KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ekonomi Karbon Buka Peluang Nilai Tambah dari Hutan dan Mangrove

Published Agustus 9, 2026 · Updated Agustus 9, 2026 · By Patricia Williams - kabarteras.com

Foto : Patricia Williams - kabarteras.com

Ekonomi Karbon Buka Peluang Nilai Tambah dari Hutan dan Mangrove

Kabarteras.com – Indonesia menghadapi era baru dalam pengelolaan sumber daya alam melalui pendekatan ekonomi karbon. Ekonomi Karbon Buka Peluang Nilai Tambah yang signifikan bagi negara dengan kekayaan hutan, mangrove, dan gambut yang melimpah. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pemanfaatan tradisional, tetapi juga memberikan penghargaan ekonomi terhadap upaya pelestarian lingkungan yang selama ini sering terabaikan.

Perubahan paradigma dalam ekonomi global mendorong terciptanya model bisnis yang memberi nilai pada jasa ekosistem dan biodiversitas. Alam kini dipandang sebagai mitra strategis dalam pembangunan berkelanjutan, bukan sekadar penyedia bahan mentah. Nilai ekonomi yang dihasilkan dari konservasi alam semakin diakui secara internasional melalui berbagai mekanisme perdagangan karbon.

Perspektif VCarboN tentang Ekonomi Karbon

Heppy Trenggono, pendiri dan direktur utama PT Visi Carbon Indonesia, menyoroti perkembangan signifikan dalam valuasi alam. Menurutnya, dunia kini mulai memberikan pembayaran bukan hanya untuk komoditas yang diekstrak, tetapi juga untuk apa yang berhasil dijaga dan dilestarikan. Hal ini membuka peluang baru bagi Indonesia sebagai negara dengan luas wilayah hutan dan mangrove terbesar di dunia.

"Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana ilmu pengetahuan, teknologi, entrepreneurship dan integritas bertemu untuk mengubah kekayaan tersebut menjadi kekuatan ekonomi bangsa," ujar Heppy Trenggono dalam forum NGOBRASREK #4.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Heppy menjadi pembicara utama dalam acara yang diselenggarakan oleh Dewan Profesor Universitas Brawijaya pada hari Jumat, 7 Agustus 2026. Forum ini membahas tema "Carbon Trade dan Masa Depan Indonesia Hijau" dengan menghadirkan berbagai pakar dari sektor akademik dan industri.

Transformasi Struktur Ekonomi Global

Ekonomi karbon melampaui isu lingkungan semata dan mulai mengubah struktur ekonomi dunia secara fundamental. Berbagai mekanisme seperti carbon pricing, perdagangan berbasis intensitas karbon, aliran modal hijau, regulasi lingkungan, teknologi bersih, dan natural capital accounting mulai menjadi standar baru dalam ekonomi global.

Indonesia dipandang memiliki peluang strategis karena memiliki wilayah hutan, gambut, dan mangrove yang luas. Namun, realisasi peluang ini memerlukan dukungan multidimensi, termasuk ilmu pengetahuan, teknologi, tata kelola yang baik, dan sumber daya manusia yang kompeten. Kolaborasi lintas disiplin menjadi kunci keberhasilan dalam mengembangkan proyek-proyek karbon yang berkelanjutan.

Pengalaman VCarboN dalam mengembangkan proyek karbon berbasis mangrove dan peatland di Sumatera Selatan menunjukkan keterlibatan berbagai sektor secara komprehensif. Mulai dari kehutanan, hidrologi, ekologi, GIS, hukum, ekonomi dan keuangan, remote sensing, kecerdasan buatan, biodiversitas, pemberdayaan masyarakat, MRV, hingga investasi menjadi elemen-elemen penting dalam ekosistem ekonomi karbon.

"Di lapangan kami menemukan bahwa ekonomi karbon tidak mungkin dibangun oleh satu disiplin ilmu. Satu proyek karbon mempertemukan begitu banyak keahlian. Karena itu, kami melihat perguruan tinggi memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun masa depan ekonomi karbon Indonesia," jelas Heppy.

Kolaborasi dengan Universitas Brawijaya

Memanfaatkan peluang tersebut, Universitas Brawijaya dan VCarboN membuka ruang penjajakan kerja sama dalam pengembangan ekonomi karbon, natural capital, teknologi iklim, riset, dan sumber daya manusia. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempertemukan kekuatan riset universitas dengan pengalaman implementasi VCarboN dalam pengembangan proyek karbon berbasis alam.

Widodo, Rektor Universitas Brawijaya, menyebutkan beberapa bidang yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi ini. Riset terapan, carbon data dan MRV, remote sensing dan AI, natural capital, biodiversitas, serta pengembangan talenta menjadi fokus utama dalam kerja sama ini.

"Ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan antara lain riset terapan, carbon data dan MRV, remote sensing dan AI, natural capital, biodiversitas, pengembangan talenta, serta keterlibatan akademisi dan mahasiswa dalam penelitian dan pembelajaran berbasis persoalan nyata di lapangan," kata Widodo.

Forum yang Menghimpun Para Ahli

Diskusi tersebut dihadiri oleh Ketua Dewan Profesor, Ketua Senat Akademik, serta jajaran guru besar dan akademisi Universitas Brawijaya. Sukoso, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, bertindak sebagai moderator. Sementara itu, Cahyo Prayogo, Guru Besar Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan, menjadi pembanding dalam diskusi yang berlangsung produktif.

Heppy Trenggono, yang juga menjabat sebagai Pimpinan Gerakan Bela dan Beli Indonesia, menekankan pentingnya menempatkan keberlanjutan dan tata kelola sebagai fondasi pengembangan ekonomi karbon. Nilai ekonomi yang dihasilkan harus sejalan dengan upaya menjaga lingkungan untuk generasi mendatang.

"Pertemuan ini membawa satu pesan penting bahwa masa depan ekonomi hijau Indonesia membutuhkan pertemuan antara alam, ilmu pengetahuan, teknologi, dunia usaha dan integritas, agar kekayaan natural capital Indonesia dapat menciptakan nilai ekonomi sekaligus tetap terjaga bagi generasi mendatang," tutup Heppy.

Frequently Asked Questions

Apa itu ekonomi karbon?

Ekonomi karbon adalah sistem ekonomi yang memberikan nilai ekonomi pada emisi karbon melalui mekanisme seperti carbon pricing dan perdagangan karbon. Pendekatan ini mendorong pengurangan emisi dan investasi dalam solusi berbasis alam.

Berapa luas wilayah hutan dan mangrove Indonesia?

Indonesia memiliki salah satu wilayah hutan dan mangrove terbesar di dunia, yang menjadi aset strategis dalam pengembangan ekonomi karbon dan penyerapan karbon global.

Bagaimana peran universitas dalam ekonomi karbon?

Universitas berperan strategis dalam mengembangkan riset terapan, teknologi iklim, dan sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung implementasi ekonomi karbon di Indonesia.

Apa manfaat ekonomi karbon bagi masyarakat lokal?

Ekonomi karbon membuka peluang nilai tambah bagi masyarakat lokal melalui pemberdayaan, peningkatan pendapatan dari jasa ekosistem, dan pengembangan ekonomi berbasis alam yang berkelanjutan.

Related Reading