KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Xi Jinping: Isu Palestina Inti Persoalan di Timur Tengah

Published September 14, 2026 · Updated September 14, 2026 · By Linda Wilson - kabarteras.com

Foto : Linda Wilson - kabarteras.com

Xi Jinping Tekankan Palestina sebagai Kunci Perdamaian Timur Tengah

Kabarteras.com – Presiden China Xi Jinping menempatkan penyelesaian persoalan Palestina sebagai unsur utama dalam pencarian perdamaian yang berkelanjutan di Timur Tengah. Pesan itu disampaikan Xi saat berbicara di sesi pertama Konferensi Tingkat Tinggi BRICS ke-18 di New Delhi, Sabtu, 12 September 2026.

Di hadapan para pemimpin negara anggota BRICS, Xi menggarisbawahi bahwa stabilitas kawasan tidak dapat dicapai hanya melalui penghentian pertempuran sementara. Ia menilai konflik berkepanjangan telah membawa dampak berat bagi masyarakat di Timur Tengah maupun kawasan Teluk, sekaligus bertentangan dengan kepentingan bersama dunia internasional.

“Masalah Palestina selalu menjadi inti dari persoalan Timur Tengah.”

Pernyataan tersebut menunjukkan pandangan Beijing bahwa krisis Palestina-Israel tidak dapat dipisahkan dari berbagai ketegangan politik, keamanan, dan kemanusiaan yang terus membayangi kawasan. Bagi Xi, penyelesaian isu ini merupakan landasan penting untuk membangun hubungan yang lebih stabil antara negara-negara Timur Tengah.

Solusi Dua Negara Kembali Ditekankan

Xi kembali menyerukan penerapan solusi dua negara sebagai jalan mendasar untuk mengakhiri konflik. Dalam kerangka itu, Palestina dan Israel diharapkan dapat hidup berdampingan secara damai melalui penyelesaian politik yang dapat diterima semua pihak terkait.

“Jalan keluar mendasar adalah mengimplementasikan solusi dua negara dan mewujudkan koeksistensi damai antara Palestina dan Israel.”

Gagasan solusi dua negara selama bertahun-tahun menjadi salah satu kerangka diplomatik yang paling sering dibicarakan dalam upaya penyelesaian konflik Palestina-Israel. Prinsip utamanya adalah terciptanya dua entitas yang dapat hidup aman dan damai. Namun, penerapannya terus menghadapi hambatan karena konflik, ketidakpercayaan, serta perbedaan kepentingan politik yang mendalam.

Xi menilai jalur politik harus tetap diprioritaskan. Seruan ini datang ketika perkembangan di Timur Tengah dan Teluk masih berubah cepat, sementara dampak perang dirasakan luas oleh penduduk di negara-negara kawasan. Ketidakstabilan yang berkepanjangan bukan hanya mempersulit kehidupan masyarakat sipil, tetapi juga memperbesar tantangan diplomasi regional.

Desakan untuk Gencatan Senjata Menyeluruh

Dalam pidatonya, Xi juga mengingatkan pentingnya menghentikan eskalasi militer. Ia merujuk pada proposal empat poin yang pernah diajukannya untuk mendukung perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. Pokok arahannya mencakup penurunan ketegangan, penghentian pertempuran, dan penguatan langkah-langkah menuju perdamaian.

“Proposal empat poin saya ditujukan untuk menyerukan peredaan ketegangan, penghentian pertempuran, dan pemajuan perdamaian.”

Ia meminta seluruh pihak yang terlibat untuk berpegang pada penyelesaian melalui politik dan diplomasi. Targetnya bukan sekadar jeda konflik, melainkan gencatan senjata yang permanen serta menyeluruh. Penekanan ini menandai perbedaan antara penghentian kekerasan dalam jangka pendek dan proses perdamaian yang sanggup bertahan dalam jangka panjang.

“Pihak-pihak terkait harus tetap berkomitmen pada penyelesaian politik dan bekerja menuju pencapaian gencatan senjata yang permanen dan menyeluruh.”

Bagi masyarakat kawasan, penghentian pertempuran memiliki arti yang jauh melampaui aspek diplomatik. Kondisi aman diperlukan agar kehidupan sipil dapat pulih, akses bantuan kemanusiaan dapat berjalan, dan ruang dialog dapat dibuka kembali. Tanpa peredaan situasi, pembicaraan mengenai penyelesaian politik akan terus menghadapi tekanan besar.

Mengatasi Sumber Ketidakstabilan

Xi juga mengingatkan bahwa perdamaian tidak akan kokoh bila diplomasi hanya berfokus pada menghentikan pertempuran untuk sementara waktu. Ia mendorong penanganan terhadap faktor-faktor mendasar yang memicu ketegangan serta perlunya membangun kembali kepercayaan di antara negara-negara kawasan.

“Penting untuk menyelesaikan akar penyebab, membangun kembali rasa saling percaya antarnegara kawasan, dan membangun arsitektur keamanan baru.”

Pandangan itu menempatkan keamanan regional sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penyelesaian konflik Palestina. Rasa saling percaya antarnegara menjadi penting karena perang dan ketegangan dapat memicu kekhawatiran lintas batas, memperdalam perpecahan, serta menghambat kerja sama yang diperlukan untuk menjaga stabilitas.

Seruan Xi di forum BRICS memperlihatkan perhatian China terhadap arah perdamaian di Timur Tengah. Dengan menekankan solusi dua negara, gencatan senjata menyeluruh, dan pembenahan akar persoalan, ia mendorong pendekatan yang tidak berhenti pada pengelolaan krisis, melainkan berupaya membangun dasar keamanan yang lebih tahan lama.

Perdamaian di Timur Tengah tetap memerlukan komitmen politik dari pihak-pihak yang berkepentingan. Dalam konteks itu, isu Palestina kembali dipandang sebagai ujian utama bagi diplomasi internasional: apakah upaya bersama mampu bergerak dari penghentian konflik menuju kehidupan berdampingan yang aman dan damai.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Xi Jinping?

Xi Jinping is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Xi Jinping matter?

Xi Jinping matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.