KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pesanan F&B di Tokopedia dan TikTok Shop Naik 95 Persen

Published September 15, 2026 · Updated September 15, 2026 · By Emily Anderson - kabarteras.com

Foto : Emily Anderson - kabarteras.com

Penjualan F&B di Platform Digital Melesat pada Semester I 2026

Kabarteras.com – Perdagangan makanan dan minuman melalui kanal digital semakin menjadi bagian penting dari perjalanan konsumen, dari mencari inspirasi menu sampai menyelesaikan transaksi. Pada semester I 2026, jumlah pelaku usaha F&B yang menjajakan produk lewat Tokopedia dan TikTok Shop melonjak 184 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, volume pesanan tumbuh hampir 95 persen.

Lonjakan tersebut menggambarkan pergeseran yang lebih luas dalam kebiasaan belanja kuliner. Platform digital kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berjualan, melainkan juga ruang untuk menemukan produk baru, melihat pengalaman pelanggan lain, dan membangun hubungan antara merek dengan calon pembeli.

Commercial Partnership TikTok SEA Fadlia Hifzia menyampaikan bahwa naiknya permintaan berlangsung sejalan dengan semakin banyaknya bisnis yang memanfaatkan ekosistem digital untuk bertumbuh.

“Pertumbuhan permintaan itu berjalan dengan bertambahnya pelaku usaha,” ujar Fadlia dalam talkshow TikTok Food Fest 2026 di Jakarta, Senin (15/9/2026).

Konten Kuliner Menjadi Titik Awal Keputusan Konsumen

Penggunaan platform digital dalam aktivitas kuliner terus berkembang karena masyarakat kian terbiasa mencari referensi sebelum memilih makanan. Informasi yang dicari tidak terbatas pada produk yang ingin dibeli, tetapi juga resep untuk dimasak di rumah, rekomendasi tempat makan, hingga ragam tren rasa yang sedang ramai dibicarakan.

Konten makanan memiliki peran besar dalam proses tersebut. Data internal TikTok mencatat pertumbuhan konten bertema kuliner sebesar 52 persen sepanjang 2025. Hingga September 2026, beragam tagar kuliner telah mengumpulkan lebih dari 8 juta ungggahan video.

Besarnya arus konten tersebut memberi pelaku usaha kesempatan untuk memperkenalkan identitas produk secara lebih dekat. Video singkat dapat memperlihatkan cara penyajian, bahan, proses produksi, atau cerita di balik usaha. Bagi konsumen, format ini membantu membayangkan produk sebelum memutuskan untuk membeli atau mendatangi gerai.

Namun, ruang digital juga membuat persaingan semakin ketat. Pertumbuhan jumlah penjual berarti pelaku usaha perlu menjaga kualitas produk, konsistensi pelayanan, serta cara berkomunikasi yang relevan dengan pelanggan. Perhatian konsumen dapat datang cepat, tetapi kepercayaan tetap perlu dibangun melalui pengalaman yang baik.

Cimol Bojot AA Memperluas Jangkauan ke Lima Kota

Salah satu contoh perkembangan usaha melalui pemanfaatan kanal digital datang dari Cimol Bojot AA. Bisnis yang sebelumnya berorientasi pada pasar lokal Bandung itu mulai memperluas cakupan setelah menggunakan berbagai fitur dalam ekosistem TikTok secara lebih serius.

“Dulu mungkin Cimol Bojot AA lokal ya, kita mimpinya lokal aja, Bandung aja cukup. Pas kita serius di TikTok, Alhamdulillah kita bisa buka di berbagai kota di Indonesia,” ujarnya.

Saat ini, Cimol Bojot AA telah beroperasi di lima kota dan melibatkan sekitar 1.200 orang dalam jaringan bisnisnya di Indonesia. Usaha tersebut juga memasang target untuk hadir di lebih banyak kota pada tahun depan.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa visibilitas digital dapat membantu bisnis makanan memperkenalkan produknya melampaui wilayah asal. Meski begitu, ekspansi tetap membutuhkan kesiapan operasional. Produk harus mampu menjaga mutu ketika skala usaha bertambah, sementara layanan di tiap lokasi perlu memberikan pengalaman yang serupa bagi pelanggan.

Pemilik Cimol Bojot AA juga merasakan dampak aktivitas festival terhadap kunjungan fisik ke gerai. Kegiatan Food Fest 2025 disebut ikut meningkatkan trafik pelanggan, termasuk mendorong pelanggan lama untuk datang kembali.

“Setelah event ini, setelah TikTok Food ini, trafik di outlet jauh lebih besar. Secara offline-nya juga,” ujarnya.

TikTok Food Fest 2026 Perkuat Pertemuan Komunitas Kuliner

Pertumbuhan transaksi F&B digital menjadi latar bagi penyelenggaraan TikTok Food Fest 2026. Memasuki tahun ketiga, acara ini mengusung tema “Every Ingredient Tells a Story” dan mempertemukan kreator, pemilik usaha, serta komunitas pencinta kuliner.

Rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak Juli 2026. Puncaknya dijadwalkan pada 26-27 September 2026 di Hutan Kota GBK, Jakarta, melalui festival tatap muka yang melibatkan lebih dari 40 pelaku usaha makanan dan minuman.

Festival tersebut tidak hanya menawarkan kegiatan seputar kuliner. Program Makan Dengan Makna mengajak pengunjung mengenal pilihan makanan yang lebih sehat sambil mendukung donasi bagi Foodbank of Indonesia. TikTok menargetkan penghimpunan donasi sebesar Rp1 miliar dari keseluruhan rangkaian program tersebut.

Keterlibatan unsur sosial dalam agenda kuliner memberi dimensi tambahan bagi pengunjung. Pilihan makan dapat menjadi pengalaman bersama yang menghubungkan hiburan, pengenalan produk, dan kepedulian terhadap akses pangan.

Digitalisasi Membuka Pasar, Sekaligus Menaikkan Tantangan

Kenaikan jumlah pesanan dan pelaku usaha memperlihatkan bahwa transaksi digital telah makin terhubung dengan rantai perdagangan F&B. Konsumen dapat menemukan sebuah produk melalui konten, membandingkan pilihan, lalu melanjutkan pembelian dalam ekosistem yang sama.

Bagi usaha kecil maupun merek yang sedang berkembang, pola tersebut membuka peluang menjangkau pasar di luar area operasional konvensional. Jangkauan yang lebih luas juga dapat mendukung pengenalan merek sebelum sebuah bisnis memutuskan membuka titik penjualan baru.

Di sisi lain, pertumbuhan kanal digital menuntut pelaku usaha untuk semakin cermat mengelola reputasi. Produk yang menarik perhatian perlu diimbangi informasi yang jelas, respons yang baik kepada pelanggan, dan kemampuan memenuhi pesanan. Dalam industri F&B, kualitas pengalaman setelah pembelian akan menentukan apakah perhatian di ruang digital berubah menjadi pelanggan yang kembali.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pesanan F B di Tokopedia dan TikTok?

Pesanan F B di Tokopedia dan TikTok is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pesanan F B di Tokopedia dan TikTok matter?

Pesanan F B di Tokopedia dan TikTok matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.