KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Jalan Lebih Cepat 30 Menit Sehari Dikaitkan dengan Risiko Kematian Lebih Rendah

Published September 15, 2026 · Updated September 15, 2026 · By Patricia Williams - kabarteras.com

Foto : Patricia Williams - kabarteras.com

Jalan Lebih Cepat 30 Menit Dikaitkan dengan Risiko Kematian Lebih Rendah

Kabarteras.com – Jalan lebih cepat 30 menit sehari dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah, terutama pada orang dewasa yang jumlah langkah hariannya masih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa meningkatkan tempo berjalan dapat menjadi pilihan praktis bagi mereka yang sulit menambah durasi aktivitas fisik.

Penelitian ini memberi perspektif bahwa manfaat berjalan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya langkah. Kecepatan saat melangkah juga dapat berperan, khususnya bagi orang yang lebih banyak duduk, memiliki keterbatasan waktu, atau belum mampu mencapai target langkah harian yang tinggi.

Studi melibatkan sekitar 70 ribu orang dewasa

Penelitian tersebut melibatkan sekitar 70 ribu orang dewasa berusia 40 hingga 69 tahun dari Australia dan Spanyol. Hasil kajiannya dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine.

Peserta dibagi dalam empat kelompok berdasarkan jumlah langkah per hari, yaitu kurang dari 5.000 langkah, 5.000 sampai 7.000 langkah, 7.500 sampai 10.000 langkah, serta lebih dari 10.000 langkah. Pembagian ini membantu peneliti menilai kaitan antara jumlah langkah, tempo berjalan, dan risiko kematian.

Selain menghitung total langkah, peneliti juga mengukur peak 30-minute cadence, yakni rata-rata jumlah langkah per menit yang dicapai peserta selama 30 menit paling aktif dalam satu hari. Dengan ukuran ini, penelitian tidak hanya menilai seberapa banyak seseorang berjalan, tetapi juga intensitas langkahnya.

Tempo berjalan lebih penting bagi kelompok dengan langkah rendah

Manfaat paling terlihat pada peserta yang berjalan kurang dari 5.000 langkah per hari. Dalam kelompok ini, mereka yang berjalan sekitar 60 hingga 90 langkah per menit memiliki risiko kematian lebih rendah dibandingkan peserta dengan tempo yang lebih lambat.

Kecepatan sekitar 80 langkah per menit juga dikaitkan dengan risiko kematian lebih rendah pada kelompok dengan total langkah rendah. Artinya, mempercepat ritme berjalan dalam waktu tertentu dapat menjadi pelengkap bagi orang yang belum bisa meningkatkan jumlah langkah secara signifikan.

“Kecepatan dapat menjadi semacam pertukaran, setidaknya sampai batas tertentu,” kata peneliti senior Monash University, Nicholas Koemel, kepada ABC News.

Namun, hasil ini tidak berarti langkah cepat sepenuhnya menggantikan jumlah langkah harian. Tempo berjalan dapat menjadi alternatif atau tambahan ketika seseorang kesulitan berjalan lebih lama dalam sehari.

Jumlah langkah harian tetap berperan besar

Peserta yang mencapai sekitar 7.500 hingga 10.000 langkah setiap hari memiliki risiko kematian paling rendah, tanpa bergantung pada kecepatan langkahnya. Temuan tersebut menegaskan bahwa aktivitas berjalan secara konsisten tetap penting bagi kesehatan.

Bagi banyak orang, peningkatan aktivitas dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti berjalan ke tempat yang dekat, menggunakan waktu istirahat untuk bergerak, atau memilih tangga ketika memungkinkan. Jika kondisi tubuh memungkinkan, tempo berjalan dapat ditingkatkan secara bertahap pada bagian tertentu dari aktivitas harian.

Pendekatan bertahap juga relevan bagi usia paruh baya dan lanjut usia. Menyesuaikan target dengan kemampuan fisik dapat membantu kebiasaan berjalan menjadi lebih aman dan mudah dipertahankan.

“Hal utama yang dapat diambil adalah jumlah langkah dan seberapa cepat Anda melangkah sama-sama dapat memengaruhi risiko kematian dan penyakit,” ujar Koemel.

FAQ: Cara Memulai Jalan Lebih Cepat dengan Aman

Apakah harus berjalan cepat selama 30 menit tanpa berhenti?

Tidak harus. Durasi 30 menit dapat dikumpulkan dalam beberapa sesi sepanjang hari, misalnya saat pagi, waktu istirahat, atau sore hari. Yang penting adalah meningkatkan tempo sesuai kemampuan tubuh.

Berapa tempo berjalan yang dapat dicoba?

Studi ini menemukan kaitan manfaat pada kisaran 60 hingga 90 langkah per menit bagi kelompok dengan langkah rendah. Namun, tempo yang tepat dapat berbeda pada setiap orang. Mulailah dengan langkah yang terasa lebih cepat tetapi tetap nyaman untuk bernapas dan berbicara.

Apakah orang dengan kondisi kesehatan tertentu boleh mempercepat langkah?

Orang dengan penyakit jantung, gangguan sendi, masalah keseimbangan, atau kondisi medis lain sebaiknya menyesuaikan aktivitas dengan saran tenaga kesehatan. Hindari memaksakan tempo jika muncul nyeri dada, pusing, sesak yang tidak biasa, atau keluhan lain saat berjalan.

Related Reading