KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Perkemahan Pramuka Santri, Sedekah Oksigen dengan Seribu Pohon

Published Oktober 4, 2026 · Updated Oktober 4, 2026 · By Emily Anderson - kabarteras.com

Foto : Emily Anderson - kabarteras.com

Perkemahan Pramuka Santri Sedekah Oksigen Lewat Penanaman Seribu Pohon

Kabarteras.com – Perkemahan Pramuka Santri Sedekah Oksigen menjadi salah satu kegiatan lingkungan dalam Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI 2026 di Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Malang, Jawa Timur. Pada Sabtu (3/10/2026), para peserta mengikuti aksi penanaman seribu pohon di lingkungan pesantren sebagai bagian dari rangkaian perkemahan.

Kegiatan tersebut mengajak santri untuk memadukan pengalaman kepramukaan dengan kepedulian terhadap kelestarian alam. Selain bertemu dan menjalani agenda perkemahan bersama, peserta terlibat langsung dalam penghijauan yang diharapkan memberi manfaat bagi lingkungan pesantren dalam jangka panjang.

Penanaman pohon juga dikaitkan dengan pembelajaran ekoteologi. Dalam konteks ini, menjaga alam bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bentuk tanggung jawab yang dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana dan berkelanjutan. Santri diajak melihat bahwa kepedulian lingkungan perlu hadir dalam kebiasaan sehari-hari.

Seribu Pohon sebagai Aksi Nyata Cinta Lingkungan

Melalui Perkemahan Pramuka Santri Sedekah Oksigen, seribu pohon ditanam sebagai simbol komitmen bersama untuk menjaga ruang hijau. Pohon tidak hanya ditanam untuk memenuhi agenda kegiatan, tetapi juga membutuhkan perhatian setelah proses penanaman selesai. Perawatan menjadi unsur penting agar tanaman dapat tumbuh sesuai harapan.

Aksi tersebut memberi kesempatan kepada peserta untuk memahami hubungan antara ruang hijau, kondisi lingkungan, dan kehidupan sehari-hari. Lingkungan pesantren yang terawat dapat menjadi ruang belajar langsung bagi santri tentang pentingnya menjaga tanaman, tanah, serta keberlanjutan alam di sekitarnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa pelaksanaan penanaman telah dipersiapkan dengan mempertimbangkan jenis pohon, lokasi penanaman, dan teknis kegiatan. Persiapan itu dilakukan agar penghijauan dalam PPSN VI 2026 berjalan sesuai rencana.

Koordinasi juga dilakukan bersama jajaran terkait di Jawa Timur dan Kementerian Agama. Langkah tersebut menunjukkan bahwa kegiatan lingkungan memerlukan perencanaan yang matang, terutama ketika melibatkan banyak peserta dan penanaman dalam jumlah besar di area pesantren.

“Intinya, cinta lingkungan salah satunya diwujudkan dengan menanam pohon,” ujar Khofifah dalam siaran pers yang diterima pada Sabtu (3/10/2025).

Lokasi Tanam Menyesuaikan Kondisi Pesantren

Penentuan titik penanaman dipercayakan kepada pengasuh Pesantren An-Nur II. Keputusan ini penting karena setiap pohon memerlukan lokasi yang sesuai dengan keadaan tanah, ruang yang tersedia, dan kebutuhan pertumbuhannya. Penempatan yang tepat dapat membantu tanaman berkembang dengan lebih baik.

Dalam kegiatan Perkemahan Pramuka Santri Sedekah Oksigen, pemilihan lokasi tidak hanya berkaitan dengan tampilan area perkemahan. Hal itu juga menjadi bagian dari upaya memastikan pohon-pohon yang telah ditanam dapat dipantau dan dirawat setelah para peserta kembali dari kegiatan.

Keterlibatan pihak pesantren memperkuat makna bahwa area penanaman adalah ruang hidup yang perlu dijaga bersama. Pesantren bukan hanya menjadi lokasi kegiatan, tetapi juga tempat tumbuhnya kepedulian santri terhadap lingkungan melalui pengalaman yang mereka jalani secara langsung.

Nilai Kepramukaan dan Ekoteologi Berjalan Bersama

Penanaman seribu pohon memperlihatkan keterkaitan antara nilai kepramukaan dan kepedulian lingkungan. Kedisiplinan, kerja sama, pembagian peran, serta tanggung jawab dapat diterapkan saat peserta menyiapkan lubang tanam, menempatkan bibit, hingga menjaga tanaman setelah ditanam.

Bagi santri, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga alam dapat dimulai dari langkah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menanam pohon, merawat tanaman, dan tidak mengabaikan kebersihan lingkungan merupakan tindakan nyata yang dapat dilakukan secara bersama-sama.

Pembelajaran ekoteologi dalam PPSN VI 2026 diterjemahkan melalui aktivitas lapangan, bukan hanya pembahasan di dalam ruang belajar. Dengan cara tersebut, peserta dapat merasakan langsung bahwa perhatian terhadap alam membutuhkan keterlibatan dan konsistensi.

Perkemahan Pramuka Santri Sedekah Oksigen pun menambah dimensi lingkungan dalam agenda perkemahan santri. Seribu pohon yang ditanam membawa pesan bahwa cinta lingkungan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, dimulai dari menanam dan dilanjutkan dengan merawatnya.

FAQ Perkemahan Pramuka Santri Sedekah Oksigen

Apa kegiatan utama dalam aksi Sedekah Oksigen?

Kegiatan utamanya adalah penanaman seribu pohon oleh peserta PPSN VI 2026 di lingkungan Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Malang, Jawa Timur.

Mengapa lokasi penanaman ditentukan bersama pengasuh pesantren?

Pengasuh pesantren menentukan titik tanam agar jenis pohon dan lokasi yang dipilih sesuai dengan kondisi tanah, ketersediaan ruang, serta kebutuhan pertumbuhan tanaman.

Apa manfaat kegiatan ini bagi peserta?

Peserta memperoleh pengalaman kepramukaan yang sekaligus menanamkan nilai kerja sama, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan perhatian terhadap kelestarian lingkungan.

Related Reading