KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Tembus ke Ende Hingga Sikka, Relawan BSMI Bantu Penyintas Gempa NTT

Published Agustus 21, 2026 · Updated Agustus 21, 2026 · By Jennifer Brown - kabarteras.com

Foto : Jennifer Brown - kabarteras.com

Tembus ke Ende Hingga Sikka: Relawan BSMI Bawa Bantuan Medis bagi Penyintas Gempa NTT

Kabarteras.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggalkan dampak panjang bagi ribuan warga di berbagai kabupaten. Di tengah situasi darurat tersebut, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Jawa Timur mengerahkan tim relawan kemanusiaan sejak 18 Agustus 2026. Misi ini mencakup layanan medis, pengobatan langsung, serta distribusi kebutuhan pokok bagi masyarakat yang terpaksa mengungsi. Tembus ke Ende Hingga Sikka menjadi jalur utama pergerakan tim, mengingat kedua kabupaten tersebut tercatat sebagai wilayah dengan konsentrasi pengungsi terbesar dan kebutuhan intervensi kemanusiaan yang paling mendesak.

Layanan Medis di Kabupaten Ende

Pada 19 Agustus, rombongan melanjutkan perjalanan kemanusiaan menuju Kabupaten Ende. Titik layanan ditempatkan di Pos Pengungsian Kelurahan Paopanda, Kecamatan Ende Selatan. Di lokasi itu, 45 penyintas gempa menerima pemeriksaan kesehatan dan penanganan medis secara langsung oleh tim relawan. Proses pemeriksaan dilakukan satu per satu agar setiap keluhan warga mendapat perhatian memadai.

Gejala yang paling sering dilaporkan oleh warga pengungsi meliputi sakit kepala, tekanan darah tinggi, serta keluhan rematik akibat cuaca dan kondisi pengungsian yang kurang ideal. Selain penanganan medis, tim juga menyerahkan paket sembako kepada 130 kepala keluarga (KK) yang bermukim di pos pengungsian tersebut. Distribusi ini bertujuan memastikan kebutuhan pangan harian tetap terpenuhi selama masa transisi pascagempa, ketika banyak warga belum dapat kembali ke rumah atau mencari nafkah secara normal.

Posko Kesehatan di Kabupaten Sikka

Sebagai bagian dari operasi Tembus ke Ende Hingga Sikka, tim terlebih dahulu membuka posko kesehatan di Kabupaten Sikka pada 18 Agustus. Kegiatan berlangsung di Pos Pengungsian Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, di mana para relawan memberikan penanganan medis langsung kepada warga yang membutuhkan tanpa harus menempuh jarak jauh ke fasilitas kesehatan tetap.

Total 82 pasien tercatat menerima layanan kesehatan dan pengobatan selama kegiatan berlangsung di Sikka. Keluhan medis yang paling dominan antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sakit kepala, diare, dan gatal-gatal. Kondisi ini umum terjadi di area pengungsian karena kepadatan penduduk, keterbatasan sanitasi, serta paparan cuaca terbuka yang berkepanjangan. Tim memberikan obat dan edukasi sederhana agar warga dapat mencegah penyebaran infeksi di lingkungan pengungsian.

Komposisi Tim dan Pesan Koordinator

Tim yang diterjunkan terdiri atas Abdul Wahid Alfin, S.Farm, Apt. sebagai koordinator, dr. Ferry Eko Santoso, Nuzulul Zulkarnain Haq, S.Kep., Ns, serta Slamet Hariyadi. Mereka bergerak lintas lokasi terdampak di dua kabupaten sekaligus dalam satu operasi terpadu yang terkoordinasi sejak keberangkatan hingga kembali ke basis.

"Kami terus bergerak mendatangi lokasi pengungsian untuk memberikan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan. Selain layanan kesehatan dan pengobatan, kami juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak," ujar Abdul Wahid, Koordinator Tim BSMI Jawa Timur untuk Gempa NTT.

Abdul Wahid menegaskan bahwa kehadiran tim merupakan wujud kepedulian nyata terhadap masyarakat yang masih berjuang menghadapi sisa dampak gempa, terutama mereka yang terpaksa tinggal di area pengungsian tanpa akses memadai terhadap layanan kesehatan maupun pangan. Ia menambahkan bahwa operasi akan dilanjutkan ke titik-titik pengungsian lain selama kondisi lapangan masih menuntut intervensi langsung.

FAQ: Informasi Praktis bagi Masyarakat Terdampak

Bagaimana cara menghubungi tim relawan BSMI di wilayah NTT? Warga yang membutuhkan bantuan medis atau sembako dapat menghubungi posko pengungsian terdekat atau melapor melalui jalur koordinasi BSMI Jawa Timur. Tim beroperasi secara mobile dan berpindah antar lokasi pengungsian sesuai kebutuhan lapangan, sehingga waktu dan tempat layanan dapat berubah sewaktu-waktu.

Apakah layanan kesehatan di posko pengungsian berbayar? Tidak. Seluruh layanan pemeriksaan, pengobatan, dan distribusi sembako yang diberikan oleh tim relawan BSMI bersifat gratis dan terbuka bagi seluruh penyintas tanpa memandang latar belakang atau status kependudukan.

Berapa lama operasi kemanusiaan ini akan berlangsung? Operasi disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan penyintas. Tim akan terus bergerak ke lokasi-lokasi pengungsian selama dampak gempa

Related Reading