KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Rosan Umumkan Manajemen DSI, Cipung Noer Komisaris Utama dan Luke Mahony Dirut

Published Agustus 25, 2026 · Updated Agustus 25, 2026 · By Linda Wilson - kabarteras.com

Foto : Linda Wilson - kabarteras.com

Struktur Kepemimpinan Baru DSI Diumumkan: Luke Mahony Pimpin Direksi, Cipung Noer Pimpin Dewan Komisaris

Komposisi Direksi dan Dewan Komisaris

Kabarteras.com – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero), yang dikenal dengan singkatan DSI, kini memiliki susunan pimpinan lengkap. Rosan Roeslani, selaku CEO Danantara Indonesia, secara resmi memperkenalkan nama-nama yang akan mengisi posisi kunci di tubuh perusahaan tersebut.

Di sisi eksekutif, Luke Mahony ditunjuk sebagai Direktur Utama. Ia akan didampingi oleh Sinthya Roesly yang menangani urusan Keuangan dan Treasury, Nur Hidayat Udin untuk Manajemen Risiko, serta Ivan Ferdiansyah Baely yang mengurusi Hukum dan Kepatuhan. Menurut Rosan, formasi direksi ini sengaja dirancang agar pengalaman global di sektor sumber daya alam berpadu dengan kompetensi teknis di bidang keuangan, risiko, hukum, dan kepatuhan.

Sementara itu, fungsi pengawasan diemban oleh Dewan Komisaris yang diketuai Cipung Noer sebagai Komisaris Utama. Anggota dewan lainnya meliputi Tony Wenas, Prof Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja. Rosan menekankan bahwa keempat komisaris tersebut membawa rekam jejak kepemimpinan puluhan tahun, mencakup pengembangan industri dan teknologi, operasi tambang berskala besar di tingkat global, kebijakan perdagangan internasional, investasi, hingga pasar keuangan.

Konteks Pengumuman dan Identitas Merek

Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara bertajuk "Peluncuran Babak Baru Tata Kelola Ekspor SDA" yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, pada Senin (24/8/2026). Dalam kesempatan yang sama, Rosan mengungkapkan bahwa DSI untuk pertama kalinya memperkenalkan identitas mereknya ke hadapan publik, sebuah langkah yang ia sebut sebagai tonggak penting dalam penguatan kelembagaan perusahaan.

"Dewan Komisaris ini membawa pengalaman kepemimpinan selama puluhan tahun dalam pengembangan industri dantechnology, operasi pertambangan global berskala besar, kebijakan ekonomi dan perdagangan internasional, investasi, serta pasar keuangan."

Mandat Operasional dan Cakupan Komoditas

Sebagai BUMN Ekspor yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2026, DSI memegang peran khusus dalam mengintegrasikan ekosistem ekspor nasional agar lebih akuntabel dan tertelusur. Sejak resmi beroperasi pada 1 Juni 2026, perusahaan ini menjalankan mandatnya secara bertahap, mencakup komoditas batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy, dengan tetap menjaga kelancaran arus ekspor serta kepastian berusaha bagi pelaku usaha.

Rosan menegaskan bahwa inti mandat DSI terletak pada penguatan transparansi, tata kelola, dan optimalisasi nilai dalam perdagangan komoditas strategis. Ia menilai bahwa Indonesia membutuhkan kerangka tata kelola yang lebih kokoh, visibilitas transaksi yang lebih baik, serta sistem yang dapat dipertanggungjawabkan secara penuh.

"Ini untuk memastikan nilai yang dihasilkan dari komoditas-komoditas ini dicatat dan dioptimalkan dengan baik bagi kepentingan nasional."

Skala Visibilitas Analitis dan Potensi Optimalisasi Nilai

Dalam rentang waktu sedikit lebih dari dua bulan sejak beroperasi, DSI telah membangun visibilitas analitis atas sekitar 6.500 deklarasi ekspor. Nilai transaksi yang tercakup melampaui 14 miliar dolar AS, dengan volume komoditas melebihi 90 juta ton. Arus perdagangan tersebut melewati lebih dari 50 pelabuhan muat yang tersebar di 25 provinsi, dan ditujukan ke lebih dari 100 negara tujuan.

Dengan mengintegrasikan data domestik ke dalam referensi pasar global, DSI tengah menyusun peta transaksi yang menghubungkan harga, volume, kualitas, klasifikasi Harmonized System (HS), identitas kapal pengangkut, hingga pasar tujuan. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman menyeluruh atas alur perdagangan dan nilai komoditas strategis sepanjang rantai ekspor.

"DSI juga berfokus pada integrasi data ekspor nasional dan pelaksanaan analitik pada tingkat transaksi dengan memanfaatkan sistem pemerintah yang telah ada serta referensi pasar global."

Seiring meluasnya visibilitas pada level transaksi, DSI mulai memetakan titik-titik di mana nilai ekonomi dapat ditangkap secara lebih optimal. Analisis awal yang dilakukan bersama sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengindikasikan potensi optimalisasi nilai sekitar lima miliar dolar AS per tahun.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Rosan Umumkan Manajemen DSI Cipung Noer?

Rosan Umumkan Manajemen DSI Cipung Noer is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Rosan Umumkan Manajemen DSI Cipung Noer matter?

Rosan Umumkan Manajemen DSI Cipung Noer matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.