KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pertamina Patra Niaga Dampingi Warga Kampung Tua Terih Kembangkan Usaha Hasil Laut

Published Agustus 9, 2026 · Updated Agustus 9, 2026 · By Susan Johnson - kabarteras.com

Foto : Susan Johnson - kabarteras.com

Pertamina Patra Niaga Dampingi Warga Kampung Tua Terih

Kabarteras.com – Kampung Tua Terih di Batam kini menjadi contoh nyata pemberdayaan masyarakat pesisir melalui program Pertamina Patra Niaga Dampingi Warga. Melalui inisiatif Kampung Bahari Si Pelaut yang dikelola Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal Hang Nadim, nelayan dan kelompok perempuan setempat berhasil mengembangkan usaha hasil laut menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan.

Kunjungan dan Penyerahan Bantuan

Pada Rabu (5/8), tim manajemen melakukan kunjungan langsung ke lokasi untuk memantau perkembangan program. Rombongan yang dipimpin Komisaris Utama Sabar Yudo Suroso ini juga melibatkan Komisaris Bambang Suswantono, Wanti Waranei F. Mamahit, serta Komisaris Independen Siti Zahra Aghnia. Hadir pula Direktur Kepatuhan dan Kelembagaan, Kadek Ambara Jaya.

Dalam kunjungan tersebut, para komisaris menyerahkan bantuan berupa 1.000 bibit ikan kakap dan 500 bibit ikan nila kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terihindo Jaya Lestari dan Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari. Rombongan juga mengamati berbagai produk olahan perikanan dan sistem aquaponik yang dikembangkan masyarakat.

Potensi Ekonomi Kelautan

Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, menekankan bahwa Kampung Bahari Si Pelaut memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Program ini dinilai mampu mengolah sumber daya pesisir menjadi kegiatan ekonomi yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Apa yang dikembangkan di sini menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan menjadi kegiatan produktif, sarana edukasi, sekaligus produk yang memiliki nilai tambah. Potensinya sangat baik dan perlu terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas," kata Sabar.

Kelompok Masyarakat yang Terlibat

Program Kampung Bahari Si Pelaut melibatkan empat kelompok utama, yaitu KUB Terihindo Jaya Lestari, KUB Belian Tuah, Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari, dan Poklahsar Sukses Bersama. Keempat kelompok ini mengembangkan berbagai kegiatan, mulai dari budidaya ikan kakap, bawal, dan kerapu, hingga budidaya ikan air tawar dan sayuran melalui sistem aquaponik.

Program ini telah berhasil meningkatkan pendapatan kelompok nelayan dan UMKM perempuan dari Rp27,56 juta menjadi Rp68,45 juta, atau rata-rata sekitar 40% per anggota.

Transformasi UMKM Perempuan

Ketua Poklahsar Sukses Bersama, Dian, menjelaskan bahwa pendampingan yang diberikan membuat para anggota semakin percaya diri dalam mengembangkan usahanya. Bagi para perempuan di kelompok tersebut, kegiatan ini memberikan akses untuk terus berkarya sekaligus membantu menambah penghasilan keluarga.

"Dulu kami hanya UMKM kecil. Setelah mendapat pendampingan, kami dibekali pengetahuan tentang produksi yang higienis, manajemen keuangan, branding, dan pemasaran digital. Dari awalnya hanya satu atau dua produk, sekarang kami memiliki enam produk unggulan. Pendapatan anggota kelompok juga bertambah dan membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari," ungkap Dian.

Dari kulit hingga tulang ikan, kelompok ini berhasil mengolahnya menjadi enam produk unggulan. Produk-produk tersebut meliputi keripik kulit ikan tenggiri dengan rasa original dan pedas manis, kerupuk kulit ikan kakap, swiss roll abon ikan, abon ikan, serta penyedap rasa dari tulang ikan. Kepala udang yang sebelumnya tidak dimanfaatkan juga diolah menjadi penyedap rasa. Beragam produk tersebut kini telah dipasarkan hingga ke Malaysia dan Singapura.

Inovasi Budidaya Ikan

Ketua KUB Terihindo Jaya Lestari, Seno, mengatakan pembinaan dari Pertamina Patra Niaga membantu kelompok nelayan mengembangkan budidaya ikan dalam skala yang lebih besar. Melalui inovasi Budidaya Ikan Terintegrasi (BUDITA/Eco-Dita), masa pemeliharaan ikan berkurang dari 240 hari menjadi sekitar 120 hari sehingga panen dapat dilakukan lebih cepat dan perputaran modal menjadi dua kali lebih cepat.

"Dengan adanya pembinaan, kami dapat membudidayakan ikan hingga ratusan bahkan ribuan ekor. Saat panen, pembeli datang langsung ke kampung dan ikut membeli hasil tangkapan masyarakat lainnya. Jadi, manfaatnya tidak hanya dirasakan kelompok, tetapi juga warga Kampung Teri. Kami berharap Pertamina Patra Niaga terus membimbing para nelayan agar kampung ini semakin berkembang," ujar Seno.

Komitmen Jangka Panjang

Dalam kesempatan terpisah, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang holistik, Pertamina Patra Niaga berharap program Kampung Bahari Si Pelaut dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir yang dapat ditiru di daerah lain.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program

Apa itu Kampung Bahari Si Pelaut? Kampung Bahari Si Pelaut adalah program pemberdayaan masyarakat pesisir yang dikelola Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal Hang Nadim untuk mengembangkan usaha hasil laut di Kampung Tua Terih, Batam.

Berapa peningkatan pendapatan yang dicapai? Program ini berhasil meningkatkan pendapatan kelompok nelayan dan UMKM perempuan dari Rp27,56 juta menjadi Rp68,45 juta, atau rata-rata sekitar 40% per anggota.

Apa saja produk unggulan yang dihasilkan? Kelompok ini menghasilkan enam produk unggulan, yaitu keripik kulit ikan tenggiri, kerupuk kulit ikan kakap, swiss roll abon ikan, abon ikan, penyedap rasa dari tulang ikan, dan penyedap dari kepala udang.

Bagaimana inovasi BUDITA membantu nelayan? Melalui inovasi BUDITA/Eco-Dita, masa pemeliharaan ikan berkurang dari 240 hari menjadi sekitar 120 hari sehingga panen dapat dilakukan lebih cepat dan perputaran modal menjadi dua kali lebih cepat.

Ke mana produk-produk tersebut dipasarkan? Beragam produk olahan hasil laut dari Kampung Tua Terih kini telah dipasarkan hingga ke Malaysia dan Singapura.

Related Reading