Antusiasme Warga Warnai Kehadiran KDM di Situ Cisanti
Kabarteras.com – Suasana Situ Cisanti di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terasa semakin ramai pada Sabtu, 26 September 2026. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang dikenal luas dengan sapaan Kang Dedi Mulyadi atau KDM, hadir dalam kegiatan Ground Talk dan Bebersih Leuweung.
Kegiatan itu berlangsung di kawasan yang memiliki arti penting bagi lingkungan Jawa Barat. Situ Cisanti dikenal sebagai titik nol kilometer sekaligus kawasan hulu Sungai Citarum. Kehadiran masyarakat di lokasi bukan hanya untuk mengikuti agenda lingkungan, tetapi juga karena banyak warga ingin berjumpa langsung dengan orang nomor satu di Jawa Barat tersebut.
Warga dari sekitar Desa Cibereum dan Tarumajaya, yang sama-sama berada di Kecamatan Kertasari, tampak menyambut kedatangan KDM dengan hangat. Sejak tiba di area Situ Cisanti hingga melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju kawasan situ, KDM dikerumuni warga yang ingin menyapa.
Warga Berebut Menyapa dan Berswafoto
Sambutan masyarakat berlangsung penuh keakraban. Sejumlah warga memeluk KDM, mencium tangannya, serta berupaya mengabadikan pertemuan melalui foto bersama. Antusiasme itu terus terlihat sepanjang perjalanan KDM di lokasi kegiatan.
Salah seorang warga Cibereum, Ai Kartini, mengaku sengaja datang setelah mengetahui KDM akan menghadiri acara di Situ Cisanti. Keinginannya untuk bertemu telah tersimpan cukup lama, yakni selama tiga tahun.
Saya teh berdoa bisa ketemu dengan KDM. Sekarang alhamdulillah bisa meluk KDM,
Ai menyampaikan rasa syukurnya karena akhirnya dapat bertatap muka dan memeluk KDM. Ia mengaku tidak sempat mengambil gambar saat momen tersebut terjadi. Meski demikian, kesempatan berjumpa secara langsung sudah menjadi pengalaman yang berarti baginya.
Warga lain, Alo Sumarni, juga datang khusus ke Situ Cisanti. Ia hadir bersama Ai dan anaknya dengan tujuan yang sama, yaitu bertemu KDM. Kehadiran gubernur tidak hanya menarik perhatian kalangan orang tua. Anak-anak pun terlihat mendekat dan ikut mengerumuni KDM saat berada di area kegiatan.
Kegiatan di Hulu Sungai Citarum
Pemilihan Situ Cisanti sebagai lokasi acara memberi konteks kuat bagi agenda bebersih leuweung. Kawasan ini berada di hulu Sungai Citarum, sehingga perhatian terhadap kebersihan serta kondisi lingkungan di sekitarnya memiliki makna penting bagi masyarakat yang hidup di wilayah tersebut.
Hulu sungai merupakan bagian awal dari aliran air. Kondisi kawasan di sekitarnya berkaitan erat dengan upaya menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Karena itu, kegiatan yang mengajak warga hadir dan peduli pada area seperti Situ Cisanti dapat menjadi ruang bersama untuk mengingat pentingnya menjaga kawasan alami, terutama area sumber air dan hutan.
Bebersih leuweung juga membawa pesan bahwa urusan lingkungan tidak semata menjadi pekerjaan pemerintah atau kelompok tertentu. Keterlibatan warga di sekitar kawasan dapat memperkuat perhatian terhadap kebersihan ruang publik, kelestarian pepohonan, dan kondisi lingkungan tempat tinggal mereka sendiri.
Dalam suasana kegiatan yang padat oleh warga, kehadiran KDM memberi kesempatan bagi masyarakat Kertasari untuk menyampaikan dukungan secara langsung. Bagi warga yang datang, momen tersebut menjadi pertemuan dekat dengan pemimpin daerah sekaligus bagian dari kegiatan yang menempatkan lingkungan sebagai perhatian utama.
Sejumlah Tokoh Turut Hadir
Selain KDM dan masyarakat sekitar, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh. Mereka antara lain Komandan Satgas Citarum Garum Kolonel Infanteri Yanto Kusno Hendarto, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat Dodit Ardian Pancapana, serta Pimpinan Redaksi Republika Andi Muhyiddin.
Kehadiran para tokoh tersebut memperlihatkan adanya perhatian dari berbagai unsur terhadap kegiatan di kawasan Situ Cisanti. Area hulu Citarum tidak hanya bernilai sebagai lokasi geografis, melainkan juga menjadi ruang yang dekat dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Di tengah agenda Ground Talk dan Bebersih Leuweung, respons warga menjadi salah satu bagian paling menonjol. Mereka tidak sekadar hadir sebagai penonton, melainkan menunjukkan kegembiraan saat dapat menyapa KDM secara langsung.
Bagi Ai Kartini, perjumpaan itu menjawab doa yang ia panjatkan selama bertahun-tahun. Bagi Alo Sumarni dan anak-anak yang datang ke lokasi, kesempatan tersebut menjadi pengalaman langsung melihat dan bertemu gubernur Jawa Barat. Sementara bagi masyarakat sekitar Situ Cisanti, kegiatan itu kembali menempatkan kawasan hulu Sungai Citarum sebagai ruang penting untuk dijaga bersama.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is KDM Hadiri Ground Talk dan Bebersih?
KDM Hadiri Ground Talk dan Bebersih is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does KDM Hadiri Ground Talk dan Bebersih matter?
KDM Hadiri Ground Talk dan Bebersih matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

