Rejakarta

Sebanyak 57 UMKM Mustahik di Tangsel Didorong Go Digital lewat Program Hibah BIMA

sebanyak-57-pelaku-usaha-mikro-dari-kalangan-mustahik-di_260915105730-810

Pendampingan Digital untuk 57 UMKM Mustahik di Tangerang Selatan

Kabarteras.com – Sebanyak 57 pelaku usaha mikro penerima manfaat zakat di Tangerang Selatan mengikuti program penguatan kapasitas usaha yang menggabungkan pelatihan bisnis dengan pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan ini berlangsung dari Mei sampai September 2026 melalui Program Hibah BIMA Pengabdian kepada Masyarakat (PMP) Tahun 2026.

Inisiatif tersebut mempertemukan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Universitas Bhakti Asih Tangerang (UNIBANG), serta LAZ Al-Aqsha Delatinos. Kolaborasi ini dirancang agar pelaku UMKM mustahik tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar, tetapi juga memiliki alat dan kebiasaan kerja yang mendukung pengelolaan usaha secara lebih tertata.

Materi pendampingan mencakup penguatan literasi keuangan dan hukum, tata kelola usaha, hingga penggunaan Sistem Informasi Manajemen Usaha Mikro atau SIM-UMi. Peserta juga memperoleh coaching, kunjungan pendampingan di lapangan, serta dukungan teknologi untuk pencatatan dan pengelolaan transaksi harian.

Pengelolaan Usaha yang Lebih Tertib

Bagi usaha mikro, pencatatan transaksi sering kali menjadi bagian penting yang menentukan kemampuan pemilik usaha melihat kondisi bisnisnya. Penggunaan pencatatan digital membantu pelaku usaha memisahkan uang usaha dari kebutuhan rumah tangga, menilai arus kas, memeriksa persediaan, dan menyusun laporan kas sederhana.

Dalam program ini, peserta diarahkan untuk meninggalkan kebiasaan administrasi yang sepenuhnya manual dan mulai menggunakan sistem yang lebih rapi. Evaluasi kegiatan menunjukkan para pelaku usaha telah mulai beralih menuju pencatatan digital dalam menjalankan aktivitas bisnis mereka.

Ketua Pelaksana Program, Dr Abdul Haris, menekankan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat perlu memberi perubahan yang dapat dirasakan dalam praktik usaha sehari-hari.

“Melalui sinergi ini, perguruan tinggi hadir sebagai mitra strategis masyarakat. Inovasi sederhana seperti aplikasi kasir mampu membantu pelaku usaha mikro mengelola keuangan secara lebih profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Abdul Haris.

Pendekatan tersebut menempatkan teknologi sebagai sarana yang praktis, bukan sekadar pelengkap pelatihan. Aplikasi kasir dan sistem pembukuan dapat membantu pelaku UMKM mendokumentasikan penjualan tanpa perlu proses administrasi yang rumit. Data transaksi yang tersimpan juga memudahkan pemilik usaha memantau perkembangan aktivitas jual beli dari waktu ke waktu.

SIM-UMi dan Bantuan Perangkat Usaha

UNIBANG turut menyerahkan perangkat pendukung kepada LAZ Al-Aqsha Delatinos untuk dimanfaatkan melalui Program Madrasah Bisnis Al-Aqsha (MBA). Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Ketua LPPM Universitas Bhakti Asih Tangerang, Ahmad Nur Taufiqurrahman, kepada Direktur LAZ Al-Aqsha Delatinos, Ir Windra Permana.

Perangkat yang diberikan terdiri atas printer thermal Bluetooth dan aplikasi kasir Android SIM-UMi. Keduanya digunakan oleh 57 UMKM binaan LAZ Al-Aqsha Delatinos untuk mencatat penjualan, mengatur arus kas, memantau stok, serta mencetak bukti transaksi secara digital.

SIM-UMi dikembangkan sebagai sistem pembukuan digital yang sederhana bagi pelaku usaha mikro. Integrasinya dengan aplikasi kasir berbasis Android dan printer thermal memungkinkan transaksi terdokumentasi lebih konsisten. Dengan cara ini, pelaku usaha dapat memiliki rekam penjualan yang lebih mudah diperiksa saat membutuhkan evaluasi usaha.

Pembelajaran tidak berhenti pada penggunaan perangkat. Para peserta juga mendapat latihan membuat pembukuan harian, mengatur persediaan, memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, serta menyusun laporan kas dasar. Keterampilan tersebut relevan untuk membangun disiplin administrasi yang dapat diterapkan meski skala usaha masih kecil.

Peran Kampus dan Zakat Produktif

Kemdiktisaintek memberikan dukungan melalui skema Hibah BIMA. UNIBANG mengambil peran dalam pengembangan inovasi, riset terapan, dan pendampingan langsung kepada peserta. Sementara itu, LAZ Al-Aqsha Delatinos menjembatani program dengan para penerima manfaat melalui ekosistem zakat produktif.

Posisi LAZ sebagai mitra pendamping penting karena pencatatan digital juga dapat memudahkan proses pembinaan berkelanjutan. Administrasi transaksi yang lebih jelas dapat membantu pengurus melakukan evaluasi, memahami kebutuhan usaha binaan, dan mengarahkan pendampingan secara lebih terukur.

Windra Permana melihat penggunaan perangkat sederhana ini sebagai bagian dari penguatan jangka panjang bagi UMKM mustahik.

“Kolaborasi ini merupakan investasi sosial jangka panjang. Teknologi yang sederhana namun tepat guna akan meningkatkan profesionalisme UMKM mustahik dan memperkuat keberlanjutan program zakat produktif,” kata Windra.

Program ini juga dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan 1, Tanpa Kemiskinan atau No Poverty. Penguatan keterampilan usaha, pembukuan, dan pengelolaan transaksi diharapkan mendukung kapasitas ekonomi masyarakat melalui pendekatan zakat produktif.

Bagi perguruan tinggi, kegiatan tersebut memperluas penerapan pendidikan dan penelitian ke kebutuhan nyata masyarakat. UNIBANG mendorong agar inovasi kampus dapat hadir dalam bentuk solusi yang mudah dipakai dan sesuai dengan kondisi pelaku usaha mikro. Melalui pendampingan yang berjalan beberapa bulan serta penggunaan SIM-UMi, para peserta diharapkan dapat melanjutkan pengelolaan bisnis dengan cara yang semakin profesional, transparan, dan berkelanjutan.

Frequently Asked Questions

What is Sebanyak 57 UMKM Mustahik di Tangsel?

Sebanyak 57 UMKM Mustahik di Tangsel is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sebanyak 57 UMKM Mustahik di Tangsel matter?

Sebanyak 57 UMKM Mustahik di Tangsel matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *