Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Dinilai Perkuat Ekosistem Usaha dan Pariwisata
Mandalika Didukung Jadi Penggerak Ekonomi dan Pariwisata NTB
Kabarteras.com – Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika dinilai berpotensi memperkuat ekosistem usaha dan pariwisata di Nusa Tenggara Barat. Ajang balap dunia ini tidak hanya mendatangkan pengunjung saat perlombaan berlangsung, tetapi juga dapat membuka peluang bagi UMKM, tenaga kerja lokal, serta pelaku usaha dalam rantai pasok pariwisata.
Manfaat jangka panjang menjadi perhatian karena Mandalika diharapkan tidak hanya ramai ketika kalender MotoGP digelar. Kawasan tersebut perlu memiliki daya tarik yang tetap kuat di luar musim balapan agar kunjungan wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berlangsung sepanjang tahun.
Keterhubungan dengan Ekonomi Lokal
Peneliti Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan Badan Riset dan Inovasi Nasional, Anggi Putri Kurniadi, menilai dukungan terhadap kegiatan internasional perlu diteruskan melalui program yang terhubung langsung dengan perekonomian daerah. Menurutnya, sponsorship perlu diikuti upaya yang memperluas manfaat bagi masyarakat setempat.
“Dukungan semacam ini idealnya jangan berhenti pada sponsorship, tetapi berlanjut melalui program yang menghubungkan event dengan UMKM, pariwisata, tenaga kerja, dan rantai pasok lokal sepanjang tahun,” kata Anggi.
Dalam penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, keterhubungan itu dapat diwujudkan melalui kesempatan bagi UMKM untuk menyediakan produk dan layanan, keterlibatan pekerja lokal, serta penggunaan barang dan jasa dari wilayah sekitar. Dengan demikian, perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di area sirkuit, melainkan ikut menjangkau masyarakat dan usaha di NTB.
Belanja pengunjung untuk transportasi, penginapan, makanan, belanja, dan layanan pendukung dapat memberi dampak lebih besar apabila pelaku usaha lokal siap memenuhi kebutuhan tersebut. Keberhasilan ajang ini pun tidak semata-mata diukur dari jumlah penonton, melainkan juga dari peningkatan kapasitas usaha, peluang kerja, dan keberlanjutan ekonomi setelah balapan berakhir.
“Pelajaran yang relevan bagi Mandalika adalah pentingnya membangun local economic linkage, sehingga setiap penyelenggaraan MotoGP secara bertahap meninggalkan peningkatan kapasitas ekonomi yang tetap hidup setelah event berakhir,” ujar Anggi.
UMKM dan Pariwisata Perlu Tumbuh Bersama
Anggi menambahkan bahwa Pertamina memiliki pengalaman dalam program pemberdayaan masyarakat dan UMKM. Pengalaman tersebut dapat dikaitkan dengan agenda MotoGP untuk memperbesar manfaat ekonomi yang bertahan di Mandalika dan wilayah NTB.
Pendampingan yang berkelanjutan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan mutu produk, pelayanan, kesiapan produksi, dan akses ke rantai pasok. Langkah itu penting agar usaha lokal tidak hanya menjadi penjual saat event berlangsung, tetapi juga mampu melayani permintaan wisatawan pada periode lainnya.
“Dalam konteks Mandalika, kesinambungan tersebut dapat diarahkan untuk membangun economic legacy yang terukur,” kata Anggi.
Ekonom Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, juga menekankan bahwa pengembangan Mandalika harus melampaui penyelenggaraan balapan. Kawasan wisata, keterampilan masyarakat, dan aktivitas UMKM perlu berkembang secara bersamaan agar wisatawan memiliki alasan untuk datang kembali di luar jadwal MotoGP.
“Mandalika itu bukan hanya untuk balapan, tetapi perlu dikembangkan juga areanya untuk turis. Branding-nya bukan hanya untuk balapan, tapi juga dikembangkan supaya masyarakat sekitar terampil mengelola pariwisata dan UMKM setelah balapan selesai,” kata Fahmy.
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dan Warisan Ekonomi
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan Mandalika, produk lokal, dan layanan pariwisata NTB kepada pengunjung yang lebih luas. Namun, manfaatnya akan lebih terasa apabila promosi, pelatihan, dan keterlibatan pelaku usaha dirancang untuk menghasilkan dampak yang terus berjalan setelah event selesai.
Warisan ekonomi yang terukur dapat terlihat dari bertambahnya aktivitas usaha, peluang kerja, peningkatan kemampuan produksi, serta semakin luasnya peran masyarakat lokal dalam sektor pariwisata. Pendekatan ini menempatkan MotoGP sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi daerah, bukan sekadar kegiatan tahunan di sirkuit.
FAQ Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Apa manfaat MotoGP bagi UMKM di Mandalika?
MotoGP dapat membuka peluang penjualan produk, penyediaan makanan, penginapan, transportasi, serta layanan wisata. Manfaatnya akan lebih berkelanjutan bila UMKM memperoleh peningkatan kapasitas dan akses ke rantai pasok.
Mengapa pariwisata Mandalika perlu dikembangkan di luar musim balap?
Pengembangan sepanjang tahun membantu menjaga kunjungan wisatawan dan aktivitas usaha tidak hanya bergantung pada satu agenda balapan. Hal ini juga memberi kesempatan lebih besar bagi masyarakat sekitar untuk mengelola peluang ekonomi secara berkelanjutan.