Mendag: BRICS Sepakati Mayoritas Substansi Perdagangan
BRICS Capai Kesepakatan Mayoritas Substansi Perdagangan
Kabarteras.com – Mendag - Para menteri perdagangan dari negara-negara anggota BRICS telah menyetujui sebagian besar substansi yang dibahas dalam pertemuan mereka, meskipun pernyataan bersama belum berhasil dirumuskan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan Menteri Perdagangan BRICS atau yang dikenal sebagai BRICS Trade Ministers' Meeting (TMM) berlangsung di Jaipur, India, pada hari Jumat, 7 Agustus 2026. Dalam sesi penutupan, Mendag Budi menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk memperkuat sistem perdagangan multilateral yang adil, inklusif, terbuka, transparan, serta berbasis aturan.
Empat Poin Utama Pembahasan
Pertemuan kali ini membahas empat hal utama. Pertama, komitmen untuk memperkuat sistem perdagangan multilateral dengan WTO sebagai inti, menempatkan pembangunan sebagai fokus utama, memastikan perlakuan khusus dan berbeda bagi negara berkembang, serta memulihkan sistem penyelesaian sengketa dua tingkat.
Kedua, upaya penguatan internasionalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui peningkatan akses pembiayaan perdagangan. Hal ini mencakup prinsip-prinsip panduan dalam penilaian kredit serta Jaipur Consensus untuk mengkaji mekanisme invoice discounting BRICS.
Ketiga, Workplan on BRICS Shared Understanding on Global Value Chains untuk memperkuat rantai nilai global yang tangguh, efisien, inklusif, dan berkelanjutan. Upaya ini termasuk digitalisasi dokumen perdagangan, peningkatan konektivitas, serta penguatan kawasan ekonomi khusus dan kapasitas industri.
Keempat, BRICS Principles to Facilitate Digitally Delivered Services Across Borders yang mendorong perdagangan jasa digital lintas batas. Prinsip ini juga memperluas perdagangan intra-BRICS, meningkatkan keterampilan digital, serta memperkuat ekonomi digital di negara-negara berkembang.
Dukungan Indonesia terhadap Inisiatif BRICS
Indonesia mendukung penuh berbagai inisiatif konkret BRICS yang memperkuat perdagangan, mulai dari memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM, membangun nilai pasok yang lebih tangguh, serta mendorong transformasi digital. Hal ini penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Mendag Budi di Jakarta pada hari Ahad, 9 Agustus 2026.
Di tengah meningkatnya tantangan perdagangan global, negara-negara anggota BRICS dinilai perlu memperkuat kerja sama ekonomi yang konkret demi menjaga stabilitas perdagangan internasional dan mendukung pertumbuhan negara berkembang.
Indonesia menegaskan pentingnya menjaga sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan melalui WTO yang kuat, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan global. Pada saat yang sama, BRICS perlu terus menghadirkan kerja sama nyata yang memberikan manfaat langsung bagi pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Mendag?Mendag is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Mendag matter?Mendag matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.