KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Lindungi Pekerja Migran, Menko PM Dorong BPJSTK Kolaborasi dengan Asuransi Swasta

Published Agustus 27, 2026 · Updated Agustus 27, 2026 · By Emily Jackson - kabarteras.com

Foto : Emily Jackson - kabarteras.com

Ekosistem Perlindungan PMI: Menko PM Tuntut Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan Asuransi Swasta

Kabarteras.com – Perlindungan asuransi merupakan kebutuhan paling fundamental bagi setiap Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mengabdi di luar negeri. Sistem yang berlaku wajib menjamin seluruh hak dan risiko pekerja, baik pada tahap pra-keberangkatan maupun sepanjang masa penempatan di negara tujuan. Menyadari urgensi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, menyerukan penguatan menyeluruh atas skema perlindungan asuransi PMI.

Dorongan Kolaborasi dengan Perusahaan Asuransi Profesional

Muhaimin menegaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan, selaku penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan, perlu memperluas kemitraan dengan perusahaan asuransi profesional—baik yang beroperasi di dalam negeri maupun di luar negeri. Tujuannya adalah menutup celah perlindungan yang belum dapat dijangkau secara optimal oleh skema eksisting.

"Kalau sistem asuransi BPJS Ketenagakerjaan adalah asuransi sosial, maka bagaimana caranya agar kita bisa berkolaborasi secara menyeluruh agar perlindungan pekerja secara profesional itu terwadahi."

Ia menambahkan bahwa langkah konkret sudah mulai ditempuh. Dalam kunjungan ke Jepang, Muhaimin membahas langsung isu ini dengan pihak terkait.

"Kemarin saya ke Jepang juga membahas membicarakan ini. Tolong segera ditindaklanjuti dengan berbagai kolaborasi asuransi-asuransi sehingga mereka semua mendapatkan perlindungan yang tepat."

Keberangkatan Bukan Titik Akhir Tanggung Jawab

Menurut Muhaimin, pemerintah tidak boleh sekadar berfokus pada aspek keberangkatan dan penempatan. Penguatan perlindungan asuransi menjadi semakin krusial seiring lonjakan mobilitas tenaga kerja Indonesia ke berbagai negara. Pekerja yang menghadapi risiko selama bekerja di luar negeri harus dipastikan terlindungi secara penuh.

"Asuransi para pekerja ini harus kita pastikan menjadi kebutuhan yang harus terpenuhi secepat-cepatnya."

Pernyataan tersebut diucapkan Muhaimin pada Rabu (26/8/2026) saat meresmikan Malang Migrant Center di Kabupaten Malang, Jawa Timur, sebagaimana disampaikan melalui siaran pers resmi.

Peran Malang Migrant Center dan Koordinasi Multi-Pihak

Muhaimin menekankan bahwa perlindungan PMI harus dibangun sebagai satu ekosistem terintegrasi, bukan sekadar program sektoral. Malang Migrant Center diharapkan menjadi salah satu ruang koordinasi yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, lembaga pelatihan, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi masyarakat, serta para pekerja migran itu sendiri.

Ia juga menyoroti pentingnya memastikan setiap calon PMI memperoleh informasi yang jelas mengenai hak, skema jaminan, dan asuransi sebelum berangkat ke negara tujuan.

Peluang Kerja Global dan Kerja Sama G2G

Beberapa negara—Jepang, Korea, Hong Kong, Taiwan, dan Singapura—menawarkan peluang kerja yang sangat besar bagi PMI. Muhaimin mengingatkan bahwa peluang tersebut harus selalu diiringi kepastian perlindungan dan pemenuhan hak pekerja. Kerja sama antarpemerintah atau Government to Government (G2G) dengan negara-negara penempatan pun perlu terus diperkuat.

"Ini pekerjaan mendesak. Asuransi para pekerja ini harus kita pastikan menjadi kebutuhan yang terpenuhi secepat-cepatnya."

PMI sebagai Warga Negara, Bukan Sekadar Tenaga Kerja

Muhaimin menutup pandangannya dengan menegaskan bahwa perlindungan yang kuat merupakan bagian integral dari transformasi pembangunan yang memberdayakan. Pekerja migran tidak boleh direduksi menjadi sekadar tenaga kerja yang ditempatkan di luar negeri. Mereka adalah warga negara yang keselamatan, kesejahteraan, dan hak-haknya harus dijamin negara.

Ia berharap penguatan sistem perlindungan ini berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi PMI, sehingga pekerja Indonesia mampu bersaing dan naik kelas di pasar kerja global.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Lindungi Pekerja Migran Menko PM Dorong?

Lindungi Pekerja Migran Menko PM Dorong is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Lindungi Pekerja Migran Menko PM Dorong matter?

Lindungi Pekerja Migran Menko PM Dorong matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.