OJK Buka Suara Soal Pemblokiran Rekening Bank Mandiri AMPB
OJK Mendalami Kasus Pemblokiran Rekening Koordinator AMPB di Bank Mandiri
Kabarteras.com – Rekening atas nama Supriyono, yang akrab disapa Mas Botok dan menjabat koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), diblokir oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada 22 Agustus 2026. Rekening itu selama ini berfungsi sebagai wadah pengumpulan dana pribadi maupun donasi publik yang ditujukan untuk mendukung rencana aksi AMPB di hadapan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026. Supriyono mengungkapkan bahwa total dana yang telah terhimpun mencapai sekitar Rp80,9 juta. Ia mempertanyakan pemblokiran tersebut karena terjadi tepat menjelang persiapan logistik dan keberangkatan massa untuk aksi.
OJK: Penundaan Transaksi Berbasis Hukum dan Bersifat Sementara
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan tengah melakukan pendalaman atas pemblokiran rekening tersebut. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa mekanisme penundaan transaksi memiliki landasan hukum yang jelas, yakni Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) serta Pasal 47 POJK Nomor 8 Tahun 2023.
"Sesuai ketentuan dalam POJK tersebut di atas, penyedia jasa keuangan (PJK) dapat melakukan penundaan transaksi sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan mengenai pencegahan dan pemberantasan TPPU," kata Dian dalam pesan singkat kepada Republika, Selasa (25/8/2026).
Dian menambahkan bahwa penyedia jasa keuangan wajib menunda transaksi setelah menerima perintah atau permintaan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), penyidik, penuntut umum, atau hakim. Durasi penundaan dibatasi paling lama lima hari kerja sejak penundaan dilakukan.
Konfirmasi dan Permohonan Maaf dari Bank Mandiri
Sebelumnya, Bank Mandiri telah mengonfirmasi pemblokiran rekening tersebut melalui akun Threads resminya. Dalam pernyataan tertulis, bank menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
"Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku," tulis Bank Mandiri.
Bersamaan dengan itu, Bank Mandiri menegaskan kembali komitmennya untuk menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan regulasi, serta kehati-hatian dalam setiap layanan perbankan.
Langkah Lanjutan OJK dan Jaminan bagi Masyarakat
Dian menyampaikan bahwa OJK saat ini berkoordinasi dengan manajemen Bank Mandiri guna melakukan pendalaman lebih lanjut atas permasalahan tersebut.
"Berdasarkan informasi yang ada hingga saat ini, bank di dalam melakukan langkahnya tetap dengan mengacu pada ketentuan yang ada," ujarnya.
OJK menegaskan akan mengambil langkah pengawasan apabila hasil pendalaman menemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku. Bank juga diminta terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan serta melakukan penyelesaian selama masa penundaan berlangsung. Pemantauan tindak lanjut Bank Mandiri, termasuk pemulihan akses rekening apabila proses yang diperlukan telah selesai dan mencapai kesimpulan, akan dilakukan secara ketat.
Dian menekankan bahwa penundaan transaksi yang dilaksanakan sesuai ketentuan merupakan bentuk perlindungan terhadap kepercayaan masyarakat, bukan ancaman. Proses tersebut bersifat sementara dan akan berakhir setelah penyelidikan selesai.
"Dalam hal tidak ditemukan unsur pelanggaran pidana, maka akses kepada rekening seharusnya akan dibuka kembali," katanya.
OJK turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Dana yang disimpan di bank tetap aman, kerahasiaannya dijaga berdasarkan UU Perbankan, serta dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is OJK Buka Suara Soal Pemblokiran Rekening?OJK Buka Suara Soal Pemblokiran Rekening is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does OJK Buka Suara Soal Pemblokiran Rekening matter?OJK Buka Suara Soal Pemblokiran Rekening matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.