KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

MBG 3T Dinilai Buka Akses Pasar bagi Petani dan Peternak Lokal

Published Agustus 20, 2026 · Updated Agustus 20, 2026 · By Linda Wilson - kabarteras.com

Foto : Linda Wilson - kabarteras.com

MBG di Daerah 3T: Peluang Baru bagi Petani dan Peternak Lokal

Kabarteras.com – KUPANG — Pemerintah terus mendorong agar penyediaan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) bersumber dari komoditas yang tersedia di daerah setempat. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar wilayah sekaligus memanfaatkan potensi pangan lokal secara maksimal.

Pemanfaatan Pangan Lokal sebagai Prioritas

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa daerah dengan kekayaan sumber daya tertentu harus mengoptimalkannya untuk kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Yang kedua yang tidak kalah penting adalah pemanfaatan daripada makanan lokal. Jangan lupa, kita juga punya konsumsi makanan lokal. Kalau daerah 3T, misalkan dia memiliki banyak ikan, ya gunakan ikan dong. Manfaatkan ikan di situ. Makanan lokal jangan dilupakan," kata Ketut.

Akses Pasar Rutin bagi Produsen Lokal

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTT, Bobi Lianto, menilai kehadiran dapur MBG di tingkat desa menciptakan permintaan pangan yang bersifat berkelanjutan. Permintaan rutin semacam itu, menurutnya, memberi petani dan peternak di wilayah terpencil kesempatan nyata untuk masuk ke dalam rantai pasok program.

"Begitu pun dengan adanya MBG 3T yang ada di kampung, di desa-desa ini, juga akan mendorong para petani-peternak kita di daerah, otomatis mereka akan bekerja untuk mempersiapkan itu," ujar Bobi dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).

Ia menambahkan, kebutuhan bahan baku yang terus-menerus tidak hanya meningkatkan volume produksi, tetapi juga menggerakkan perputaran ekonomi di tingkat desa.

Efisiensi Pasokan di Wilayah Terisolasi

Untuk daerah yang menghadapi keterbatasan infrastruktur dan akses transportasi, Bobi menilai pasokan dari wilayah sekitar jauh lebih efisien dibandingkan pengiriman dari jarak jauh.

"Secara hitungan sudah pasti selayak dan sepantasnya, apalagi di daerah yang remote area yang tidak bisa dijangkau, otomatis lebih baik supply-nya ada di kampung itu sendiri," katanya.

Konsolidasi melalui Koperasi Desa Merah Putih

Penguatan rantai pasok lokal juga diarahkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ketut menjelaskan bahwa hasil produksi petani dan peternak kecil dapat dikonsolidasikan lewat koperasi sehingga pemenuhan kebutuhan SPPG menjadi lebih terstruktur dan rutin.

"Pak Kepala Badan yang baru kan sudah memerintahkan ambil dari sisi hulu. Makanya sekarang yang berbahagia itu adalah peternak maupun petani kecil, lalu dibuat ekosistem dalam sebuah koperasi," ujar Ketut.

Penyerapan hasil produksi melalui mekanisme MBG, lanjutnya, turut memberikan kepastian pasar bagi produsen lokal serta membantu menjaga stabilitas harga komoditas pangan di wilayah 3T.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is MBG 3T Dinilai Buka Akses Pasar?

MBG 3T Dinilai Buka Akses Pasar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does MBG 3T Dinilai Buka Akses Pasar matter?

MBG 3T Dinilai Buka Akses Pasar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.