KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Pecahkan Rekor MURI dengan 867 Ancak

Published Agustus 23, 2026 · Updated Agustus 23, 2026 · By Sarah Jones - kabarteras.com

Foto : Sarah Jones - kabarteras.com

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Pecahkan Rekor MURI dengan 867 Ancak

Kabarteras.com – Alun-Alun Kabupaten Jember, Jawa Timur, kembali menjadi saksi sejarah budaya pada Sabtu sore ketika Kirab Ancak Agung Jember Kembali digelar dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebanyak 867 ancak agung diarakkan menyusuri rute dari Jalan Gajahmada menuju pusat kota, melampaui rekor sebelumnya yang juga dipegang Jember dengan angka 449 ancak. Peristiwa ini sekaligus menandai pencapaian baru bagi Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) di bidang pelestarian tradisi lokal.

"Tahun ini sebanyak 867 ancak, sehingga menjadi yang terbanyak," ungkap Ari Andriani, Senior Representative MURI, saat menyaksikan langsung prosesi di lokasi acara.

Dua Rekor dalam Satu Hari: Namun dan Menara Suwar-Suwir

Pencapaian Jember tidak terbatas pada jumlah ancak saja. Pada hari yang sama, tim MURI juga mencatatkan rekor kedua melalui susunan gunungan suwar-suwir, camilan tradisional khas masyarakat Jember. Total 1.600 bungkus suwar-suwir ditata membentuk menara setinggi 3,7 meter, sebuah formasi yang memerlukan koordinasi ratusan orang dan waktu persiapan berjam-jam. Kedua rekor tersebut menegaskan posisi Jember sebagai salah satu pusat pelestarian budaya Jawa Timur yang paling aktif.

Prosesi arak-arakan ancak sendiri merupakan tradisi turun-temurun yang melambangkan syukur atas hasil bumi. Setiap ancak berisi aneka bahan pangan—beras, sayur, buah, hingga lauk—yang setelah didokumentasikan oleh tim MURI langsung diperebutkan warga. Ratusan masyarakat yang sejak siang memadati Alun-Alun Jember berbondong-bondong mengambil ancak, sehingga seluruh hasil bumi habis dibagikan dalam hitungan menit.

Peringatan Ganda dan Pesan Persatuan dari Bupati

Kegiatan tahun ini mengusung tema "Melestarikan Tradisi, Menguatkan Ukhuwah, Mengangkat Marwah Jember" dan diselenggarakan untuk memperingati dua momentum sekaligus: Maulid Nabi Muhammad SAW serta Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bupati Jember Muhammad Fawait memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerukan solidaritas lintas elemen masyarakat.

"Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT Kemerdekaan RI sama-sama membawa pesan penting tentang persaudaraan, kecintaan terhadap tanah air, serta kepedulian terhadap sesama," tegas Fawait di hadapan ribuan peserta.

Di tengah keramaian, Fawait tampak mengenakan syal bermotif bendera Indonesia dan Palestina, sebuah gestur solidaritas terhadap perjuangan kemanusiaan rakyat Palestina. Ia menambahkan bahwa sikap tersebut sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan kemerdekaan sebagai hak segala bangsa.

Partisipasi dalam acara ini melibatkan 867 peserta namun dari berbagai unsur: organisasi perangkat daerah (OPD), puskesmas, kelurahan, desa, sekolah, hingga lembaga kemasyarakatan. Keragaman tersebut mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi inti dari setiap penyelenggaraan Kirab Ancak Agung Jember Kembali dari tahun ke tahun.

FAQ: Hal yang Perlu Diketahui

Apakah Kirab Ancak Agung Jember Kembali hanya berlangsung satu kali?

Bukan. Acara ini merupakan tradisi tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Jember, biasanya bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi dan HUT RI. Setiap tahun jumlah ancak dan skala kegiatan dapat berbeda, dan rekor MURI yang dipecahkan tahun ini (867 ancak) merupakan yang tertinggi sejauh ini.

Siapa saja yang boleh mengikuti prosesi arak-arakan namun?

Peserta namun berasal dari OPD, puskesmas, kelurahan, desa, sekolah, dan lembaga kemasyarakatan setempat. Warga umum tidak diizinkan membawa namun, tetapi dipersilakan menyaksikan dan mengambil hasil bumi setelah prosesi selesai di Alun-Alun.

Di mana dan kapan acara ini berlangsung?

Rute arak-arakan dimulai dari Jalan Gajahmada dan berakhir di Alun-Alun Kabupaten Jember. Pada penyelenggaraan terakhir, acara digelar pada Sabtu sore. Jadwal spesifik setiap tahun diumumkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember menjelang peringatan Maulid dan HUT RI.

Related Reading