KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Changan Luncurkan SDA Pilot, ADAS dengan LiDAR untuk Bantu Pengemudi Berkendara Aman

Published September 11, 2026 · Updated September 11, 2026 · By Emily Jackson - kabarteras.com

Foto : Emily Jackson - kabarteras.com

Changan Perkenalkan SDA Pilot untuk Memperluas Bantuan Keselamatan Berkendara

Kabarteras.com – Changan Group memperkenalkan SDA Pilot, teknologi bantuan mengemudi canggih yang dirancang untuk membantu pengemudi menghadapi berbagai situasi di jalan. Sistem Advanced Driver Assistance System atau ADAS tersebut diperkenalkan di Chongqing, China, pada akhir pekan lalu, sebagai bagian dari pengembangan intelligent driving yang telah dijalankan perusahaan selama bertahun-tahun.

Teknologi ini tidak dimaksudkan menggantikan tanggung jawab pengemudi. Sebaliknya, SDA Pilot dikembangkan untuk memberi dukungan tambahan melalui kemampuan membaca lingkungan kendaraan, memperingatkan potensi risiko, serta membantu sejumlah fungsi mengemudi dan parkir. Kehadiran sistem semacam ini semakin relevan ketika kendaraan menghadapi lalu lintas padat, perubahan kondisi cuaca, hingga beragam objek tak terduga di sekitar jalan.

Tiga Tingkatan SDA Pilot

Changan membagi SDA Pilot ke dalam tiga tingkatan, yaitu Pro, Max, dan Ultra. Penempatan teknologi secara berjenjang memungkinkan fitur bantuan berkendara disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan kendaraan yang menggunakannya. Perusahaan juga menyampaikan bahwa versi dengan kemampuan lebih tinggi akan diperkenalkan secara bertahap.

Varian paling lengkap adalah SDA Pilot Ultra. Sistem ini membawa Highway Navigation Cruise Assist atau NCA untuk mendukung perjalanan di jalan raya, Urban NCA untuk penggunaan di lingkungan perkotaan, serta intelligent parking assist yang mencakup lebih dari 400 skenario. Selain itu, SDA Pilot Ultra memiliki 31 fitur keselamatan aktif.

Fitur-fitur tersebut menggambarkan arah pengembangan ADAS modern: bukan hanya memberikan peringatan, melainkan memadukan sensor, perangkat komputasi, dan perangkat lunak agar kendaraan dapat menilai kondisi sekitar dalam waktu singkat. Dalam praktiknya, sistem bantuan seperti ini dapat mendukung pengemudi saat menghadapi kendaraan lain, perubahan jalur, ruang parkir, atau kondisi jalan yang kompleks.

LiDAR dan Chip Berdaya Komputasi Tinggi

SDA Pilot Ultra ditopang chip komputasi dengan kemampuan 560 TOPS serta sensor LiDAR 256-line. TOPS merupakan ukuran kemampuan pemrosesan yang menunjukkan seberapa banyak operasi dapat dilakukan sistem dalam satu detik. Kapasitas besar diperlukan karena kendaraan harus menerima, mengolah, dan menilai informasi dari banyak sumber secara hampir bersamaan.

LiDAR berperan sebagai sensor aktif untuk membantu memetakan lingkungan di sekitar kendaraan. Perangkat ini digunakan bersama sistem komputasi untuk mendeteksi objek dan menilai perubahan kondisi jalan dalam hitungan milidetik. Kecepatan pengolahan data menjadi penting karena situasi di jalan dapat berubah sangat cepat, terutama pada lalu lintas perkotaan atau ketika kendaraan melaju di jalan raya.

Changan menyebut LiDAR aktif pada SDA Pilot dapat memproses data hingga frekuensi 10 Hz. Rancangan tersebut ditujukan agar sistem tetap mampu membantu mendeteksi objek dan bahaya potensial dalam kondisi yang menantang, termasuk saat cahaya terbatas, terkena silau, hujan, maupun kabut.

