KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bongkar Taktik Intelijen Israel di Gaza, NAZA Sabet Penghargaan di Festival Film Venesia

Published September 14, 2026 · Updated September 14, 2026 · By Patricia Williams - kabarteras.com

Foto : Patricia Williams - kabarteras.com

NAZA Raih Special Jury Prize di Festival Film Internasional Venesia 2026

Kabarteras.com – Dokumenter NAZA, yang menelusuri dugaan pola operasi militer Israel terhadap warga sipil Palestina di Gaza, memenangkan Special Jury Prize pada Festival Film Internasional Venesia 2026. Penghargaan itu diberikan kepada film berdurasi 80 menit yang disutradarai Yuval Abraham dan Rachel Szor.

Film tersebut menjadi salah satu karya yang paling banyak diperbincangkan sepanjang festival. Saat pemutaran perdana, NAZA menerima sambutan berupa tepuk tangan berdiri selama 25 menit. Capaian itu sempat membuat film ini dipandang sebagai kandidat kuat Golden Lion, penghargaan tertinggi festival.

Golden Lion akhirnya jatuh kepada sineas Denmark May el Toukhy melalui drama pascaperang Woman Unknown. Sementara itu, Special Jury Prize menempatkan NAZA sebagai salah satu karya unggulan dalam jajaran penghargaan utama Venesia, setelah Golden Lion dan Silver Lion.

Kesaksian tentang sistem penentuan target

NAZA merupakan hasil investigasi yang dikerjakan hampir tiga tahun. Film ini mengangkat kesaksian sejumlah sumber dari lingkungan militer dan intelijen Israel yang memilih berbicara tanpa membuka identitas mereka. Pengambilan gambar dilakukan pada malam hari dari atap sebuah gedung di Tel Aviv.

Para pembuat film berupaya menghadirkan penjelasan langsung dari orang-orang yang pernah terlibat dalam sistem penentuan target di Gaza. Abraham menyatakan bahwa fokus utama dokumenter ini ialah menggambarkan cara kerja sistem tersebut secara rinci, termasuk dampaknya terhadap penduduk sipil Palestina.

“Tujuannya sangat sederhana. Kami ingin mendengar, sedetail mungkin, seperti apa sistem pembunuhan di Gaza dan bagaimana sistem tersebut beroperasi,” kata Yuval Abraham.

Judul NAZA berasal dari istilah eufemistis dalam bahasa Ibrani di lingkup intelijen. Istilah itu digunakan untuk merujuk pada perkiraan jumlah warga sipil Gaza yang diperkirakan meninggal dalam serangan udara tertentu.

Film ini juga menyoroti penggunaan teknologi kecerdasan buatan oleh militer Israel dalam proses identifikasi sasaran. Sistem yang dikenal dengan nama “Lavender” disebut memanfaatkan data dari jaringan telekomunikasi di Gaza, mencakup panggilan telepon, pergerakan, dan bentuk interaksi lain, untuk mengidentifikasi orang yang akan dijadikan target.

Salah seorang sumber menggambarkan mekanisme tersebut berjalan dalam skala sangat besar, menyerupai proses di sebuah pabrik. Sumber lain yang pernah terlibat dalam identifikasi target membandingkan proses itu dengan permainan video. Gambaran itu menjadi bagian penting dari pertanyaan yang diajukan film ini: sejauh mana teknologi dapat mempercepat keputusan militer yang berisiko langsung terhadap kehidupan warga sipil.

Pernyataan Yuval Abraham di Venesia

Saat menerima Special Jury Prize, Abraham menyoroti situasi kemanusiaan di Gaza selama berlangsungnya festival. Ia mengatakan bahwa dalam 10 hari sejak festival dimulai, enam anak Palestina telah terbunuh di Gaza.

“Para perwira intelijen Israel yang kami ajak bicara mengatakan kepada kami bahwa pembunuhan massal ini bersifat sistematis: bukan karena kecelakaan, melainkan berdasarkan rancangan, tindakan pembunuhan dan kebijakan yang didasarkan pada dehumanisasi total terhadap warga Palestina,” ujar Abraham di hadapan penonton pada Senin, 14 September 2026.

Abraham juga menekankan bahwa NAZA ditujukan bukan hanya untuk penonton internasional. Ia berharap masyarakat Israel menyaksikan film itu dan menghadapi isu yang dibawanya.

“Ini sangat, sangat penting bagi kami agar warga Israel menonton film ini. Negara kami yang melakukan kejahatan-kejahatan ini,” kata Abraham.

Pernyataan tersebut mencerminkan posisi film sebagai karya dokumenter yang tidak hanya merekam kesaksian, tetapi juga mengajak penonton mempertanyakan pertanggungjawaban, kebijakan militer, dan nilai kemanusiaan di tengah konflik yang terus menelan korban sipil.

Kelanjutan karya para pembuat No Other Land

Yuval Abraham dan Rachel Szor sebelumnya meraih Oscar pada 2025 melalui No Other Land. Dokumenter itu dibuat bersama Basel Adra dan Hamdan Ballal, dua sineas Palestina, dan mengangkat serangan kekerasan pemukim Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Kemenangan tersebut membuat karya terbaru Abraham dan Szor mendapat perhatian besar sebelum tiba di Venesia. Namun, NAZA membawa fokus berbeda: film ini diarahkan pada dugaan cara kerja sistem intelijen dan penggunaan teknologi dalam operasi militer Israel di Gaza.

Lindsay Poulton, kepala dokumenter The Guardian yang juga menjadi salah satu produser NAZA, menilai penghargaan dari juri Venesia memperlihatkan kekuatan film yang memadukan bahasa sinema dengan kerja jurnalistik independen.

“Kami bangga bekerja sama dengan para sutradara yang berani dan berbakat ini, dan seperti mereka kami berharap film ini akan kembali menarik perhatian terhadap apa yang sedang terjadi di Gaza,” kata Poulton.

Arti penghargaan bagi dokumenter konflik

Special Jury Prize diberikan setiap tahun oleh dewan juri Festival Film Internasional Venesia kepada karya yang dipandang memiliki pencapaian istimewa. Posisi penghargaan tersebut berada di bawah Golden Lion dan Silver Lion dalam susunan penghargaan utama festival.

Bagi film dokumenter yang mengangkat konflik, pengakuan di festival internasional dapat memperluas jangkauan kesaksian dan investigasi kepada penonton lintas negara. NAZA menempatkan pengalaman sumber-sumber internal serta pertanyaan tentang pemanfaatan kecerdasan buatan dalam konteks perang sebagai pusat narasinya.

Dengan durasi 80 menit, film ini berusaha memperlihatkan bahwa keputusan yang tampak teknis—seperti pengumpulan data, klasifikasi informasi, dan pemilihan target—memiliki konsekuensi nyata bagi manusia yang hidup di bawah serangan. Penghargaan di Venesia menjadikan NAZA salah satu dokumenter yang membawa perdebatan mengenai Gaza, teknologi militer, dan perlindungan warga sipil ke panggung perfilman dunia.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Bongkar Taktik Intelijen Israel di Gaza?

Bongkar Taktik Intelijen Israel di Gaza is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bongkar Taktik Intelijen Israel di Gaza matter?

Bongkar Taktik Intelijen Israel di Gaza matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.