KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ketua POGI Ungkap Bahaya Paparan Asap Karhutla Bagi Ibu Hamil

Published Agustus 28, 2026 · Updated Agustus 28, 2026 · By Sarah Jones - kabarteras.com

Foto : Sarah Jones - kabarteras.com

Asap Kebakaran Hutan dan Lahan Ancam Kesehatan Ibu Hamil, Peringatan Keras dari POGI

Kabarteras.com – Paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda berbagai wilayah Indonesia membawa ancaman nyata bagi kesehatan ibu hamil. Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof. Budi Wiweko, menegaskan bahwa janin dalam kandungan berisiko mengalami gangguan akibat menghirup partikel asap tersebut.

Penjelasan Ilmiah: Zat Pengganggu Endokrin dalam Asap

Menurut dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis fertilitas endokrinologi reproduksi ini, asap karhutla memuat senyawa kimia yang tergolong Endocrine-disrupting Chemicals (EDC). Senyawa-senyawa tersebut mampu mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh manusia. Contoh konkretnya meliputi dioksin, karbon monoksida, serta bisphenol A (BPA).

Prof. Budi menjelaskan bahwa paparan zat-zat tersebut menjadi paling berbahaya bagi ibu hamil yang usianya masih di bawah 12 minggu. Apabila partikel kimia itu terhirup dan terserap ke dalam tubuh, peluang bayi lahir dengan anomali pada organ reproduksi maupun alat kelamin meningkat secara signifikan.

Pesan Langsung dari Ketua POGI

"Kebakaran hutan dan lahan itu asapnya kan berkaitan dengan polusi, sudah pasti tidak sehat. Untuk perempuan sehat saja tidak baik, apalagi untuk ibu hamil,"

Keterangan tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM, dalam kegiatan temu media yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (27/8/2026). Ia menambahkan:

"Jadi sebisa mungkin ibu hamil harus menghindari asap-asap dari karhutla."

Langkah Praktis yang Disarankan

Bagi ibu hamil yang tinggal di kawasan terdampak asap karhutla, Prof. Budi — yang berpraktik di RS Pondok Indah — merekomendasikan beberapa tindakan konkret. Pertama, penggunaan masker setiap kali harus berada di luar ruangan. Kedua, meminimalkan aktivitas di luar rumah agar durasi paparan asap berkurang seminimal mungkin.

Lebih jauh lagi, ia menekankan pentingnya penerapan kebijakan bekerja dari rumah (work from home) bagi ibu hamil yang bermukim di wilayah terdampak. Langkah ini dinilai krusial untuk melindungi kesehatan ibu sekaligus memastikan pertumbuhan bayi tetap optimal selama masa kehamilan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Ketua POGI Ungkap Bahaya Paparan Asap?

Ketua POGI Ungkap Bahaya Paparan Asap is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ketua POGI Ungkap Bahaya Paparan Asap matter?

Ketua POGI Ungkap Bahaya Paparan Asap matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.