KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pemerintah Sisir Titik Kekeringan, Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan

Published September 27, 2026 · Updated September 27, 2026 · By Jennifer Brown - kabarteras.com

Foto : Jennifer Brown - kabarteras.com

Pemerintah Sisir Titik Kekeringan Perjuangkan Air Petani

Kabarteras.com – Pemerintah Sisir Titik Kekeringan Perjuangkan ketersediaan air bagi petani di sejumlah wilayah Jawa Barat. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau langsung area pertanian di Bekasi, Karawang, dan Cirebon untuk memastikan persoalan pengairan sawah dapat ditangani di tengah ancaman musim kering dan El Nino.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas padi serta mendukung target swasembada pangan nasional pada 2026. Ketersediaan air irigasi sangat menentukan keberlangsungan budidaya, terutama bagi sawah yang masih membutuhkan pasokan air untuk menjaga tanaman tetap tumbuh optimal.

Dody menilai pemeriksaan lapangan diperlukan untuk membandingkan laporan dari jajaran sumber daya air dengan kondisi yang benar-benar dialami petani. Dengan melihat lokasi secara langsung, pemerintah dapat mengenali hambatan distribusi air dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.

“Saya ingin memastikan laporan yang disampaikan teman-teman sumber daya air benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Dari laporan, semuanya terlihat baik, tetapi ketika saya turun langsung, ternyata masih ada titik-titik kekeringan. Ini sangat saya sesalkan, karena sejak awal tahun saya sudah mengingatkan agar ketersediaan air untuk sawah dijaga,” kata Dody dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (27/9/2026).

Saluran Tersier di Bekasi Tidak Mengalir

Titik awal kunjungan berada di Desa Karangharja, Kecamatan Kebayuran, Kabupaten Bekasi. Di lokasi itu, saluran irigasi tersier diketahui tidak mengalir meski terdapat sungai besar sekitar dua kilometer dari persawahan dengan debit air yang masih terjaga.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kekeringan di sawah tidak selalu disebabkan oleh tidak adanya sumber air. Masalah dapat terjadi ketika air dari sungai atau sumber lain belum tersalurkan dengan baik menuju jaringan irigasi dan petak lahan pertanian.

Saluran tersier berperan penting karena menjadi jalur yang membawa air lebih dekat ke sawah milik petani. Jika saluran ini terganggu, keberadaan air di sumber terdekat belum tentu dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pengairan tanaman.

Karawang dan Cirebon Memerlukan Solusi Spesifik

Setelah Bekasi, Dody melanjutkan peninjauan ke Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Wilayah tersebut membutuhkan penanganan yang lebih besar sesuai kondisi sawah dan kebutuhan air di lapangan.

Setiap daerah memiliki karakter berbeda, termasuk jarak sumber air, kondisi jaringan irigasi, serta bentang wilayah. Karena itu, Pemerintah Sisir Titik Kekeringan Perjuangkan solusi yang tidak dapat disamaratakan untuk seluruh kawasan pertanian.

Peninjauan berikutnya dilakukan di Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. Di desa ini terdapat persawahan seluas lebih dari 100 hektare yang membutuhkan perhatian terkait kekeringan. Kepastian pasokan air menjadi penting karena gangguan irigasi dapat memengaruhi banyak lahan dalam satu hamparan.

Pompa dan Pipa untuk Mempercepat Pengairan

Dody menekankan bahwa penanganan kekeringan tidak harus selalu menunggu pembangunan infrastruktur berskala besar. Bila sumber air tersedia dekat dengan sawah, pompa dan pipa atau selang dapat digunakan untuk membantu mengalirkan air ke jaringan irigasi.

Penggunaan pompa dapat menjadi pilihan saat kebutuhan air bersifat mendesak. Namun, pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kondisi teknis di lokasi agar air dari sumber yang ada benar-benar dapat mencapai lahan pertanian yang terdampak.

Melalui langkah cepat dan penanganan yang sesuai kebutuhan wilayah, Pemerintah Sisir Titik Kekeringan Perjuangkan kelancaran distribusi air hingga ke sawah. Air tidak cukup hanya tersedia di sungai atau sumber lainnya, tetapi harus dapat dimanfaatkan petani pada saat dibutuhkan.

Air Irigasi dan Ketahanan Pangan

Kelancaran irigasi merupakan bagian penting dari perlindungan produksi pangan. Sawah yang memperoleh pasokan air memadai memiliki peluang lebih baik untuk mempertahankan pertumbuhan tanaman, terutama ketika cuaca kering mengancam ketersediaan air di tingkat lahan.

Peninjauan di Bekasi, Karawang, dan Cirebon memperlihatkan perlunya koordinasi antara kondisi sumber air, jaringan irigasi, serta sarana pengaliran air. Pemerintah Sisir Titik Kekeringan Perjuangkan agar kendala distribusi dapat segera diidentifikasi sebelum berdampak lebih luas terhadap produksi petani.

FAQ Kekeringan Sawah dan Irigasi

Apa yang menjadi perhatian utama dalam penanganan kekeringan sawah?

Perhatian utama adalah memastikan air dapat mengalir dari sumbernya hingga ke lahan pertanian. Ketersediaan air di sungai atau sumber lain perlu didukung jaringan irigasi yang berfungsi agar petani dapat menggunakannya.

Mengapa saluran irigasi tersier penting bagi petani?

Saluran tersier menyalurkan air lebih dekat ke petak-petak sawah. Gangguan pada saluran ini dapat membuat sawah tetap kekurangan air meskipun sumber air berada tidak jauh dari lokasi pertanian.

Apakah pompa air dapat membantu sawah terdampak kekeringan?

Pompa dapat menjadi salah satu pilihan apabila terdapat sumber air di dekat sawah. Pipa atau selang dapat membantu menyalurkan air menuju jaringan irigasi, dengan penerapan yang tetap menyesuaikan kondisi teknis di lapangan.

Related Reading