Investasi Awal Rp10 Triliun Dorong Pengembangan Manufaktur dan Energi Bersih
Kabarteras.com – PT Tiran Nusantara Grup menjalin kemitraan investasi dengan Conch Investment Holdings (Hong Kong) Ltd. untuk pengembangan industri manufaktur dan energi hijau di Indonesia. Nilai investasi pada tahap awal mencapai Rp10 triliun, dengan kesepakatan ditandatangani pada Jumat, 9 Oktober 2026, di Anhui, Tiongkok.
Kerja sama tersebut mempertemukan grup usaha Indonesia dengan Conch, perusahaan besar asal Tiongkok yang berada di bawah Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok. Penandatanganan dokumen dilakukan Direktur Operasional Tiran Nusantara Grup Andi Karyadi bersama Direktur Conch Li Xin. Presiden Komisaris Tiran Nusantara Grup Andi Amar Mar’uf Sulaiman turut menyaksikan agenda itu.
Fokus pada Baterai, Kemasan, Energi Angin, dan Sampah
Sejumlah proyek masuk dalam cakupan kerja sama awal ini. Keduanya akan mengembangkan pabrik bahan anoda untuk baterai litium, fasilitas produksi kemasan plastik, pembangkit listrik tenaga bayu atau PLTB, serta pembangkit listrik tenaga sampah atau PLTSa.
Pilihan sektor tersebut mencerminkan arah investasi yang tidak hanya bertumpu pada manufaktur konvensional. Bahan anoda merupakan salah satu komponen penting dalam rantai produksi baterai litium. Sementara itu, PLTB dan PLTSa berkaitan dengan pengembangan sumber energi alternatif sekaligus pengelolaan limbah. Kehadiran proyek-proyek itu diharapkan memperkuat proses hilirisasi serta mendukung peralihan industri menuju penggunaan energi yang lebih bersih.
Conch telah menjalankan investasi di Indonesia dengan nilai sekitar Rp30 triliun. Perusahaan ini juga bukan pendatang baru dalam kegiatan bisnis nasional. Selain bergerak di bidang material industri dan konstruksi berteknologi tinggi, Conch telah memperluas usaha ke sektor energi baru serta pengolahan limbah.
Kemitraan dengan Tiran Nusantara Grup diposisikan sebagai kelanjutan dari komitmen jangka panjang Conch di Indonesia. Nilai kerja sama yang kini dimulai dari Rp10 triliun juga direncanakan bertumbuh secara bertahap pada masa mendatang.
“Kerja sama ini menegaskan kepercayaan mitra internasional terhadap iklim investasi Indonesia dan kapasitas industri nasional. Kami berkomitmen membangun industri hilir yang mampu menyerap tenaga kerja 5.000 orang dan memperkuat kemandirian ekonomi,” ujar Rezki Mulyadi, Humas PT Tiran Nusantara Grup.
Target penyerapan hingga 5.000 tenaga kerja menjadi salah satu dampak yang diharapkan dari pembangunan proyek-proyek tersebut. Dalam industri manufaktur dan energi, kebutuhan tenaga kerja tidak hanya berada di tahap konstruksi, tetapi juga mencakup operasional fasilitas, distribusi bahan baku, pemeliharaan peralatan, serta layanan pendukung lainnya.
Komposisi Kepemilikan Disesuaikan Tiap Proyek
Struktur kepemilikan dalam kemitraan ini tidak dibuat seragam untuk seluruh proyek. Pada beberapa perusahaan patungan, Tiran Nusantara Grup akan memiliki 49 persen saham dan Conch menguasai 51 persen. Untuk usaha patungan lainnya, susunannya dibalik: Tiran Nusantara Grup memegang 51 persen, sedangkan Conch memiliki 49 persen.
Pengaturan tersebut disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing proyek. Dengan skema yang berbeda, kedua pihak dapat menyesuaikan peran, pendanaan, dan pengelolaan kegiatan usaha pada sektor yang digarap bersama.
Perjalanan Tiran Nusantara Grup
Tiran Nusantara Grup merupakan kelompok usaha yang didirikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Awal perjalanan bisnisnya terkait dengan riset Amran tentang serangan hama tikus. Penelitian tersebut menghasilkan inovasi pengendalian tikus bernama Tiran, akronim dari “Tikus Diracun Amran”.
Pada 1995, Amran mengurus hak paten untuk inovasi tersebut, termasuk Tiran 58PS dan Alpostran. Ia tercatat mempunyai tujuh hak paten dalam inovasi pertanian, khususnya pengendalian hama. Produk-produk itu telah digunakan oleh jutaan petani di Indonesia dan dipasarkan pula ke Jepang, Malaysia, Vietnam, Thailand, serta sejumlah negara lainnya.
Usaha yang bermula dari inovasi pertanian itu berkembang pada 2004 menjadi embrio Tiran Nusantara Grup. Dengan modal pinjaman Rp500 ribu pada masa awal, grup tersebut kini menaungi puluhan perusahaan dan mempekerjakan ribuan orang. Bidang usahanya mencakup pertambangan, energi, perdagangan, logistik, dan kawasan industri.
Di sektor logistik, Tiran Nusantara Grup mengoperasikan puluhan kapal angkut, ratusan dump truck, dan berbagai alat berat. Armada itu digunakan untuk mendukung pergerakan bahan baku serta hasil produksi antardaerah. Grup tersebut telah melakukan investasi di beragam sektor sejak 2007.
“Seluruh perusahaan dalam Tiran Nusantara Grup dimiliki oleh Mentan Amran. Alhamdulillah lini usaha Tiran Nusantara Grup lainnya berkembang, meski usaha utama racun tikus ditutup sejak Amran pertama kali diangkat menjadi Menteri Pertanian tahun 2014, demi menjaga profesionalisme beliau,” tambah Rezki.
Kegiatan Sosial dan Pembangunan Fasilitas Publik
Di luar aktivitas bisnis, Andi Amran Sulaiman juga dikenal menjalankan kegiatan sosial. Ia telah menyalurkan ribuan beasiswa untuk anak yatim piatu, penyandang disabilitas, dan mahasiswa. Program tersebut juga mencakup mahasiswa asal Palestina, dengan angkatan terbaru berjumlah 112 penerima.
Bantuan kemanusiaan turut diberikan kepada masyarakat yang terkena bencana alam, baik di Indonesia maupun di Turki. Selain itu, Amran membangun masjid bernilai Rp1 triliun yang dapat menampung hingga 20.000 orang. Fasilitas tersebut dirancang sebagai pusat ibadah, pendidikan, peradaban, dan pemberdayaan umat.
Ia juga berinvestasi dalam pembangunan rumah sakit setinggi 17 lantai untuk membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Di tengah rencana ekspansi industri melalui kerja sama dengan Conch, pengembangan fasilitas sosial tersebut menjadi bagian lain dari aktivitas yang dijalankan.
Kesepakatan investasi Tiran Nusantara Grup dan Conch membuka jalan bagi pengembangan industri hilir, energi bersih, serta pengolahan limbah. Realisasi proyek akan menjadi faktor penting dalam menerjemahkan nilai investasi tersebut menjadi fasilitas produksi, lapangan kerja, dan penguatan kapasitas industri nasional.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Tiran Nusantara Grup dan Conch Kerja?
Tiran Nusantara Grup dan Conch Kerja is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Tiran Nusantara Grup dan Conch Kerja matter?
Tiran Nusantara Grup dan Conch Kerja matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

