapat ditahan di dalam baterai, lalu dilepaskan kembali sebagai sumber listrik pada malam hingga pagi hari.
“Konsumsi BBM yang banyak terjadi pada waktu sore sampai malam hari bisa digantikan dengan PLTS yang energinya disimpan di dalam bentuk Battery Energy Storage System.”
Seluruh daya listrik yang dihasilkan pembangkit di bagian barat Bali tersebut akan dievakuasi melalui jaringan transmisi tegangan tinggi 150 kilovolt (kV). Aliran listrik ini menjangkau Denpasar, Nusa Dua, Kuta, hingga Sanur, meskipun lokasi pembangkitnya berada di Jembrana.
“PLTS ini langsung tersambung pada transmisi tegangan tinggi 150 kV yang kemudian dievakuasi langsung ke Denpasar, sampai ke Nusa Dua, Kuta, hingga Sanur, walaupun PLTS Gilimanuk lokasinya di Jembrana, ini untuk mengalirkan listrik ke seluruh wilayah Pulau Bali.”
Perubahan Fundamental Peta Kelistrikan Bali
Darmawan menegaskan bahwa kehadiran PLTS ini akan menggeser paradigma energi di Bali secara menyeluruh. Faktor ketergantungan pada bahan bakar minyak impor akan digantikan oleh energi domestik yang lebih terjangkau.
“Dengan adanya program PLTS ini, maka sistem kelistrikan Bali bergeser, yang tadinya ada faktor penggunaan BBM yang impor digantikan dengan energi dari domestik.”
“Nanti dari energi yang mahal menjadi energi murah, dari energi fosil menjadi energi baru terbarukan.”
Kolaborasi Lintas Lembaga dan Dampak Ekonomi
PLN menilai akselerasi target 100 GWp dapat tercapai lebih cepat berkat kerja sama solid antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Kehutanan, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Darmawan menyatakan kesiapan penuh menjalankan arahan Presiden.
“Dalam proses ini, kami akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, memerangi kemiskinan, dan dalam proses ini bangsa kita menjadi bangsa yang lebih maju lagi, kami siap menjalankan program arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto.”
PLN memperkirakan potensi PLTS Gilimanuk saat ini belum tercapai secara maksimal mengingat proyek masih berada pada tahap awal. Namun, ketika kapasitasnya mencapai 300 MWp, lahan seluas 320 hektare tersebut diproyeksikan turut membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Dukungan Pemprov Bali dan Perluasan Kapasitas
Gubernur Bali Wayan Koster menyambut positif langkah PLN dan pemerintah pusat yang dinilai sejalan dengan Pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih. Koster meyakini kehadiran PLTS mampu menekan penggunaan BBM yang di Bali mencapai 500.000 kiloliter, sekaligus mengangkat citra pariwisata pulau tersebut di kancah internasional.
“Manfaat dari PLTS ini tidak saja untuk memenuhi kebutuhan energi, tapi juga meningkatkan citra pariwisata Bali, kemudian juga akan menghentikan penggunaan bahan bakar minyak yang di Bali itu besarnya mencapai 500.000 kiloliter, tidak lagi impor BBM dan biayanya jauh lebih murah.”
Pemprov Bali menyatakan siap mendukung pemanfaatan lahan negara yang belum produktif guna mengoptimalkan pengembangan PLTS. Selain proyek tahap awal di Gilimanuk, survei lahan kering juga tengah berlangsung di wilayah Buleleng dan Karangasem sebagai langkah persiapan perluasan kapasitas pembangkit surya pada masa mendatang.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is PLN Kembangkan PLTS 1 000 MWp?
PLN Kembangkan PLTS 1 000 MWp is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does PLN Kembangkan PLTS 1 000 MWp matter?
PLN Kembangkan PLTS 1 000 MWp matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
