Mengenal Cara Kerja Teknologi i-DM pada Jetour T1 dan T2
Teknologi i-DM pada Jetour T1 dan T2: Sistem Penggerak Cerdas dengan Dua Karakter Berbeda
Kabarteras.com – Kendaraan listrik tidak selalu menjadi satu-satunya sumber tenaga. Demikian pula dengan mesin bensin yang tidak bekerja sendiri. Pada dua model SUV plug-in hybrid dari Jetour, kedua sistem ini dapat beroperasi secara bergantian atau bersamaan, menyesuaikan diri dengan kondisi perjalanan. Sistem penggerak yang mengatur hal ini dinamakan Intelligent Dual Mode (i-DM), yang menjadi jantung dari Jetour T1 i-DM dan Jetour T2 i-DM.
Komponen Utama dan Cara Kerja Sistem
Teknologi ini mengintegrasikan mesin bensin, motor listrik, serta transmisi khusus guna mengatur distribusi tenaga secara otomatis. Sistem akan menyesuaikan sumber penggerak berdasarkan situasi kendaraan, mulai dari kemacetan perkotaan hingga perjalanan berkecepatan tinggi di jalan tol.
Dari sisi teknis, i-DM terdiri dari tiga elemen utama: mesin 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, motor listrik, dan Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Ketiga komponen ini berkoordinasi untuk menentukan sumber tenaga yang paling tepat sesuai kondisi perjalanan.
Selama pengoperasian, kendaraan dapat mengandalkan tenaga listrik, mesin bensin, atau kombinasi keduanya. Proses ini berjalan secara otomatis, sehingga pengemudi tidak perlu mengatur sumber tenaga secara manual untuk setiap situasi.
Perbedaan Konfigurasi antara T1 dan T2
Jetour menerapkan pendekatan berbeda untuk kedua modelnya. Jetour T2 i-DM dilengkapi dengan dua motor listrik yang dipadukan dengan transmisi 3 Speed DHT. Konfigurasi ini dirancang untuk menghasilkan respons akselerasi dan kemampuan penggerak yang sesuai dengan karakter SUV untuk perjalanan dan aktivitas di berbagai kondisi jalan.
Sementara itu, Jetour T1 i-DM menggunakan satu motor listrik dan 1 Speed DHT. Konfigurasi tersebut memberikan karakter pengoperasian yang lebih sederhana untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.
Perbedaan lain terletak pada jumlah skenario kerja sistem hybrid. T1 i-DM memiliki lima skenario hybrid, sedangkan T2 i-DM memiliki sembilan skenario. Pengaturan ini dijalankan melalui Hybrid Management System yang menentukan kombinasi kerja mesin dan motor listrik berdasarkan kondisi kendaraan.
Mode Pengemudi dan Pengalaman Berkendara
Pengemudi juga dapat menyesuaikan karakter kendaraan melalui pilihan Driving Mode, Power Mode, dan Battery Level Mode. Pengaturan tersebut memungkinkan penggunaan sistem disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan.
"Setiap konsumen memiliki preferensi berkendara yang berbeda. Karena itu, Intelligent Dual Mode (i-DM) kami hadirkan dengan karakter yang berbeda pada Jetour T1 i-DM dan Jetour T2 i-DM," kata Product Senior Manager PT Jetour Sales Indonesia, Irwan Nugraha Kurnia, dalam sesi temu media di GIIAS 2026.
Product Trainer PT Jetour Sales Indonesia, Fatur Farhananda, menambahkan bahwa sistem i-DM dirancang untuk mengatur penggunaan tenaga pada berbagai kondisi, termasuk lalu lintas perkotaan dan perjalanan di jalan tol.
"Sistem akan secara otomatis memilih skenario penggerak yang paling optimal, baik saat menghadapi lalu lintas stop and go di perkotaan maupun ketika melaju pada kecepatan tinggi di jalan tol," ujar Fatur.
Performa dan Fitur Pengisian Daya
Pada Jetour T2 i-DM, kombinasi baterai dan bahan bakar diklaim mampu menghasilkan jarak tempuh lebih dari 1.200 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar penuh. Angka tersebut merupakan jarak tempuh kombinasi yang bergantung pada kondisi penggunaan kendaraan.
Untuk pengisian baterai, sistem i-DM mendukung AC Charging dan DC Fast Charging hingga 50 kW. Pengisian dari 30 persen hingga 80 persen diklaim dapat dilakukan sekitar 27 menit menggunakan pengisian cepat.
Baterai juga dapat memperoleh tambahan energi ketika kendaraan digunakan melalui sistem regenerative braking dan drive charging. Regenerative braking memanfaatkan energi yang dihasilkan ketika kendaraan melakukan deselerasi untuk dikembalikan ke baterai.
Selain sebagai sistem penggerak, baterai pada kendaraan juga dapat digunakan sebagai sumber listrik eksternal melalui fitur Vehicle to Load (V2L). Sistem tersebut memiliki kapasitas hingga 3,3 kW dan dapat digunakan untuk memasok listrik ke sejumlah perangkat elektronik.
Teknologi i-DM pada akhirnya menempatkan mesin bensin dan sistem elektrifikasi dalam satu sistem penggerak yang dapat beroperasi secara bergantian maupun bersamaan. Perbedaan konfigurasi pada T1 i-DM dan T2 i-DM membuat kedua model memiliki karakter penggunaan yang berbeda meskipun menggunakan basis teknologi hybrid yang sama.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Mengenal Cara Kerja Teknologi i DM?Mengenal Cara Kerja Teknologi i DM is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Mengenal Cara Kerja Teknologi i DM matter?Mengenal Cara Kerja Teknologi i DM matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.