KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Inklusi Keuangan Syariah Baru 13 Persen, Bank Aladin Syariah Perkuat Akses Digital

Published Agustus 27, 2026 · Updated Agustus 27, 2026 · By Emily Anderson - kabarteras.com

Foto : Emily Anderson - kabarteras.com

Bank Aladin Syariah Dorong Inklusi Keuangan Syariah Lewat Ekosistem Digital

Kinerja dan Skala Operasional

Kabarteras.com – Hingga akhir kuartal II 2026, Bank Aladin Syariah mencatatkan laba bersih sebesar Rp38,3 miliar. Total aset perseroan telah menyentuh angka Rp15,1 triliun, sementara jumlah nasabah terdaftar melampaui 3,9 juta akun. Angka-angka ini tumbuh seiring ekspansi jaringan layanan digital yang terus diperluas oleh bank tersebut.

Kesenjangan Literasi dan Inklusi

Data terkini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat Indonesia terhadap keuangan syariah telah berada pada level 43,07 persen. Namun, angka inklusi—yakni proporsi warga yang benar-benar menggunakan produk dan layanan syariah—baru menyentuh 13,24 persen. Selisih yang cukup lebar ini mengindikasikan bahwa pengetahuan saja tidak cukup tanpa adanya akses nyata ke layanan.

Strategi Akses Bersama Alfa Group

Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Rachmadi, menegaskan bahwa memperluas jangkauan layanan merupakan elemen krusial dalam pengembangan sektor keuangan syariah. Ia menekankan bahwa edukasi publik harus berjalan beriringan dengan tersedianya layanan yang mudah dijangkau dan relevan dengan kebutuhan harian masyarakat.

Sebagai bank syariah berbasis digital, perseroan mengandalkan kemitraan dengan Alfa Group untuk memperluas titik sentuh layanan. Lebih dari 25.000 gerai minimarket Alfa Group yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia menjadi salah satu kanal bagi masyarakat untuk mengakses layanan perbankan syariah yang terhubung langsung dengan aktivitas keseharian mereka.

"Kolaborasi para pemangku kepentingan semakin penting mengingat tantangan pengembangan keuangan syariah saat ini tidak hanya terletak pada peningkatan pemahaman masyarakat, tetapi juga pada mendorong pemanfaatan produk secara nyata," kata Koko dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8/2026).

"Kami percaya bahwa literasi yang baik perlu diiringi dengan akses yang mudah terhadap layanan keuangan syariah yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari. Sebagai bank syariah digital, Bank Aladin Syariah berkomitmen menghadirkan pengalaman perbankan yang sederhana, inklusif, dan memberikan manfaat nyata, sekaligus mendukung upaya OJK dalam memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia," ujar Koko.

Partisipasi dalam EKSiS 2026

Langkah memperluas akses juga diwujudkan melalui kehadiran Bank Aladin Syariah pada Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2026 yang berlangsung 20–23 Agustus 2026 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta. Dalam acara tersebut, perseroan memperkenalkan berbagai produk perbankan syariah digital kepada khalayak luas.

Dua produk unggulan yang ditawarkan antara lain Ala Impian dengan skema bagi hasil 8 persen per tahun, serta Ala Deposito yang memberikan total benefit 8,5 persen per tahun selama masa berlaku program.

Pandangan ke Depan

Bank Aladin Syariah menilai bahwa penguatan ekosistem digital merupakan faktor penentu dalam memperluas pemanfaatan layanan keuangan syariah. Dengan kombinasi akses digital dan jaringan fisik yang semakin luas, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak opsi untuk mengintegrasikan layanan perbankan syariah ke dalam aktivitas finansial harian mereka.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Inklusi Keuangan Syariah Baru 13 Persen?

Inklusi Keuangan Syariah Baru 13 Persen is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Inklusi Keuangan Syariah Baru 13 Persen matter?

Inklusi Keuangan Syariah Baru 13 Persen matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.