KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kodam XIII/Merdeka Seleksi 120 Calon Bintara TNI AD, Kedepankan Objektivitas

Published Agustus 25, 2026 · Updated Agustus 25, 2026 · By Sarah Jones - kabarteras.com

Foto : Sarah Jones - kabarteras.com

Kodam XIII Merdeka Seleksi 120 Calon Bintara TNI AD

Kabarteras.com – Kodam XIII Merdeka Seleksi 120 Calon bintara prajurit karier TNI Angkatan Darat gelombang III tahun anggaran 2026 resmi memasuki tahapan pemantauan dan pemilihan akhir (pantukhir) di Manado, Sulawesi Utara, pada hari Senin. Komando Daerah Militer XIII/Merdeka bertindak sebagai penyelenggara utama dan menegaskan bahwa seluruh rangkaian penilaian mengedepankan tiga prinsip tak terpisahkan: objektivitas, transparansi, serta profesionalisme. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen institusional untuk memastikan bahwa setiap keputusan kelulusan berlandaskan data, bukan subjektivitas.

Pangdam XIII/Merdeka Pimpin Langsung Tahap Penentu Rekrutmen

Mayjen TNI Mirza Agus, Panglima Kodam XIII/Merdeka, hadir di lokasi untuk memimpin langsung jalannya seleksi pantukhir. Kehadiran pimpinan tertinggi di tingkat daerah tersebut menjadi sinyal bahwa tahap ini diperlakukan sebagai gerbang krusial bagi peserta yang akan melangkah ke jenjang pendidikan militer formal.

"Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses seleksi penerimaan prajurit TNI AD untuk menentukan calon-calon terbaik yang nantinya akan mengikuti pendidikan," ujar Mayjen Mirza Agus di hadapan peserta dan panitia.

Sebelum menutup arahannya, Pangdam menyampaikan pesan tertulis dari Asisten Personalia Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Mayjen TNI I Wayan Suarjana. Pesan itu menyoroti konteks strategis: TNI AD kini memasuki tahun kedua pembentukan satuan teritorial pembangunan tahap VI, sehingga pemenuhan kebutuhan personel tidak lagi bisa ditunda dan harus ditempuh melalui mekanisme rekrutmen berstandar tinggi. Pangdam menambahkan bahwa sistem rekrutmen prajurit terus ditingkatkan melalui digitalisasi dan transparansi agar setiap tahapan dapat diaudit secara terbuka.

"Staf personalia TNI AD terus meningkatkan sistem rekrutmen prajurit melalui digitalisasi dan transparansi," kutip Pangdam dari amanat tersebut.

Digitalisasi dan Pengujian Psikologi Jamin Akuntabilitas Proses

Untuk menjamin keterlacakan setiap keputusan penilaian, seluruh rangkaian pemeriksaan—mulai dari verifikasi administrasi, pemeriksaan kesehatan, uji kebugaran jasmani, hingga penelitian personel—diunggah secara langsung ke server Panitia Pusat (Panpus). Tidak ada data yang disimpan secara terpisah atau di luar sistem terpusat. Pada dimensi psikologi, tim penguji menerapkan sistem Computer Assisted Test (CAT) bagi seluruh peserta tanpa pengecualian, sehingga skor psikotes terstandarisasi dan bebas dari intervensi manual.

Asisten Personalia Kasad menegaskan bahwa penetapan kelulusan harus bersumber murni dari akumulasi data seleksi yang komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Kemampuan fisik serta akademik semata tidak lagi menjadi satu-satunya penentu; dimensi mental, karakter, dan loyalitas turut menjadi sorotan utama dalam bobot penilaian akhir.

"Selain memiliki kemampuan fisik dan akademik, calon yang dipilih harus mempunyai karakter tangguh serta loyalitas yang kuat," tegas Pangdam menutup sesi pengarahan.

Harapan: Prajurit Berkualitas, Berintegritas, dan Siap Mengabdi

Menutup kegiatan pantukhir, Mayjen TNI Mirza Agus menyampaikan harapan agar proses seleksi Kodam XIII Merdeka Seleksi 120 Calon bintara ini menghasilkan Bintara PK TNI AD yang unggul secara profesional sekaligus berintegritas, berkarakter tangguh, dan berloyalitas tinggi terhadap institusi. Tujuan akhirnya adalah memastikan para prajurit terpilih mampu menjawab kebutuhan organisasi TNI AD di tahun kedua pembangunan satuan teritorial tahap VI, serta siap menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara tanpa kompromi.

FAQ: Informasi Praktis tentang Seleksi Pantukhir

Apa itu pantukhir dan mengapa tahap ini dianggap paling menentukan? Pantukhir (pemantauan dan pemilihan akhir) adalah tahap terakhir sebelum peserta dinyatakan lulus atau tidak. Pada tahap ini seluruh data dari verifikasi administrasi, kesehatan, kebugaran, psikologi, dan penelitian personel diintegrasikan untuk menghasilkan keputusan final. Karena bersifat akumulatif, satu kelemahan di tahap sebelumnya tidak dapat dikompensasi di pantukhir.

Bagaimana Kodam XIII/Merdeka menjamin objektivitas penilaian? Seluruh hasil pemeriksaan diunggah langsung ke server Panitia Pusat sehingga tidak ada ruang manipulasi data. Pengujian psikologi menggunakan sistem CAT yang terstandarisasi. Keputusan kelulusan didasarkan pada akumulasi skor komprehensif, bukan penilaian tunggal satu penguji.

Apakah peserta yang tidak lulus di gelombang III masih memiliki kesempatan? TNI AD membuka beberapa gelombang penerimaan per tahun anggaran. Peserta yang belum lolos dapat mendaftar kembali pada gelombang berikutnya sesuai ketentuan yang diumumkan oleh Panitia Pusat dan komando daerah terkait.

Related Reading