Respons Bencana, Donatur Dompet Dhuafa Salurkan Beragam Program Kemanusiaan
Program Kemanusiaan Dompet Dhuafa Menjangkau Penyintas Gempa NTT dan Wilayah Bencana Lain
Kabarteras.com – Penanganan bencana membutuhkan dukungan yang berkelanjutan, terutama ketika masyarakat terdampak masih harus memulihkan kehidupan sehari-hari. Hingga 10 September 2026, Dompet Dhuafa meneruskan penyaluran bantuan dari para donatur bagi penyintas gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan layanan yang mencakup pendidikan, kesehatan, kebutuhan pangan, air bersih, hingga dukungan psikologis awal.
Rangkaian bantuan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan warga dari berbagai sisi. Pada bidang pendidikan dan layanan Psychological First Aid atau PFA, bantuan telah menjangkau 2.121 penerima manfaat. PFA menjadi bagian penting dalam respons awal karena penyintas bencana tidak hanya menghadapi kerusakan fisik dan kehilangan kebutuhan dasar, tetapi juga tekanan emosional setelah gempa.
Layanan kesehatan telah diberikan kepada 3.330 penerima manfaat. Di saat yang sama, pemenuhan air bersih menjangkau lebih dari 455 orang, sedangkan bantuan logistik nonpangan telah diterima oleh 1.121 penerima manfaat. Kebutuhan nonpangan dapat mencakup perlengkapan yang membantu keluarga menjalani aktivitas dasar di tengah kondisi pascabencana.
Fokus pada Pangan, Nutrisi, dan Akses Komunikasi
Dalam pemenuhan kebutuhan harian, program nutrisi bagi penyintas telah menyentuh 6.962 penerima manfaat. Penyaluran logistik pangan juga mencapai 5.105 penerima manfaat. Dukungan pangan dan nutrisi menjadi penopang penting agar keluarga terdampak dapat menjaga kondisi tubuhnya selama masa tanggap darurat maupun pemulihan awal.
Dompet Dhuafa turut memberikan bantuan pada kegiatan SAR, evakuasi, serta asesmen kebutuhan dengan cakupan 229 penerima manfaat. Sementara itu, pusat layanan internet telah digunakan oleh 339 penerima manfaat. Akses komunikasi dapat membantu warga yang terdampak untuk tetap terhubung dengan keluarga, memperoleh informasi, serta mengakses kebutuhan layanan yang tersedia.
“Alhamdulillah hingga saat ini Dompet Dhuafa terus mendorong pemulihan masyarakat NTT pasca gempa yang terjadi. Hingga saat ini sudah mencapai 22.142 total jiwa penerima manfaat yang sudah kami bantu atau layani. Tentu ini tidak luput dari kebaikan para donatur semua,” ujar Ahmad Juwaini selaku Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika.
Jumlah 22.142 penerima manfaat tersebut menggambarkan cakupan layanan yang tersebar dalam berbagai bentuk bantuan. Pemulihan wilayah terdampak gempa memang tidak berhenti pada distribusi bantuan awal. Setelah kebutuhan mendesak dipenuhi, warga tetap memerlukan dukungan untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak, sarana pendidikan yang dapat digunakan, dan ruang ibadah yang aman.
Target Hunian Sementara dan Perbaikan Fasilitas Publik
Untuk program berikutnya di NTT, Dompet Dhuafa menargetkan pembangunan 100 rumah hunian sementara atau rumtara. Organisasi kemanusiaan ini juga menyiapkan pembangunan kembali Masjid Ronting, perbaikan sekolah untuk mendukung layanan pendidikan di daerah yang terkena dampak, serta rencana pembenahan sejumlah fasilitas ibadah yang mengalami kerusakan akibat gempa.
