PAM Jaya Kejar Layanan Air 100 Persen pada 2029, Tata Kelola Diperkuat
PAM Jaya Perkuat Tata Kelola untuk Wujudkan Akses Air Perpipaan Menyeluruh
Kabarteras.com – Target penyediaan layanan air minum perpipaan bagi seluruh warga Jakarta pada 2029 menjadi fokus utama PAM Jaya. Untuk mendukung perluasan layanan tersebut, perusahaan membenahi tata kelola internal agar pengembangan jaringan, peningkatan kapasitas, serta pengambilan keputusan dapat berjalan tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ambisi cakupan 100 persen bukan semata persoalan pembangunan infrastruktur. Perluasan akses air perpipaan juga menuntut kesiapan organisasi dalam merencanakan kebutuhan layanan, mengelola operasional, dan menjaga setiap proses bisnis tetap transparan. Karena itu, penguatan prinsip Good Corporate Governance atau GCG ditempatkan sebagai bagian penting dari perjalanan perusahaan menuju 2029.
Skor GCG Meningkat pada 2025
Evaluasi GCG PAM Jaya pada 2025 menghasilkan nilai 87,099 dengan predikat sangat baik. Capaian ini naik 1,199 poin dibandingkan penilaian 2024 yang berada pada angka 85,9.
Kenaikan tersebut mencerminkan berlanjutnya pembenahan di dalam perusahaan. Tata kelola yang kuat dibutuhkan agar keputusan terkait layanan publik, investasi pengembangan jaringan, dan pengelolaan aktivitas operasional dapat dilakukan dengan dasar yang jelas serta pengawasan yang memadai.
Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DKI Jakarta, Sofyan Antonius, menekankan bahwa kualitas tata kelola tidak cukup dilihat dari tersedianya dokumen administratif. Hal yang lebih menentukan adalah penerapan prinsip-prinsip GCG secara berkelanjutan dalam pekerjaan sehari-hari perusahaan.
“Kematangan GCG tidak diukur dari banyaknya dokumen, tetapi dari seberapa konsisten implementasi prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran dijalankan,” kata Sofyan dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).
Lima prinsip tersebut menjadi landasan bagi perusahaan untuk menjaga keterbukaan informasi, kejelasan pertanggungjawaban, kepatuhan terhadap kewajiban, kemandirian dalam pengambilan keputusan, serta perlakuan yang adil. Dalam konteks layanan air minum, penerapannya penting karena kebutuhan warga dan skala pengembangan layanan terus meningkat.
Transformasi Membutuhkan Proses yang Tertata
Perkembangan PAM Jaya membawa tanggung jawab yang semakin besar sebagai penyedia layanan publik. Sofyan menilai penguatan tata kelola menjadi semakin relevan seiring pertumbuhan perusahaan dan rencana transformasi kelembagaan yang dihadapi.
Transformasi tersebut membutuhkan proses bisnis yang lebih rapi serta mekanisme pengambilan keputusan yang mampu menjawab kebutuhan perusahaan dalam jangka panjang. Dengan pengelolaan yang terstruktur, pengembangan layanan dapat didukung oleh arah kerja yang konsisten, bukan hanya respons terhadap kebutuhan sesaat.
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menyampaikan bahwa hasil evaluasi GCG 2025 menunjukkan adanya kemajuan dalam perbaikan internal. Bagi perusahaan, tata kelola bukan sekadar indikator penilaian, melainkan fondasi agar aktivitas bisnis dan operasional dapat berlangsung terbuka dan akuntabel.
“Skor dan predikat sangat baik ini menjadi cerminan bahwa PAM Jaya terus membangun perusahaan yang sehat, transparan, akuntabel dan memiliki proses bisnis yang semakin tertata,” ujar Arief.
Predikat sangat baik juga menjadi dorongan bagi PAM Jaya untuk menjaga konsistensi pembenahan. Nilai evaluasi dapat menggambarkan perkembangan, tetapi penerapan tata kelola akan terlihat dalam cara perusahaan menjalankan program, mengelola sumber daya, dan menyusun keputusan bagi kebutuhan pelayanan masyarakat.
Akses Air Perpipaan untuk Seluruh Jakarta
PAM Jaya menetapkan sasaran cakupan layanan air minum perpipaan mencapai 100 persen pada 2029. Tujuannya adalah agar seluruh penduduk Jakarta dapat memperoleh akses terhadap layanan air tersebut.
Untuk mengejar sasaran itu, perusahaan perlu memperluas jaringan perpipaan sekaligus menambah kapasitas layanan. Kedua aspek tersebut berjalan beriringan: jaringan yang bertambah harus ditopang kemampuan operasional yang memadai, sementara peningkatan kapasitas perlu dikelola melalui perencanaan dan pelaksanaan yang tertib.
Bagi warga, cakupan layanan perpipaan yang makin luas berkaitan langsung dengan ketersediaan akses air minum melalui sistem pelayanan yang disediakan perusahaan. Sementara bagi PAM Jaya, target 2029 menuntut kesiapan dari sisi fisik maupun kelembagaan agar perluasan layanan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Penguatan tata kelola menjadi penghubung antara target pelayanan dan kemampuan organisasi untuk mencapainya. Transparansi membantu memastikan proses berjalan terbuka, akuntabilitas memperjelas tanggung jawab, dan proses bisnis yang tertata mendukung keputusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan layanan.
Sepanjang 2025, kenaikan skor GCG menjadi salah satu penanda bahwa perbaikan internal terus bergerak. PAM Jaya akan melanjutkan penguatan tersebut sejalan dengan agenda memperluas layanan air minum perpipaan hingga menjangkau seluruh Jakarta pada 2029.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is PAM Jaya Kejar Layanan Air 100 Persen?PAM Jaya Kejar Layanan Air 100 Persen is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does PAM Jaya Kejar Layanan Air 100 Persen matter?PAM Jaya Kejar Layanan Air 100 Persen matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.