Cairan dalam Tabung Oranye di Aksi Gramedia Ternyata Campuran Air dan Mylanta
Kabarteras.com – Perdebatan soal isi tabung semprot berwarna oranye yang beredar di tengah kerumunan demonstran Simpang Empat Gramedia, Yogyakarta, akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari pihak yang membawanya. Tim medis lapangan menegaskan bahwa cairan di dalam wadah tersebut bukan larutan merica sebagaimana sempat diklaim oleh Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, melainkan sekadar campuran air dengan larutan antasida Mylanta yang diformulasikan untuk meredakan iritasi pada mata akibat paparan gas air mata.
Klarifikasi di Bundaran UGM
Penjelasan resmi disampaikan oleh anggota Tim Relawan Medis UGM berinisial A dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Bundaran UGM pada Kamis, 3 September 2026. Ia menjelaskan bahwa prosedur pencampuran dilakukan secara sederhana di lapangan: air diambil dari sumber terdekat posko medis, kemudian dicampur dengan Mylanta sebelum dimasukkan ke dalam tabung semprot.
“Isinya tidak lebih dari air dan larutan Mylanta yang dicampur. Jadi airnya ini diisi ketika di dekat posko medis ada sumber air, dan dicampur dengan Mylanta karena itu sejauh ini, di beberapa aksi sebelumnya itu cukup terbukti bisa membantu sementara efek perih dari gas air mata atau mungkin dari partikel pepper spray juga.”
Praktik penggunaan campuran tersebut, lanjutnya, bukan hal baru. Dalam beberapa aksi sebelumnya, kombinasi air dan antasida terbukti efektif memberikan kelegaan sementara bagi mata yang terpapar zat iritan, baik dari gas air mata maupun partikel penyemprot merica.
Logistik dan Sumber Air di Lapangan
Anggota tim medis lain bernama Dipa menambahkan detail operasional. Pada aksi di Gramedia itu, gabungan Paramedis Jalanan dan Relawan Medis UGM membawa sekitar tiga tabung semprot oranye — dua berukuran standar dan satu berukuran lebih besar. Sekitar delapan relawan medis secara bergantian menjalankan tugas penanganan hingga larut malam.
Soal sumber air, Dipa menyebut timnya mengisi wadah di kamar mandi Universitas Islam Indonesia (UII) Cik Di Tiro yang berada di sekitar posko medis. Ia bahkan mempersilakan siapa pun untuk memverifikasi klaim tersebut langsung kepada petugas keamanan kampus yang menyaksikan proses pengisian dan pencampuran.
“Kami mengisi airnya di kamar mandi UII Cik Di Tiro, kalau ingin memastikan cerita kami kalau kami benar bisa tanya ke satpam UII Cik Di Tiro yang melihat kami mengisi air ini, ngaduk, dan mempersiapkan ini.”
Karakteristik Teknis Tabung Semprot
Dipa juga mendemonstrasikan secara langsung bagaimana mekanisme tabung oranye itu bekerja. Alat tersebut memerlukan tindakan memompa terlebih dahulu sebelum cairan dapat keluar, dan pola semprotannya relatif lembut serta tidak agresif. Karakteristik semacam itu, menurutnya, tidak sesuai dengan kebutuhan menyemprotkan cairan merica yang umumnya memerlukan tekanan tinggi dan jarak semprot yang lebih jauh.
“Cara kerjanya harus ditekan seperti ini, lalu dipompa. Kemudian semprotannya dia tidak terlalu agresif, tidak cocok untuk semprotan merica dan harus (disemprot) jarak dekat.”
Penjelasan teknis ini menjadi penting karena menyangkut interpretasi visual: tabung semprot oranye yang tampak di video aksi mudah disalahartikan sebagai wadah penyemprot merica, padahal fungsi dan mekanismenya berbeda secara fundamental.
Kronologi Pertemuan dengan Aparat
Kontroversi bermula dari unggahan video di akun resmi Polda DIY yang berjudul “Fakta di Lapangan: Temuan Cairan Merica dan Penanganan Personel.” Dalam rekaman tersebut, seorang peserta aksi bernama Maul terlihat berinteraksi dengan aparat kepolisian. Maul menjelaskan bahwa saat aksi berlangsung, ia didatangi petugas dan seorang relawan medis dituduh membawa sprayer berisi cairan merica.
Maul kemudian mengambil tabung semprot tersebut dan menjelaskan kepada polisi bahwa benda itu merupakan perlengkapan medis untuk menangani peserta yang terpapar zat iritan.
“Pada saat (aksi berlangsung -Red) itu saya mengerti bahwasanya ini (semprotan tabung oranye -Red) adalah alat medis untuk menetralisir dari pepper spray tersebut, maka saya mengambil alat tersebut dan bilang ini punya medis.”
Kekhawatiran soal Penyuntingan Audio
Maul mengungkapkan kekecewaannya terhadap cara video tersebut diedit dan dipublikasikan. Ia menyebut bahwa bagian di mana dirinya memberikan penjelasan kepada polisi justru tidak terdengar jelas — suaranya dikecilkan atau bahkan dihilangkan sepenuhnya dari rekaman yang beredar.
“Sayangnya, pada postingan Polda DIY, suara dari video itu dikecilkan atau malah dihilangkan.”
Ia menambahkan bahwa sebenarnya terdapat rekaman lanjutan yang menunjukkan dirinya langsung menggunakan tabung semprot tersebut untuk membantu rekan-rekan demonstran yang terkena semprotan merica. Dalam konteks ini, Maul menekankan bahwa alat itu berfungsi sebagai penetralisir efek iritasi, bukan sebagai sumber iritasi itu sendiri.
“Padahal aslinya, terdapat video lanjutan bahwasanya saya membantu rekan-rekan massa yang terkena pepper spray dengan menggunakan alat ini, alat penetralisir dari pepper spray ini.”
Implikasi bagi Transparansi Penanganan Aksi
Kasus ini menyoroti persoalan yang kerap muncul setiap kali aksi unjuk rasa melibatkan penggunaan gas air mata atau penyemprot merica oleh aparat: bagaimana peralatan medis lapangan yang bertujuan melindungi demonstran justru menjadi objek tuduhan sebaliknya. Perbedaan antara cairan iritan dan cairan penetralir, meskipun tampak serupa secara visual dalam bentuk tabung semprot, memiliki implikasi berbeda bagi keselamatan peserta aksi.
Di sisi lain, klarifikasi yang disampaikan tim medis UGM dan Paramedis Jalanan ini membuka ruang verifikasi publik. Dengan menyebut lokasi spesifik pengambilan air, mekanisme kerja tabung, serta kesaksian petugas keamanan kampus, pihak medis memberikan titik-titik yang dapat dicek secara independen. Langkah semacam ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap peran tim medis yang bekerja di garis depan aksi, sekaligus mendorong agar setiap klaim visual dari pihak manapun disertai konteks teknis yang memadai sebelum disebarkan ke ruang publik.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Tim Medis Ungkap Isi Semprotan Oranye?
Tim Medis Ungkap Isi Semprotan Oranye is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Tim Medis Ungkap Isi Semprotan Oranye matter?
Tim Medis Ungkap Isi Semprotan Oranye matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