“Kegiatan kami di NTT akan terus bergulir, sehingga kami masih terus mengajak masyarakat dan para donatur semua untuk terlibat. Mengingat untuk program kedepan kami akan menargetkan pembangunan 100 rumtara hingga pembangunan kembali Masjid Ronting. Selain itu kami juga berfokus pada perbaikan sekolah untuk menunjang layanan pendidikan di wilayah terdampak. Termasuk juga merencanakan perbaikan sejumlah fasilitas ibadah yang terdampak gempa,” kata Ahmad Juwaini.
Pembangunan hunian sementara menjadi langkah yang relevan bagi keluarga yang tempat tinggalnya terdampak. Kehadiran sekolah dan fasilitas ibadah yang kembali berfungsi juga dapat mendukung keberlanjutan aktivitas masyarakat. Anak-anak dapat memperoleh ruang belajar, sementara warga memiliki kembali sarana bersama yang penting dalam kehidupan sosial dan spiritual.
Dukungan Pemadaman Karhutla di Tujuh Provinsi
Selain respons gempa di NTT, Dompet Dhuafa juga terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Kegiatan ini dilakukan melalui sinergi dengan relawan, Basarnas, dan BNPD untuk membantu pemadaman titik api serta memenuhi kebutuhan masyarakat yang terkena dampaknya.
Hingga kini, sebanyak 621.000 liter air bersih telah didistribusikan. Dompet Dhuafa juga membagikan 1.000 masker, mengirimkan tim untuk membantu pemadaman, dan memberikan dukungan logistik. Layanan lanjutan berupa pos medis bergerak turut dihadirkan agar penyintas dapat memperoleh bantuan kesehatan secara cepat dan tepat.
Jangkauan pelayanan dalam respons karhutla berada di tujuh provinsi dan 16 kabupaten atau kota. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa penanganan kebakaran lahan tidak hanya berkaitan dengan upaya memadamkan api, tetapi juga dengan perlindungan kesehatan warga, akses terhadap air bersih, serta kebutuhan logistik bagi petugas maupun masyarakat di lokasi terdampak.
“Dalam upaya penanganan karhutla, selain yang sudah bergulir sejak awal, kami akan mengoperasikan 100 truk tangki untuk mensuplai air dalam pemadaman api di berbagai titik,” tambah Ahmad Juwaini.
Masker dan Pembersihan Abu Vulkanik
Respons kemanusiaan juga dilakukan setelah abu Gunung Krakatau menyelimuti sejumlah wilayah dengan lapisan yang cukup tebal. Di Lampung, Dompet Dhuafa Lampung membagikan 450 masker kepada pengguna jalan di sekitar Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung. Tim di lapangan juga membantu warga membersihkan abu vulkanik yang menumpuk di bangunan rumah.
Di Banten, Dompet Dhuafa Banten menyalurkan masker untuk para pedagang yang bekerja di luar ruangan serta masyarakat di Kecamatan Cinangka dan Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang. Pembagian masker juga dilakukan oleh Dompet Dhuafa Volunteer Banten di kawasan Pasar Lama, Kota Serang, dengan 600 masker diterima warga sekitar.
Masker dan kegiatan pembersihan menjadi bantuan praktis ketika abu vulkanik memengaruhi aktivitas warga. Dukungan seperti ini membantu masyarakat tetap menjalankan kegiatan penting sambil mengurangi paparan material abu di lingkungan mereka.
Beragam program tersebut menunjukkan perlunya respons yang menyesuaikan karakter tiap bencana. Gempa membutuhkan pemulihan hunian dan fasilitas sosial, karhutla memerlukan air, kesehatan, serta dukungan pemadaman, sedangkan hujan abu memerlukan perlindungan pernapasan dan pembersihan lingkungan. Keterlibatan donatur memungkinkan bantuan terus bergerak seiring kebutuhan penyintas di lapangan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Respons Bencana Donatur Dompet Dhuafa Salurkan?Respons Bencana Donatur Dompet Dhuafa Salurkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Respons Bencana Donatur Dompet Dhuafa Salurkan matter?Respons Bencana Donatur Dompet Dhuafa Salurkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.