Kemampuan sensor dalam beragam kondisi menjadi salah satu elemen penting dalam teknologi bantuan berkendara. Kamera dapat menyediakan informasi visual yang berguna, tetapi situasi seperti hujan deras atau pencahayaan ekstrem dapat menambah tantangan bagi sistem deteksi. Karena itu, penggabungan berbagai jenis sensor dan pemrosesan data menjadi pendekatan yang umum digunakan untuk meningkatkan pemahaman kendaraan terhadap sekelilingnya.

Model End-to-End dari Data Berkendara Nyata

Pengembangan SDA Pilot juga memanfaatkan teknologi end-to-end large model. Sistem tersebut telah dilatih memakai lebih dari 20 juta segmen data berkendara dari kondisi nyata. Data ini digunakan untuk membantu kendaraan mengenali keadaan di jalan serta menentukan respons berkendara yang sesuai dengan situasi yang dihadapi.

Pendekatan end-to-end memungkinkan sistem mempelajari keterkaitan antara informasi lingkungan dan keputusan mengemudi. Namun, fungsi bantuan pengemudi tetap perlu dipahami sebagai pendukung, bukan pengganti kewaspadaan manusia. Pengemudi masih harus memperhatikan jalan, mematuhi aturan lalu lintas, dan siap mengambil alih kendali ketika diperlukan.

Penggunaan data dari kondisi nyata juga mencerminkan kompleksitas jalan yang tidak selalu dapat dijelaskan hanya melalui skenario terbatas. Arus kendaraan, marka, cuaca, pencahayaan, perilaku pengguna jalan, serta kondisi ruang parkir dapat berubah dari satu tempat ke tempat lain. Sistem yang dilatih dengan kumpulan data besar diharapkan memiliki dasar yang lebih luas untuk mengenali pola-pola tersebut.

Interaksi Suara dan Visual untuk Pengguna

Selain membantu fungsi mengemudi, SDA Pilot membawa sistem navigasi interaktif berbasis multimodal large model. Teknologi ini menggabungkan pemrosesan visual dan suara, sehingga pengguna dapat menyampaikan perintah dengan bahasa sehari-hari. Pendekatan tersebut dapat membuat interaksi dengan kendaraan terasa lebih alami dibandingkan perintah yang harus disampaikan dalam format sangat spesifik.

Sistem itu juga dirancang untuk mengenali pola dan preferensi berkendara pengguna. Kemampuan personalisasi dapat menjadi bagian dari pengalaman penggunaan kendaraan modern, selama tetap ditempatkan dalam kerangka keselamatan dan kendali pengemudi. Antarmuka yang mudah digunakan berpotensi mengurangi kebutuhan pengemudi untuk mengalihkan perhatian ke layar saat sedang berkendara.

Kelanjutan Riset Intelligent Driving Changan

Peluncuran SDA Pilot merupakan kelanjutan dari riset Changan pada bidang intelligent driving. Perusahaan telah mulai mengembangkan teknologi terkait sejak 2009. Pada 2011, Changan membuat prototipe untuk fungsi peringatan tabrakan depan dan peringatan keluar jalur.

Perjalanan dari fitur peringatan awal menuju sistem yang menggabungkan NCA, bantuan parkir, LiDAR, serta model kecerdasan buatan menunjukkan perkembangan teknologi kendaraan yang semakin terintegrasi. Meski demikian, nilai utama dari ADAS tetap terletak pada kemampuannya membantu pengemudi mengurangi risiko dan meningkatkan kesadaran terhadap kondisi di sekitar kendaraan.

Dengan SDA Pilot, Changan menempatkan kombinasi perangkat keras berkemampuan tinggi, sensor aktif, dan perangkat lunak berbasis data sebagai fondasi sistem bantuan berkendaranya. Pengenalan tiga varian Pro, Max, dan Ultra juga membuka ruang bagi penerapan teknologi secara bertahap seiring perkembangan lini kendaraan dan kebutuhan pengguna.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Changan Luncurkan SDA Pilot ADAS?

Changan Luncurkan SDA Pilot ADAS is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Changan Luncurkan SDA Pilot ADAS matter?

Changan Luncurkan SDA Pilot ADAS matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.