Ameera

Kemenkes Nilai Belum Ada Lonjakan Pasien di IGD Akibat Influenza

039799000-1790583209-830-556

Kenaikan Influenza September Belum Memicu Lonjakan Pasien IGD

Kabarteras.com – Kemenkes Nilai Belum Ada Lonjakan pasien di instalasi gawat darurat atau IGD rumah sakit akibat peningkatan kasus influenza pada September 2026. Kementerian Kesehatan mencatat tren influenza memang mulai naik, tetapi kondisi kunjungan pasien ke layanan gawat darurat masih cenderung sama seperti hari-hari sebelumnya.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, menjelaskan bahwa peningkatan influenza merupakan pola musiman. Kecenderungan tersebut biasanya mulai terlihat pada September dan dapat berlangsung hingga akhir tahun.

“Jadi kenaikan kasus influenza, kalau kita lihat tadi, saya sudah sampaikan itu pola musiman dan cenderung mulai meningkat di bulan September dan akan kasusnya cukup tinggi di sampai dengan akhir tahun,” kata Andi dalam konferensi pers daring, Senin (28/9/2026).

Kondisi cuaca selama pancaroba serta kemarau panjang disebut berkaitan dengan peningkatan kasus influenza. Dalam periode seperti ini, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala gangguan pernapasan, tanpa langsung menganggap setiap peningkatan kasus sebagai keadaan darurat di rumah sakit.

Pemantauan Kemenkes di Rumah Sakit Bandung

Untuk melihat langsung kondisi pelayanan, Kementerian Kesehatan mengirimkan tim pemantau ke sejumlah rumah sakit di Bandung. Pemantauan dilakukan setelah muncul informasi mengenai kenaikan okupansi kamar. Rumah Sakit Bandung Kiwari dan Rumah Sakit Hasan Sadikin menjadi dua fasilitas kesehatan yang diperiksa.

Hasilnya, Kemenkes Nilai Belum Ada Lonjakan berarti pada jumlah pasien yang datang melalui IGD. Andi menyampaikan bahwa unit gawat darurat memang menerima banyak pasien setiap hari dengan beragam keluhan. Oleh sebab itu, suasana ramai di IGD tidak otomatis menandakan seluruh pasien datang karena influenza.

“Dan sampai saat ini, berdasarkan hasil pemantauan bahwa yang masuk melalui IGD tersebut, itu cenderung masih sama dengan hari-hari sebelumnya,” kata Andi.

Pasien influenza disebut hanya menyumbang sekitar 10 persen dari total pasien yang berobat ke IGD. Proporsi tersebut masih relatif sama dengan kondisi sebelumnya. Artinya, peningkatan influenza yang terpantau di masyarakat belum menimbulkan tekanan besar tambahan terhadap pelayanan kegawatdaruratan di rumah sakit yang dipantau.

Influenza Meningkat, Layanan Darurat Tetap Terkendali

Kemenkes Nilai Belum Ada Lonjakan ini menjadi dasar bagi masyarakat untuk tetap waspada tanpa panik. Kenaikan kasus di komunitas tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan pasien yang membutuhkan penanganan di IGD. Sebagian keluhan influenza dapat ditangani melalui pemeriksaan medis sesuai kebutuhan, terutama bila gejala belum tergolong darurat.

Andi berharap jumlah kasus yang membutuhkan perawatan rumah sakit tetap dapat dikendalikan. Kementerian Kesehatan juga menginginkan peningkatan kasus influenza tidak berkembang menjadi situasi yang mengganggu pelayanan kesehatan atau menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Kita berharap bahwa tidak ada lonjakan yang mengakibatkan bahwa ada juga kepanikan di situ, kemudian juga karena tingginya kasus dan lain sebagainya. Kita berharap tentunya bahwa kasus influenza, terutama yang masuk ke rumah sakit itu bisa tertanggulangi dan kasus yang masuk ke rumah sakit itu terkendali,” kata Andi.

IGD melayani pasien dengan berbagai kondisi kesehatan, bukan semata-mata penyakit pernapasan. Karena itu, jumlah kunjungan di layanan darurat perlu dilihat bersama jenis keluhan dan tingkat keparahan pasien. Berdasarkan pemantauan di Bandung, komposisi pasien influenza di IGD belum menunjukkan perubahan yang besar.

Pemantauan akan tetap penting dilakukan selama tren influenza meningkat hingga penghujung 2026. Perkembangan situasi dapat dilihat dari jumlah kasus, kebutuhan perawatan, hingga kemampuan rumah sakit dalam menjaga pelayanan. Saat ini, indikator yang diperiksa pemerintah masih memperlihatkan kondisi IGD yang stabil.

FAQ Kenaikan Influenza dan Kondisi IGD

Apakah kenaikan influenza berarti IGD rumah sakit penuh?

Tidak selalu. Kemenkes menyatakan jumlah pasien yang masuk melalui IGD di rumah sakit yang dipantau masih cenderung sama dengan hari-hari sebelumnya. Ramainya IGD juga dapat disebabkan oleh berbagai penyakit dan kondisi medis lain.

Berapa proporsi pasien influenza di IGD?

Pasien influenza mencakup sekitar 10 persen dari keseluruhan pasien yang datang ke IGD. Angka tersebut disebut masih relatif serupa dengan kondisi normal sebelum peningkatan kasus influenza pada September 2026.

Mengapa kasus influenza mulai meningkat pada September?

Peningkatan tersebut dinilai sebagai pola musiman yang dapat dipengaruhi kondisi pancaroba dan kemarau panjang. Kasus influenza cenderung mulai meningkat pada September dan dapat tetap tinggi hingga akhir tahun.

Apakah masyarakat perlu panik?

Tidak. Masyarakat dianjurkan tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan mencari pertolongan medis apabila keluhan memburuk atau membutuhkan penanganan. Namun, berdasarkan pemantauan terbaru, belum terlihat lonjakan pasien influenza di IGD yang mengganggu layanan rumah sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *