Gus Rozin Hadirkan Pendekatan Baru Perkuat Ekonomi Umat
Strategi Ekonomi Syariah Gus Rozin: Dari Akar Rakyat hingga Ekosistem Pesantren
Mengarahkan Keuangan Syariah ke Basis Ekonomi Sehari-hari
Kabarteras.com – KH Abdul Ghaffar Rozin, yang menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, menekankan bahwa inovasi dan inisiatif warga menjadi kunci penguatan ekosistem keuangan syariah di tanah air. Dalam pandangannya, arah pengembangan sektor ini tidak boleh berhenti di level korporasi besar, melainkan harus menjangkau petani, nelayan, pelaku usaha mikro-kecil-menengah, serta jaringan pesantren beserta para alumninya.
"Indonesia memiliki lebih dari 220 juta penduduk muslim, sekitar 140 juta di antaranya berupa petani, nelayan, dan pelaku UMKM. Oleh karena itu, strategi ekonomi syariah harus menyentuh akar ekonomi rakyat agar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan umat,"
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Rozin dalam sebuah sesi diskusi yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (26/8/2026). Ia menegaskan bahwa konsep ekonomi syariah harus benar-benar terhubung dengan persoalan hidup sehari-hari masyarakat, bukan sekadar wacana di ruang-ruang formal.
Menjembatani Kesenjangan antara Pengetahuan dan Keputusan
Gus Rozin mengingatkan bahwa meskipun kesadaran publik terhadap produk syariah sudah relatif tinggi, hambatan terbesar justru terletak pada tahap konversi: mengubah pengetahuan dan niat menjadi keputusan nyata untuk memakai layanan keuangan syariah. Kebiasaan panjang dalam iklim perbankan konvensional membuat banyak orang cenderung membandingkan produk syariah dengan produk konvensional memakai tolok ukur "equivalent" persen, padahal struktur syariah beroperasi melalui mekanisme margin atau nisbah.
"Perlu ada upaya edukasi yang lebih intensif mengenai karakter keuangan sehari-hari dan keunggulan struktur pembiayaan syariah, termasuk kepastian kontrak dan margin yang tidak bergerak semaunya ketika kondisi ekonomi berubah,"
Pesantren sebagai Fondasi Ekonomi Lokal
Menurut Gus Rozin, pesantren jauh melampaui fungsi lembaga pendidikan semata. Sebagai tempat tinggal santri selama 24 jam, pesantren menciptakan ekosistem ekonomi yang luas — mulai dari kebutuhan pangan, energi, bahan bacaan, layanan digital, hingga rantai pasokan lokal. Aktivitas-aktivitas ini melibatkan masyarakat sekitar serta jaringan alumni yang solid, sehingga menjadi aset ekonomi signifikan bagi penguatan ekonomi syariah di tingkat lokal.
"Pesantren memiliki basis komunitas, aktivitas ekonomi, dan khazanah ilmu fikih yang membahas muamalah. Ketiga unsur itu bisa menjadi fondasi kuat untuk mengembangkan ekonomi syariah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,"
Jejak Prakarsa BPRS Sejak 2005
Berbekal pengalaman prakarsa yang dimulai sekitar tahun 2005, KH Abdul Ghaffar bersama sejumlah pesantren merintis pendirian Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) guna menjawab keterbatasan akses pembiayaan bagi UMKM di sekitar lingkungan pesantren. Model awalnya sederhana: modal pesantren disalurkan kepada kelompok usaha, lalu dikembalikan secara bergilir. Dari skema itu, inisiatif berkembang hingga menopang ratusan kelompok masyarakat. Ketika kebutuhan modal terus membesar, pesantren kemudian mendirikan lembaga keuangan syariah agar proses pembiayaan berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Gus Rozin Hadirkan Pendekatan Baru Perkuat?Gus Rozin Hadirkan Pendekatan Baru Perkuat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Gus Rozin Hadirkan Pendekatan Baru Perkuat matter?Gus Rozin Hadirkan Pendekatan Baru Perkuat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.