KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pengguna QRIS Tembus 67 Juta, Sudah Terhubung dengan Enam Negara

Published September 6, 2026 · Updated September 6, 2026 · By Matthew Miller - kabarteras.com

Foto : Matthew Miller - kabarteras.com

QRIS Melampaui 67 Juta Pengguna dan Menjangkau Enam Negara Mitra

Kabarteras.com – Pembayaran digital di Indonesia kini memasuki fase baru yang jauh melampaui batas-batas domestik. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), sistem pembayaran berbasis kode yang dikembangkan oleh Bank Indonesia, telah terhubung secara langsung dengan enam negara mitra. Artinya, seorang warga Indonesia yang bepergian ke Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, maupun China tidak lagi wajib menukar mata uang di money changer setempat. Cukup dengan ponsel pintar yang tersambung ke aplikasi pembayaran, transaksi dapat diselesaikan secara instan.

Konektivitas lintas negara ini bukan sekadar fitur teknis. Ia mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan sistem keuangan internasional, mengurangi ketergantungan pada mata uang asing, dan memangkas biaya konversi yang selama ini menjadi beban bagi wisatawan maupun pelaku usaha kecil yang beraktivitas di perbatasan.

Skala Transaksi Domestik yang Masif

Di dalam negeri, adopsi QRIS telah mencapai skala yang sulit diabaikan. Hingga Juli 2026, akumulasi volume transaksi tercatat menembus angka 15 miliar. Di balik angka tersebut terdapat 67 juta pengguna aktif yang memanfaatkan kode QR untuk membayar berbagai kebutuhan harian, mulai dari warung kelontong hingga pusat perbelanjaan besar. Sementara itu, sisi penerima telah menjangkau 45 juta merchant yang memasang kode QRIS sebagai salah satu kanal pembayaran.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menegaskan bahwa lonjakan transaksi ini bukan fenomena sesaat melainkan hasil dari pematangan ekosistem pembayaran digital secara bertahap. Ia menyampaikan data tersebut dalam forum Lampung Financial Festival yang berlangsung di Bandar Lampung pada Sabtu, 5 September 2026.

"Kita lihat transaksi sampai dengan bulan Juli 2026 itu sudah (volume transaksi) mencapai 15 miliar," ujar Filianingsih.

Infrastruktur yang Menopang Ekosistem

Keberhasilan QRIS tidak berdiri sendiri. Di baliknya terdapat arsitektur infrastruktur pembayaran yang sangat luas. Saat ini, ekosistem tersebut melibatkan 96 bank, 60 penyedia jasa pembayaran nonbank, serta empat entitas switching yang berfungsi sebagai penghubung antar-sistem. Kombinasi ini memastikan bahwa transaksi dapat diproses dengan cepat, aman, dan tanpa hambatan teknis, terlepas dari lembaga keuangan mana yang digunakan oleh pembeli maupun penjual.

Keberadaan ratusan institusi dalam satu jaringan juga menciptakan efek jaringan: semakin banyak pihak yang terhubung, semakin besar nilai praktis bagi setiap pengguna baru. Warung kecil di pedesaan hingga korporasi multinasional kini beroperasi dalam satu kerangka pembayaran yang sama, sebuah integrasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah sistem pembayaran Indonesia.

Dimensi Lintas Negara: Data dan Implikasi

Perluasan QRIS ke luar negeri telah menghasilkan arus transaksi dua arah yang signifikan. Pada periode hingga Juli 2026, transaksi inbound—yakni pembayaran yang dilakukan oleh warga negara asing menggunakan QRIS di Indonesia—mencapai nilai Rp 5,9 triliun atau setara 326,3 juta dolar AS, dengan volume 19,76 juta transaksi. Di sisi lain, transaksi outbound, yaitu pembayaran yang dilakukan warga Indonesia di negara mitra, tercatat sebesar Rp 1,73 triliun atau 95,6 juta dolar AS dengan volume 4,32 juta transaksi.

Perbedaan magnitudo antara inbound dan outbound mencerminkan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata dan pusat perdagangan regional. Volume inbound yang jauh lebih besar menunjukkan bahwa QRIS telah menjadi instrumen pembayaran yang diterima secara luas oleh pelancong asing, sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Praktisitas bagi Masyarakat

Filianingsih menekankan bahwa konektivitas lintas negara ini dirancang agar manfaatnya langsung terasa oleh masyarakat umum, bukan hanya oleh korporasi besar. Bagi seorang wisatawan yang hendak berbelanja di Tokyo atau menikmati kuliner di Bangkok, proses pembayaran kini sesederhana memindai kode QR menggunakan aplikasi di ponsel.

"Kalau nanti teman-teman pergi ke enam negara itu nggak perlu pergi ke money changer, tidak perlu tukar uang di sana, cukup pakai handphone-nya asal ada saldonya," katanya.

Pernyataan ini merangkum esensi transformasi yang sedang berlangsung: penghapusan friksi dalam transaksi lintas batas. Tidak ada lagi antrean di loket penukaran valuta, tidak ada risiko kehilangan uang tunai, dan tidak ada biaya konversi yang menggerus daya beli. Yang tersisa hanyalah satu langkah—memindai kode—yang sama persis dengan yang dilakukan saat membeli kopi di sudut kota mana pun di Indonesia.

Prospek dan Tantangan ke Depan

Enam negara yang telah terhubung merupakan langkah awal dalam peta konektivitas pembayaran Asia-Pasifik. Dengan populasi gabungan lebih dari 1,5 miliar jiwa di wilayah tersebut, potensi ekspansi ke yurisdiksi lain masih terbuka lebar. Namun, setiap penambahan negara mitra membawa kompleksitas tersendiri: standar keamanan data, regulasi perlindungan konsumen, dan kesesuaian infrastruktur switching harus diselaraskan sebelum integrasi penuh dapat diaktifkan.

Di dalam negeri, tantangan berikutnya bukan lagi soal adopsi, melainkan soal kedalaman penggunaan. Dengan 67 juta pengguna dan 45 juta merchant yang telah terhubung, fokus kebijakan kini bergeser ke peningkatan nilai transaksi per pengguna, integrasi dengan layanan keuangan digital lainnya seperti pinjaman mikro dan asuransi mikro, serta penguatan literasi keuangan agar seluruh lapisan masyarakat dapat memanfaatkan QRIS secara aman dan produktif.

Yang jelas, angka 15 miliar transaksi bukan titik akhir. Ia adalah indikator bahwa infrastruktur pembayaran digital Indonesia telah melewati ambang skala dan kini beroperasi sebagai tulang punggung ekonomi riil—dari pasar tradisional hingga gerbang internasional.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pengguna QRIS Tembus 67 Juta Sudah?

Pengguna QRIS Tembus 67 Juta Sudah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pengguna QRIS Tembus 67 Juta Sudah matter?

Pengguna QRIS Tembus 67 Juta Sudah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.