Pelindo Luncurkan ADHARA, Platform Digital Penghubung Ekosistem Maritim dan Logistik
Pelindo Perkenalkan ADHARA untuk Memperkuat Konektivitas Logistik Nasional
Kabarteras.com – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mulai memperkenalkan ADHARA, sebuah platform digital yang ditujukan sebagai penghubung sistem dan layanan di sektor maritim serta logistik Indonesia. Tahap awal pemanfaatannya dikemas dalam kegiatan Early Adoption ADHARA yang berlangsung pada Kamis (1/10) di Museum Maritim Indonesia, Jakarta.
Kehadiran platform ini diarahkan untuk menjawab tantangan keterhubungan dalam rantai logistik. Banyak pelaku usaha telah menggunakan sistem digital untuk menjalankan aktivitas masing-masing, tetapi pertukaran data dan proses antarsistem belum selalu berjalan dalam satu jaringan yang terpadu. ADHARA dirancang untuk menjembatani kondisi tersebut tanpa mengambil alih atau menggantikan aplikasi yang telah digunakan para pelaku ekosistem.
Dengan pendekatan itu, perusahaan logistik, operator pelabuhan, pemilik kargo, pelayaran, dan pihak lain dalam rantai pasok dapat memiliki ruang kolaborasi digital yang lebih terhubung. Informasi, transaksi, serta kebutuhan layanan dapat diproses secara lebih terintegrasi, dengan harapan alur logistik menjadi lebih mudah dipantau dan dikelola.
Efisiensi melalui penyambungan sistem
Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menekankan bahwa integrasi antarsistem menjadi unsur penting dalam memperbaiki proses logistik. Fokusnya bukan hanya pada pengurangan pengeluaran, melainkan juga pada perbaikan cara kerja operasional agar kapasitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
“Semua pelaku ekosistem sudah memiliki sistem masing-masing, tetapi sistem-sistem tersebut belum terintegrasi dan belum tersambung satu sama lain. Melalui ADHARA, kita mengintegrasikan sistem yang ada dalam satu ekosistem logistik. Efisiensi bukan sekadar cutting cost, tetapi bagaimana kita mengoptimalkan kegiatan operasi supaya lebih lean, mendapatkan hasil lebih banyak, sekaligus menurunkan biaya logistik,” ujar Achmad.
Bagi pengguna, ADHARA disiapkan untuk mendukung sejumlah kebutuhan dalam kegiatan logistik. Platform tersebut memungkinkan pemesanan dan pembayaran layanan, pemantauan pergerakan kapal, kontainer, serta kargo secara real-time, hingga pengajuan dokumen satu kali untuk mengakses berbagai layanan dalam mata rantai logistik.
Konsep pengajuan dokumen terpadu menjadi salah satu bagian yang relevan bagi pengguna jasa. Dalam proses logistik, kebutuhan administrasi sering melibatkan beberapa layanan dan pihak yang berbeda. Penyederhanaan akses dokumen melalui satu pintu berpotensi membantu proses kerja menjadi lebih praktis, sambil tetap menghubungkan layanan yang tersedia di dalam ekosistem.
Empat solusi dalam satu ekosistem
ADHARA dikembangkan melalui empat solusi digital yang saling berkaitan, yaitu AdhaOrder, AdhaTrack, AdhaAccess, dan AdhaStore. Keempatnya menjadi bagian dari rancangan platform untuk mendukung aktivitas pemesanan, pelacakan, akses layanan, dan pemanfaatan kebutuhan digital dalam lingkungan maritim maupun logistik.
Selain menghadirkan fitur layanan, platform ini juga diarahkan untuk membantu pengoptimalan kapasitas logistik serta penggunaan data dan analitik dalam proses pengambilan keputusan. Ketersediaan informasi yang lebih terhubung dapat memberi gambaran yang lebih utuh bagi pihak-pihak yang terlibat dalam pergerakan barang dan layanan kepelabuhanan.
Pelindo menugaskan PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) sebagai operator ADHARA. Direktur Utama ILCS Natal Iman Ginting menjelaskan bahwa pengembangan platform tersebut bertumpu pada prinsip keterbukaan, netralitas, keamanan, dan pemanfaatan teknologi cerdas untuk mendorong kerja sama antarpelaku.
“ADHARA adalah platform yang open, terbuka bagi seluruh ekosistem; neutral, tidak mengutamakan pihak tertentu; secure, dengan keamanan data yang terjaga; dan yang lebih penting, smart,” ujar Natal.
Prinsip netralitas penting dalam sebuah platform yang ingin mempertemukan banyak pihak dengan peran dan kepentingan berbeda. Sementara itu, aspek keamanan data menjadi perhatian karena konektivitas digital menuntut pertukaran informasi di antara beragam sistem. ADHARA diposisikan sebagai penghubung yang memungkinkan kolaborasi, bukan sebagai pengganti sistem digital yang telah dimiliki pengguna.
Mendukung integrasi transportasi dan kolaborasi
Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan Mohamad Risal Wasal memandang konektivitas yang terintegrasi dan berkelanjutan sebagai kebutuhan dalam sistem logistik nasional. Keterpaduan akses, kesinambungan layanan, serta ketahanan jaringan menjadi unsur yang perlu diperhatikan ketika ekosistem transportasi dan logistik semakin bergantung pada teknologi.
“Konektivitas itu harus terpadu, terintegrasi, dan juga berkelanjutan. Ada aksesnya, ada keberlanjutannya, dan ada ketahanannya. Kami sudah melihat bagaimana ADHARA diperkenalkan. Semoga dengan adanya ADHARA ini, berbagai persoalan yang sudah terjadi dapat diselesaikan dan integrasi antarsektor bisa semakin baik,” ungkap Risal.
Peluncuran awal ADHARA juga melibatkan pengguna awal dari kalangan industri. PT Meratus Line menjadi salah satu early adopter yang melihat peluang kerja sama lebih luas melalui keterhubungan antarpelaku dalam platform digital.
“Kolaborasi ini dapat menciptakan layanan yang lebih end-to-end, mempercepat proses, sekaligus membuka peluang untuk menghadirkan solusi baru yang sebelumnya mungkin sulit dilakukan,” ujar Heri Cahyono, GM Operation Liner & Terminal Nusantara PT Meratus Line.
Pengembangan ADHARA masuk dalam agenda transformasi Pelindo yang sejalan dengan arah transformasi Danantara Indonesia. Arah tersebut mendorong BUMN untuk meningkatkan efisiensi, integrasi, dan daya saing melalui kolaborasi serta pemanfaatan teknologi digital.
Ke depan, Pelindo berharap semakin banyak sistem, layanan, dan pelaku usaha yang bergabung dalam jaringan ADHARA. Jika keterhubungan ini berkembang secara luas, proses logistik dapat bergerak menuju pola yang lebih sederhana, transparan, berbasis data, dan lebih selaras dengan kebutuhan pengguna jasa.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pelindo Luncurkan ADHARA Platform Digital Penghubung?Pelindo Luncurkan ADHARA Platform Digital Penghubung is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pelindo Luncurkan ADHARA Platform Digital Penghubung matter?Pelindo Luncurkan ADHARA Platform Digital Penghubung matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.