KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bawaslu Serang Cetak Kader Pengawas Gen Z untuk Kawal Pemilu 2029

Published Agustus 9, 2026 · Updated Agustus 9, 2026 · By Betty Thomas - kabarteras.com

Foto : Betty Thomas - kabarteras.com

Bawaslu Serang Cetak Kader Pengawas Gen Z untuk Pemilu 2029

Program P2P: Langkah Strategis Menggerakkan Generasi Muda

Kabarteras.com – Dalam upaya mempersiapkan pengawasan pemilu yang lebih berkualitas, Bawaslu Serang Cetak Kader Pengawas generasi Z melalui Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). Dengan mengusung tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat", inisiatif ini telah berhasil menarik minat 25 peserta dari berbagai latar belakang. Sebagian besar peserta merupakan generasi muda yang memiliki semangat tinggi untuk terlibat aktif dalam proses demokrasi Indonesia.

Program ini merupakan bagian dari komitmen kuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam melibatkan penerus bangsa secara langsung dalam mekanisme pengawasan pemilu. Melalui pendekatan yang lebih partisipatif, Bawaslu berharap dapat membangun ekosistem pengawasan yang lebih inklusif dan responsif terhadap dinamika masyarakat modern.

Sebelum mengikuti sesi tatap muka, para peserta telah menyelesaikan tahapan pembelajaran mandiri melalui platform e-learning berbasis audio-visual. Selain itu, mereka juga ditugaskan menyusun catatan kritis mengenai berbagai permasalahan yang sering muncul dalam penyelenggaraan pemilu, mulai dari politik uang hingga pelanggaran netralitas aparatur negara.

Peran Kritis Generasi Z dalam Pengawasan Pemilu

Ketua Bawaslu Kabupaten Serang, Furqon, menekankan pentingnya mendorong partisipasi masyarakat sejak dini untuk menjadi kader pengawas. Ia menjelaskan bahwa terwujudnya pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa, bukan hanya tugas penyelenggara semata.

"Program P2P ini digelar untuk mendorong peningkatan pengawasan bagi Pemilu 2029, memperluas jangkauan dengan melibatkan masyarakat, dan menumbuhkan kesadaran kolektif guna memastikan pemilu yang jujur dan adil," ujar Furqon di Serang, Sabtu.

Furqon juga menambahkan bahwa generasi Z memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam pengawasan pemilu. Dengan karakteristik yang melek teknologi dan kritis terhadap isu-isu sosial, mereka diharapkan dapat membawa perspektif baru dalam mengawal proses demokrasi Indonesia.

Harapan dan Target Program Pendidikan Pengawas

Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Banten, Ajat Munajat, menegaskan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tugas penyelenggara semata. Ia menyatakan bahwa proses demokrasi membutuhkan keterlibatan aktif dari kelompok sipil, termasuk generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa.

"Melalui pendidikan pengawas partisipatif ini, kami berharap lahir kader pengawas yang mampu berkontribusi aktif dalam mengawal proses demokrasi di masing-masing daerahnya," ujar Ajat.

Ajat menambahkan bahwa output dari program pelatihan ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial. Ia mendorong adanya aksi nyata dari para peserta dalam menyuarakan isu-isu krusial pencegahan pelanggaran pemilu di tengah masyarakat. Program ini juga bertujuan untuk membangun jaringan pengawas yang solid dan berkelanjutan.

"Harapan kami, para alumni dapat membentuk komunitas, memanfaatkan media sosial, serta aktif menyuarakan isu-isu pencegahan, seperti kampanye anti politik uang dan pentingnya netralitas ASN, TNI, maupun Polri," tegasnya.

Dampak Jangka Panjang bagi Pemilu 2029

Program Bawaslu Serang Cetak Kader Pengawas ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas pengawasan pemilu di Indonesia. Dengan memiliki kader pengawas yang terlatih dan aktif, proses demokrasi dapat berjalan lebih transparan dan akuntabel.

Para peserta yang telah mengikuti program ini akan terus dilibatkan dalam berbagai kegiatan pengawasan, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Mereka juga diharapkan dapat menjadi duta demokrasi yang aktif menyosialisasikan pentingnya pemilu yang bersih dan adil kepada masyarakat sekitar.

Ke depan, Bawaslu Serang berencana untuk mengembangkan program serupa secara lebih masif. Dengan melibatkan lebih banyak generasi Z, diharapkan dapat tercipta generasi pengawas yang tidak hanya memahami regulasi pemilu, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan media sosial.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program P2P Bawaslu Serang

Apa itu Program P2P Bawaslu Serang? Program P2P (Pendidikan Pengawas Partisipatif) adalah inisiatif Bawaslu Serang untuk mencetak kader pengawas generasi Z yang akan mengawal Pemilu 2029.

Berapa jumlah peserta yang mengikuti program ini? Program ini diikuti oleh 25 peserta yang sebagian besar merupakan generasi muda dari berbagai latar belakang.

Bagaimana cara peserta mengikuti program P2P? Peserta mengikuti pembelajaran mandiri melalui platform e-learning, kemudian melanjutkan dengan sesi tatap muka dan menyusun catatan kritis mengenai permasalahan pemilu.

Apa harapan Bawaslu dari program ini? Bawaslu berharap program ini menghasilkan kader pengawas yang aktif, mampu membentuk komunitas, dan menyuarakan isu-isu pencegahan pelanggaran pemilu.

Kapan program ini akan diterapkan untuk Pemilu 2029? Program ini merupakan persiapan jangka panjang untuk Pemilu 2029, dengan peserta akan terus dilibatkan dalam berbagai kegiatan pengawasan hingga hari-H pemilu.

Related Reading