Khazanah

Puluhan Masjid Bayu Georgia Terancam Punah, Warisan Utsmani yang Terlupakan

kondisi-masjid-ghulebi-di_261008135019-352

Puluhan Masjid Bayu Georgia Terancam Punah

Kabarteras.com – Puluhan Masjid Bayu Georgia Terancam punah akibat usia bangunan, cuaca, minimnya perawatan, serta keterbatasan sumber daya untuk pemugaran. Masjid-masjid kayu bersejarah di wilayah Adjara, Georgia, itu menjadi saksi penting perjalanan komunitas Muslim di kawasan yang memiliki warisan Utsmani kuat.

Bangunan-bangunan tersebut tersebar terutama di kawasan Adjara Atas. Sebagian masih digunakan warga untuk beribadah, tetapi sebagian lain memerlukan perbaikan serius. Ada pula masjid yang telah lama ditinggalkan, sehingga kondisi struktur kayu, atap, lantai, dan ornamen di dalamnya terus memburuk.

Ancaman terhadap masjid kayu ini bukan semata persoalan fisik bangunan. Jika tidak segera dirawat, Georgia berisiko kehilangan bagian penting dari sejarah keagamaan, kebudayaan, dan arsitektur masyarakat Adjara. Warisan tersebut juga memperlihatkan keberagaman identitas Georgia, negara yang mayoritas penduduknya memeluk Kristen Ortodoks.

Masjid Gulebi dan jejak keindahan yang memudar

Salah satu bangunan yang berada dalam kondisi memprihatinkan adalah Masjid Gulebi. Kelelawar masih beterbangan di dalam bangunan, sedangkan bagian lantainya mulai lapuk. Meski kerusakan telah terlihat di sejumlah sudut, keindahan masjid itu belum sepenuhnya hilang.

Ornamen interior berwarna merah dan biru masih tampak, walaupun warnanya mulai pudar. Ukiran rumit pada mimbar juga menjadi pengingat akan keterampilan para pembuat masjid pada masanya. Detail-detail tersebut menunjukkan bahwa masjid kayu di Adjara tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, melainkan juga karya arsitektur bernilai tinggi.

"Hati saya hancur membayangkan bahwa bahkan di masa hidup saya pun saya mungkin akan menyaksikan lenyapnya masjid ini," ujar aktivis muda asal Adjara, Lia Dekanadze.

Kekhawatiran Dekanadze menggambarkan perasaan banyak pihak yang melihat warisan lokal perlahan rusak. Ketika bangunan kayu tidak diperbaiki secara tepat, kerusakan kecil dapat berkembang menjadi ancaman besar bagi keseluruhan konstruksi. Karena itu, pemeliharaan rutin menjadi kebutuhan mendesak bagi masjid-masjid yang masih tersisa.

Warisan Utsmani di tengah masyarakat Adjara

Puluhan Masjid Bayu Georgia Terancam lenyap tidak dapat dipisahkan dari sejarah Islam di Adjara. Islam hadir di wilayah tersebut sekitar empat abad lalu, ketika kawasan itu berada dalam pengaruh Kekaisaran Utsmani. Sejak saat itu, tradisi Islam berkembang dan membentuk bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Gulebi merupakan satu dari lebih dari 50 masjid kayu bersejarah di Adjara Atas. Masjid-masjid itu dibangun dalam rentang 1817 hingga 1926. Rentang waktu tersebut menjadikan setiap bangunan memiliki nilai dokumentasi tersendiri mengenai perkembangan kehidupan sosial dan keagamaan warga Muslim di Georgia.

Hingga kini, sekitar sepertiga penduduk Adjara beragama Islam. Keberadaan masjid-masjid tua ini karenanya masih relevan bagi masyarakat, baik sebagai ruang ibadah maupun sebagai simbol memori bersama. Pelestarian bangunan tidak berarti hanya menjaga kayu dan ukiran, tetapi juga merawat hubungan masyarakat dengan sejarahnya.

Perlunya pelestarian yang berkelanjutan

Upaya penyelamatan perlu memperhatikan karakter asli bangunan. Pemugaran yang tidak tepat dapat menghilangkan unsur bersejarah yang justru menjadi nilai utama masjid. Karena itu, perbaikan idealnya dilakukan dengan mempertahankan bentuk, material, ornamen, dan fungsi bangunan sejauh mungkin.

Puluhan Masjid Bayu Georgia Terancam menjadi pengingat bahwa warisan budaya dapat hilang secara perlahan apabila tidak mendapat perhatian. Dukungan pemeliharaan, dokumentasi kondisi bangunan, serta keterlibatan warga setempat dapat membantu memastikan masjid-masjid bersejarah ini tetap bertahan untuk generasi berikutnya.

FAQ tentang masjid kayu bersejarah di Adjara

Di mana masjid-masjid kayu tersebut berada?

Masjid-masjid kayu bersejarah itu berada di wilayah Adjara, khususnya kawasan Adjara Atas, Georgia.

Berapa jumlah masjid kayu bersejarah di kawasan tersebut?

Terdapat lebih dari 50 masjid kayu bersejarah di Adjara Atas. Sebagiannya masih digunakan untuk ibadah, sementara lainnya membutuhkan perbaikan atau telah ditinggalkan.

Kapan masjid-masjid itu dibangun?

Masjid-masjid tersebut dibangun antara 1817 hingga 1926, menjadikannya bagian penting dari warisan arsitektur dan sejarah Islam di Adjara.

Mengapa masjid-masjid itu perlu dilestarikan?

Masjid-masjid itu menyimpan nilai keagamaan, sejarah, dan seni. Pelestariannya penting untuk menjaga jejak komunitas Muslim serta warisan Utsmani di Georgia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *