KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Di Muktamar Ke-35 NU, Silatnas Lazisnu se-Dunia Perkuat Filantropi Berbasis Riset

Published Agustus 30, 2026 · Updated Agustus 30, 2026 · By Linda Wilson - kabarteras.com

Foto : Linda Wilson - kabarteras.com

Di Muktamar Ke 35 NU Silatnas Lazisnu

Kabarteras.com – Di Muktamar Ke 35 NU Silatnas Lazisnu se-Dunia menjadi sorotan utama ketika ribuan kiai dan ulama berkumpul di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Acara yang diinisiasi NU Care-Lazisnu PBNU ini berlangsung di aula Ponpes Darul Ulum, Peterongan, pada Sabtu (29/08/2026), dan membawa satu misi yang jauh melampaui silaturahmi biasa: menggeser pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan NU dari pendekatan intuisi menuju kerangka berbasis riset dan data.

Partisipasi dan Jangkauan Jaringan

Angka kehadiran mencapai 261 peserta yang mewakili seluruh tingkatan kepengurusan LAZISNU, mulai dari provinsi hingga kabupaten/kota, serta perwakilan luar negeri. Rinciannya: 13 LAZISNU tingkat PWNU mengirim 30 utusan, 111 Lazisnu tingkat PCNU mengirimkan 202 peserta, satu Lazisnu PCINU (luar negeri) diwakili dua orang, dan 27 peserta tambahan melengkapi daftar hadir. Kehadiran delegasi dari Yordania dan Turki menegaskan bahwa forum ini tidak lagi berbatas pada yurisdiksi domestik.

Riri Khariroh, Direktur Eksekutif NU Care-Lazisnu PBNU, menyebut pertemuan tersebut menjangkau para amil dari Sabang hingga Merauke. Ia menekankan bahwa penyelenggaraan di tanah muassis NU, bertepatan dengan momentum Muktamar, memberi bobot spiritual yang tidak dimiliki agenda teknis pada umumnya.

"Ini sebuah kebanggaan bagi kami. Mudah-mudahan mendapatkan keberkahan dari seluruh kiai dan ulama di Muktamar ini," ujar Riri.

Produk Strategis dan Landasan Empiris

Agenda acara dibuka dengan penayangan film pendek bertajuk "Merawat Kepedulian, Membangun Kemandirian" serta video profil yang memetakan rekam jejak NU Care-Lazisnu selama beberapa tahun. Setelah sesi pembuka, dua modul operasional diluncurkan secara resmi: Modul Kampung Nusantara dan Modul UMKM Berdaya. Keduanya berfungsi sebagai panduan standar bagi Lazisnu di tingkat akar rumput agar program pemberdayaan ekonomi dan sosial dapat dijalankan secara konsisten tanpa mengorbankan kekhasan lokal.

Inti intelektual forum ini terletak pada pemaparan hasil survei dari Alvara Research Center. Lembaga riset tersebut menyajikan temuan mengenai perilaku masyarakat NU dalam menunaikan ZIS—faktor pendorong dan penghambat partisipasi, serta pengaruh persepsi transparansi terhadap kepercayaan publik. Riri menegaskan bahwa data semacam itu menjadi prasyarat mutlak bagi perancangan program yang tepat sasaran.

"Selama ini kita sering kali bergerak tanpa data," katanya.

Di samping pemaparan riset, forum juga memfasilitasi Focus Group Discussion yang membahas tiga pilar strategis: penggalangan dana (fundraising), perancangan program, dan tata kelola lembaga. Diskusi kelompok kecil memberi ruang bagi para amil daerah untuk bertukar praktik terbaik sekaligus memetakan hambatan struktural yang mereka hadapi di lapangan.

Konteks dan Implikasi Institusional

Keputusan menjadikan riset sebagai fondasi pengelolaan filantropi NU tidak lahir dalam ruang hampa. Indonesia menaungi lebih dari 30 juta penduduk Muslim dengan jaringan pesantren yang tersebar di hampir setiap kecamatan. NU sendiri, dengan jutaan anggota dan ribuan lembaga pendidikan, mengelola aliran dana sosial berskala besar setiap tahun. Tanpa sistematisasi data, lembaga filantropi berisiko mengalami tumpang-tindih program, inefisiensi alokasi, dan ketergantungan pada donasi yang tidak terprediksi. Modul Kampung Nusantara dan Modul UMKM Berdaya yang diluncurkan dalam pertemuan ini dapat dibaca sebagai respons institusional terhadap kebutuhan standardisasi tersebut.

FAQ

Kapan dan di mana Silatnas Lazisnu se-Dunia dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU digelar? Acara berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di aula Ponpes Darul Ulum, Peterongan, Jombang, Jawa Timur—sekitar beberapa kilometer dari lokasi utama Muktamar di Ponpes Tambakberas.

Siapa yang boleh mengikuti forum ini? Partisipan terbatas pada amil dan pengurus NU Care-Lazisnu di berbagai tingkatan: PWNU (provinsi), PCNU (kabupaten/kota), serta PCINU (luar negeri). Total 261 peserta tercatat hadir.

Apa manfaat praktis Modul Kampung Nusantara dan Modul UMKM Berdaya bagi Lazisnu daerah? Kedua modul menyediakan kerangka operasional terstandar untuk program pemberdayaan ekonomi dan sosial di tingkat akar rumput, sehingga setiap cabang dapat menjalankan intervensi yang terukur, terdokumentasi, dan mudah diaudit tanpa harus merancang panduan dari nol.

Bagaimana hasil riset Alvara Research Center akan digunakan? Temuan survei tentang perilaku donor dan persepsi transparansi menjadi dasar penyusunan strategi penggalangan dana serta desain program ZIS yang lebih responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat NU di berbagai daerah.

Related Reading