Rejabar

Jelang Musim Hujan, Wali Kota Bandung Dorong Perbaikan Drainase Cegah Banjir

ilustrasi-hujan-yang-mengguyur-daerah-istimewa-yogyakarta-diy-selama_251229092234-493

Bandung Siapkan Pembenahan Drainase Menghadapi Hujan Berintensitas Tinggi

Kabarteras.com – Pemerintah Kota Bandung mulai mempercepat langkah pencegahan banjir menjelang musim hujan yang diperkirakan tiba pada November. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta perangkat dinas dan unsur kewilayahan bergerak bersama membersihkan serta membenahi saluran air di berbagai lokasi.

Persiapan ini menjadi perhatian karena musim hujan tahun ini diproyeksikan berlangsung lebih singkat, sekitar tiga bulan. Meski durasinya lebih pendek, volume hujan yang berpotensi turun disebut setara dengan akumulasi hujan dalam musim enam bulan. Kondisi tersebut membuat kapasitas drainase dan kelancaran aliran air menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko genangan.

“Sekarang sedang mengerahkan semua wilayah tidak hanya kedinasan agar melakukan pembersihan tali-tali air. Memang ada beberapa titik sedang ada perbaikan, baik di jalan protokol maupun di jalan kewilayahan,” ucap dia di Bandung, Senin (5/10/2026).

Pembersihan Saluran Dilakukan di Jalan Utama hingga Lingkungan

Upaya yang didorong Pemkot Bandung tidak hanya menyasar ruas jalan utama. Perbaikan dan pembersihan juga diarahkan ke jalan-jalan di tingkat wilayah. Pendekatan ini diperlukan karena persoalan genangan tidak selalu muncul di koridor besar, melainkan dapat berawal dari saluran lingkungan yang tersumbat atau tidak mampu mengalirkan air secara lancar.

Drainase berfungsi mengalirkan limpasan air hujan dari jalan dan kawasan permukiman menuju saluran berikutnya. Ketika aliran terganggu, air dapat tertahan di permukaan dan menimbulkan genangan, terutama saat hujan turun deras dalam waktu singkat. Karena itu, pembersihan tali-tali air menjadi salah satu pekerjaan awal yang diprioritaskan sebelum puncak musim hujan.

Farhan menekankan perlunya kewaspadaan lebih tinggi terhadap potensi hujan berintensitas besar. Waktu hujan yang singkat tidak berarti dampaknya ringan. Justru, curah hujan yang terkonsentrasi dalam periode pendek dapat menambah tekanan terhadap saluran air di titik-titik yang selama ini rawan tergenang.

“Durasi intensitasnya tinggi. Nah, jadi kita mesti hati-hati sekali dalam rangka menjaga hal tersebut,” kata dia.

Titik Rawan Banjir Menjadi Fokus Penanganan

Pembenahan drainase akan difokuskan pada ruas yang berulang kali terdampak genangan atau banjir. Farhan menyebut kawasan seperti Cibaduyut dan Cimindi sebagai contoh lokasi yang membutuhkan perhatian khusus. Penanganan di kawasan tersebut tidak dapat dilakukan sepihak karena berkaitan dengan wilayah administrasi yang saling berbatasan.

Untuk masalah air yang melintasi batas daerah, Pemkot Bandung berencana memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Cimahi dan Pemerintah Kabupaten Bandung. Kerja sama antarpemerintah menjadi penting agar perbaikan saluran tidak berhenti pada satu titik atau satu wilayah saja. Aliran air tidak mengikuti batas administratif, sehingga solusi drainase juga perlu diselaraskan dari hulu hingga area yang menerima limpasan.

“Penanganannya adalah di drainase, itu dulu yang ditangani. Karena kalau jalan langganan seperti Cibaduyut misalnya, atau Cimindi misalnya, itu kita mesti koordinasi antara pemerintahan dengan kabupaten dan juga kota Cimahi,” kata dia.

Koordinasi tersebut diharapkan membantu memperjelas langkah penanganan pada titik perbatasan. Perbaikan jaringan air di satu daerah perlu terhubung dengan kapasitas saluran di daerah lain agar air tidak sekadar berpindah dan menimbulkan genangan baru di lokasi berbeda.

Sumur Resapan Disiapkan di Bandung Timur

Selain membersihkan dan memperbaiki drainase, Pemkot Bandung juga menyiapkan pembangunan sejumlah sumur resapan. Program ini direncanakan antara lain untuk wilayah timur kota, termasuk Ciwastra. Sumur resapan dapat membantu air hujan masuk ke dalam tanah sehingga limpasan di permukaan berkurang.

Langkah tersebut melengkapi pembenahan saluran air. Drainase berperan mengarahkan aliran, sedangkan sumur resapan membantu menahan sebagian air hujan agar tidak seluruhnya langsung masuk ke jaringan saluran. Kombinasi keduanya diharapkan dapat memperkuat kesiapan kawasan perkotaan menghadapi hujan deras.

Bagi warga, kesiapan menghadapi musim hujan juga berkaitan dengan kondisi lingkungan terdekat. Saluran yang terbuka dan bebas hambatan akan lebih mudah menjalankan fungsinya saat hujan turun. Pembenahan yang dilakukan pemerintah di jalan protokol maupun kawasan kewilayahan menjadi bagian dari upaya menekan dampak genangan sebelum intensitas hujan meningkat.

Dengan prediksi hujan yang terkonsentrasi dalam tiga bulan, pekerjaan pembersihan saluran, perbaikan titik bermasalah, koordinasi lintas daerah, dan pembangunan sumur resapan menjadi agenda penting Bandung menjelang November. Fokus awal tetap diarahkan pada drainase agar air hujan dapat mengalir lebih baik di ruas-ruas yang selama ini kerap terdampak banjir.

Frequently Asked Questions

What is Jelang Musim Hujan Wali Kota Bandung?

Jelang Musim Hujan Wali Kota Bandung is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Jelang Musim Hujan Wali Kota Bandung matter?

Jelang Musim Hujan Wali Kota Bandung matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *