Susan Sarandon Ngaku Susah Dapat Peran di Hollywood Akibat Vokal Bela Palestina
Susan Sarandon Ngaku Susah Dapat Peran di Hollywood
Kabarteras.com – Di tengah gemerlap Festival Film Venesia 2026 (2–12 September, Pulau Lido, Italia), aktris peraih Oscar Susan Sarandon membuka percakapan yang jarang terdengar di panggung perfilman: ia mengakui bahwa suara politiknya membela Palestina telah membuat proses audisi dan penawaran peran menjadi jauh lebih sulit. Pengakuan ini ia sampaikan saat mempromosikan film terbarunya, The Echo Chamber, dan langsung menjadi sorotan media internasional.
Mekanisme yang ia gambarkan bukan sekadar penolakan halus dari satu studio. Menurut Sarandon, agensi-agensi besar secara aktif menelepon pihak produksi lain dan meminta agar namanya tidak lagi muncul dalam daftar kandidat pemeran. Bagi seorang aktor dengan puluhan tahun rekam jejak, tekanan struktural semacam itu mengubah dinamika karier secara fundamental.
Pengakuan di Tepi Lido
Menyampaikan pernyataan pada Selasa (8/9/2026), Sarandon memilih kata-kata yang lugas sekaligus getir:
"Saya masih kehilangan tawaran film karena ada agensi yang terus meminta orang-orang untuk tidak mempekerjakan saya. Begitulah relasi kekuasaan di industri ini. Tapi saya merasa masih diterima oleh masyarakat umum, terutama di tingkat internasional."
Ia menambahkan bahwa opini publik global kini jauh lebih terbuka soal solidaritas terhadap Palestina, sementara posisi-posisi kunci di dalam industri perfilman masih dipegang oleh individu dengan pandangan berbeda. Meski demikian, Sarandon menegaskan bahwa ia telah menemukan komunitas dan keluarga yang mendukungnya.
"Ada perubahan sikap di kalangan masyarakat umum, tetapi masih ada posisi-posisi di industri saya yang dipegang oleh kaum Zionis. Tapi saya telah menemukan keluarga dan komunitas saya, dan saya baik-baik saja."
Terima Kasih kepada Andrea Pallaoro
Dalam konteks promosi The Echo Chamber, Sarandon menyampaikan apresiasi langsung kepada sutradara Andrea Pallaoro. Keputusan Pallaoro untuk tetap mengutusnya ke layar lebar, menurut Sarandon, merupakan bentuk keberanian yang langka di tengah iklim industri yang ia gambarkan.
"Saya ingin berterima kasih kepada Andrea karena dia tidak mendengarkan peringatan-peringatan tersebut."
Fakta bahwa seorang sinefil Italia memilih mengabaikan tekanan tersebut menjadi catatan penting tentang bagaimana solidaritas lintas batas mampu menembus tembok politik Hollywood.
Bekas Luka 2023 dan Goya Awards
Bukan kali pertama Sarandon menghadapi konsekuensi profesional atas sikap politiknya. Pada 2023, United Talent Agency (UTA) memutus kontraknya setelah ia menyampaikan komentar di sebuah unjuk rasa pro-Palestina di New York. Dalam kesempatan itu ia berkata:
"Banyak orang merasa takut menjadi Yahudi saat ini, dan mereka mulai merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang Muslim di negara ini."
Pernyataan tersebut memicu reaksi luas, dan Sarandon kemudian menyampaikan permintaan maaf. Namun, pemutusan hubungan kerja oleh agensi yang telah menaunginya bertahun-tahun menjadi preseden yang sulit dilupakan.
Masuk awal 2026, narasi tentang pembatasan kariernya semakin menguat. Dalam ajang Goya Awards, ia mengungkapkan bahwa dirinya secara efektif masuk daftar hitam Hollywood akibat dukungannya terhadap Gaza. Ia merinci bahwa kehilangan dukungan agensi terjadi setelah ia ikut berunjuk rasa, berbicara tentang kondisi di Gaza, dan menyerukan gencatan senjata. Kombinasi ketiga tindakan itu mengubah statusnya dari aktris aktif di pasar kerja menjadi figur yang secara diam-diam dihindari oleh pengambil keputusan di studio-studio besar.
FAQ
Apa yang dimaksud Susan Sarandon dengan "susah dapat peran"?
Sarandon menjelaskan bahwa agensi-agensi besar menghubungi pihak produksi lain dan meminta agar namanya tidak lagi dipertimbangkan untuk peran. Dengan kata lain, proses seleksi menjadi tertutup sebelum ia sempat mengikuti audisi atau negosiasi.
Kapan dan di mana pernyataan ini disampaikan?
Pernyataan tersebut diutarakan pada Selasa, 8 September 2026, di Festival Film Venesia yang berlangsung di Pulau Lido, Italia (2–12 September 2026), dalam rangka promosi film The Echo Chamber.
Apakah ini insiden pertama?
Bukan. Pada 2023, UTA telah memutus kontraknya setelah komentar di unjuk rasa pro-Palestina di New York. Di Goya Awards awal 2026, ia kembali menegaskan bahwa dirinya secara efektif masuk daftar hitam Hollywood.
Siapa sutradara film yang ia promosikan di Venesia?
Andrea Pallaoro, sinefil Italia yang menurut Sarandon memilih mengabaikan peringatan dari pihak-pihak yang tidak ingin namanya terlibat dalam produksi tersebut.