KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Netanyahu dan Istrinya ke Terowongan Tembok Al-Buraq Picu Kemarahan, Sesumbar Selamanya di Sana

Published September 21, 2026 · Updated September 21, 2026 · By Jennifer Brown - kabarteras.com

Foto : Jennifer Brown - kabarteras.com

Kunjungan Netanyahu ke Terowongan Al-Buraq Memicu Kecaman

Kabarteras.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan istrinya, Sara Netanyahu, menjadi sorotan setelah memasuki salah satu terowongan di bawah Tembok al-Buraq di Yerusalem pada dini hari Ahad, 20 September 2026. Kunjungan itu berlangsung beriringan dengan ritual yang disebut doa Selichot Yahudi dan segera memantik reaksi keras di media sosial.

Netanyahu membagikan sejumlah foto serta video kegiatan tersebut melalui akun Instagram resminya. Dalam rekaman yang diunggah, ia tampak berada di area Tembok al-Buraq dengan pengawalan ketat. Perlindungan tambahan berupa kaca antipeluru juga terlihat mengelilinginya.

Dalam tayangan lain, Netanyahu dan Sara terlihat berjalan memasuki lorong bawah tanah di kawasan Tembok al-Buraq. Pernyataannya dari dalam terowongan kemudian menjadi bagian yang paling banyak diperdebatkan karena menyangkut makna keagamaan dan status Yerusalem.

“Baiklah, kami berada di dalam terowongan di Tembok al-Buraq (Tembok Ratapan). Sungguh menggetarkan dapat menyentuh batu yang menjadi dasar keberadaan kami. Kami berada sangat dekat dengan tempat Mahakudus. Kami berada di sini dan akan selalu berada di sini.”

Ritual Selichot dan kerumunan pemukim

Pada waktu yang hampir bersamaan, sejumlah video di media sosial memperlihatkan ribuan pemukim Israel memasuki pelataran al-Buraq. Lokasi itu berada di sisi barat kompleks Masjid al-Aqsa dan digunakan dalam kegiatan ritual serta doa-doa Talmud.

Rangkaian gambar dari area tersebut menyebar luas dan menimbulkan kemarahan di kalangan pengguna media sosial. Kritik tidak hanya diarahkan kepada kehadiran Netanyahu, tetapi juga kepada simbolisme kunjungan ke terowongan bawah tanah saat ribuan orang berkumpul di pelataran al-Buraq.

Bagi banyak pihak, kawasan ini tidak dapat dipisahkan dari sensitivitas Yerusalem, khususnya karena kedekatannya dengan kompleks Masjid al-Aqsa. Aktivitas keagamaan, pernyataan politik, dan pengaturan akses di sekitar lokasi tersebut kerap dipahami lebih dari sekadar peristiwa biasa. Setiap tindakan pejabat tinggi di kawasan itu memiliki dampak simbolik yang besar.

Pernyataan soal “tempat Mahakudus” dipersoalkan

Sejumlah aktivis dan komentator menilai ucapan Netanyahu mengenai “tempat Mahakudus” serta klaim bahwa Israel akan “selalu berada di sini” sebagai upaya terbuka memperkuat narasi keagamaan tertentu tentang Yerusalem. Mereka memandang pernyataan itu bukan sekadar ungkapan personal dalam sebuah kunjungan ritual.

Kritik juga menyoroti pilihan lokasi kunjungan tersebut. Terowongan di bawah Tembok al-Buraq dipandang memiliki makna yang melampaui unsur arkeologi atau wisata keagamaan. Dalam perdebatan yang berkembang di media sosial, aktivitas di bawah permukaan tanah dianggap berkaitan dengan pertarungan narasi mengenai sejarah, ruang, serta legitimasi keagamaan di kota itu.

Para pengguna media sosial yang mengecam kunjungan tersebut menegaskan bahwa persoalannya tidak berhenti pada pembukaan atau penggunaan sebuah terowongan. Bagi mereka, peristiwa itu berkaitan dengan cara klaim politik dan agama ditampilkan di salah satu kawasan paling sensitif di Yerusalem.

Pernyataan Netanyahu juga dipandang memperbesar kekhawatiran mengenai perubahan fakta di lapangan, baik di area permukaan maupun di bawah tanah. Kekhawatiran itu muncul karena kompleks Masjid al-Aqsa dan area di sekitarnya memiliki kedudukan religius yang sangat penting bagi umat Islam, sekaligus menjadi titik yang terus diperebutkan dalam narasi politik Yerusalem.

Yerusalem tetap menjadi ruang yang sangat sensitif

Reaksi terhadap video Netanyahu memperlihatkan bahwa simbol dan bahasa yang digunakan di Yerusalem selalu membawa konsekuensi luas. Sebuah kunjungan ke situs keagamaan dapat dibaca sebagai pesan politik, terutama ketika dilakukan oleh pemimpin pemerintahan dan disertai pernyataan mengenai keberadaan permanen di lokasi tersebut.

Dalam konteks ini, kemarahan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan keamanan ketat yang mengiringi Netanyahu atau kehadiran Sara Netanyahu di terowongan. Sorotan utamanya tertuju pada pesan yang dibawa melalui kunjungan itu: penguatan klaim keagamaan Israel atas ruang yang bagi warga Palestina dan umat Islam memiliki arti mendalam.

Video dan foto yang beredar pada Ahad dini hari itu kembali mengingatkan bahwa status serta pengelolaan kawasan al-Buraq dan Masjid al-Aqsa tetap sangat rentan memicu ketegangan. Ketika ritual keagamaan berlangsung bersamaan dengan pernyataan politik yang tegas, perdebatan mengenai Yerusalem pun kembali menguat di ruang publik.

Kunjungan Netanyahu ke terowongan Tembok al-Buraq pada akhirnya tidak dipandang sebagai agenda seremonial semata. Rekaman tersebut telah menjadi pusat perbincangan karena mempertemukan unsur keagamaan, klaim sejarah, kehadiran pemukim, dan ketegangan berkepanjangan mengenai masa depan Yerusalem.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Netanyahu dan Istrinya ke Terowongan Tembok?

Netanyahu dan Istrinya ke Terowongan Tembok is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Netanyahu dan Istrinya ke Terowongan Tembok matter?

Netanyahu dan Istrinya ke Terowongan Tembok matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.