KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Garuda Indonesia Terapkan Sistem Bagasi Berbasis Koli, Berat Koper tak Bisa Lagi Diakumulasi

Published Agustus 26, 2026 · Updated Agustus 26, 2026 · By Matthew Miller - kabarteras.com

Foto : Matthew Miller - kabarteras.com

Garuda Indonesia Beralih ke Sistem Bagasi Per Koli Mulai September 2026

Kabarteras.com – Per 1 September 2026, Garuda Indonesia resmi mengimplementasikan mekanisme bagasi berbasis jumlah koli (Piece Concept) bagi seluruh tiket yang diterbitkan atau dibeli sejak awal bulan tersebut. Perubahan ini mengubah cara penumpang menghitung kuota bagasi mereka di bandara.

Penjelasan dari Manajemen

Neil Raymond Mills, Direktur Transformasi Garuda Indonesia, menyampaikan bahwa tujuan utama transisi ini adalah memberikan kejelasan sejak tahap perencanaan perjalanan. Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta pada Rabu (26/8/2026).

"Yang ingin kami dorong adalah agar pelanggan memiliki informasi yang semakin jelas sejak merencanakan perjalanan, berapa jumlah bagasi yang dapat dibawa dan berapa batas berat setiap bagasi. Dengan begitu, persiapan dapat dilakukan lebih awal dan proses perjalanan di bandara pun diharapkan semakin seamless."

Mills menegaskan bahwa transparansi informasi bagasi akan memungkinkan penumpang mempersiapkan diri secara lebih matang sebelum tiba di terminal keberangkatan.

Mekanisme Piece Concept dalam Praktik

Dalam kerangka baru ini, kuota bagasi tidak lagi diukur dari total berat kumulatif, melainkan dari jumlah koper individual beserta batas berat masing-masing. Sebagai ilustrasi, tiket yang mencantumkan satu koli dengan batas 23 kilogram berarti penumpang hanya diperkenankan membawa satu koper hingga berat tersebut. Apabila penumpang membawa dua koper yang secara total mencapai angka yang sama, keduanya tetap dihitung sebagai dua koli terpisah.

Prinsip serupa berlaku untuk alokasi dua koli. Tiket bernilai 2 pieces × 23 kilogram mengizinkan dua koper dengan batas 23 kilogram per koper. Penumpang tidak dapat menggabungkan seluruh kuota menjadi satu koper berbobot 46 kilogram.

Alokasi per Kelas dan Rute

Untuk penerbangan domestik kelas ekonomi, kuota bagasi tercatat dapat mencapai satu koli dengan batas berat 23 kilogram. Penerbangan internasional kelas ekonomi memperoleh alokasi hingga dua koli, masing-masing tidak melebihi 23 kilogram.

Penumpang kelas Business maupun First berhak atas hingga dua koli dengan batas berat masing-masing mencapai 32 kilogram, tergantung rute dan ketentuan yang berlaku pada tiket.

Petunjuk Praktis bagi Penumpang

Garuda Indonesia mengingatkan bahwa rincian bagasi selalu bergantung pada kombinasi rute, kelas penerbangan, dan jenis tiket. Oleh karena itu, data yang tertera pada e-ticket merupakan acuan utama yang harus diperiksa sebelum keberangkatan.

Penumpang dianjurkan menimbang setiap koper secara terpisah guna memastikan tidak ada satu pun yang melampaui batas berat yang diizinkan. Selain itu, menyisakan ruang kosong di dalam koper menjadi langkah bijak bagi mereka yang berencana membawa barang tambahan saat perjalanan pulang. Perlu dicatat bahwa tas tambahan yang masuk sebagai bagasi tercatat tetap diperhitungkan sebagai satu koli tersendiri.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Garuda Indonesia Terapkan Sistem Bagasi Berbasis?

Garuda Indonesia Terapkan Sistem Bagasi Berbasis is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Garuda Indonesia Terapkan Sistem Bagasi Berbasis matter?

Garuda Indonesia Terapkan Sistem Bagasi Berbasis matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.