KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Berdoa untuk Keselamatan Bangsa di Tengah Krisis Global

Published Agustus 10, 2026 · Updated Agustus 10, 2026 · By Linda Wilson - kabarteras.com

Foto : Linda Wilson - kabarteras.com

Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Berdoa di Tengah Krisis

Kabarteras.com – Masjid Istiqlal kembali menjadi pusat spiritual bagi umat Islam Indonesia dalam tradisi tahunan mendoakan keselamatan bangsa. Dalam kesempatan istimewa tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya doa sebagai benteng spiritual di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Kehadiran beliau di masjid megah ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap peran agama dalam menyelesaikan masalah kenegaraan.

Di hadapan ratusan jamaah yang memadati halaman dan dalam masjid, Menag menegaskan bahwa momen saat ini menuntut kita untuk lebih giat berdoa secara berjamaah. Ia menjelaskan bahwa tradisi ini harus terus dilestarikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan bangsa. Doa bersama bukan sekadar ritual, melainkan kekuatan yang mampu mengubah keadaan dan memberikan harapan baru bagi seluruh rakyat Indonesia.

Untuk senantiasa dan selalu melakukan doa keselamatan bangsa. Apalagi saat seperti sekarang ini, kita sangat memerlukan doa berjamaah untuk keselamatan bangsa kita.

Capaian Ekonomi Indonesia di Tengah Krisis Global

Nasaruddin Umar juga mengajak masyarakat untuk bersyukur atas kondisi Indonesia yang mampu bertahan menghadapi tekanan ekonomi internasional. Ia mengemukakan beberapa data penting yang menunjukkan prestasi membanggakan negara ini di tengah ketidakpastian dunia. Pencapaian ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang kuat dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan.

Menurut Menag, tingkat inflasi Indonesia saat ini berada pada kisaran satu hingga dua persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi nasional telah mencapai angka lima koma dua persen. Pencapaian ini bahkan melampaui banyak negara-negara Muslim lainnya yang masih berjuang dengan pertumbuhan ekonomi di bawah lima persen. Data ini menunjukkan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Inilah data-data internasional, tidak bisa dibantah. Banyak lagi prestasi yang dicapai oleh bangsa kita yang wajib hukumnya untuk kita syukuri.

Prestasi tersebut menurut Menag bukan sekadar angka statistik, melainkan sesuatu yang harus disyukuri dan dijaga melalui persatuan serta ikhtiar bersama seluruh elemen masyarakat. Pemerintah terus berupaya memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya di kota-kota besar.

Syukur yang Diwujudkan dalam Aksi Nyata

Imam Besar Masjid Istiqlal ini mengingatkan bahwa ungkapan syukur tidak boleh hanya berhenti pada ucapan lisan semata. Syukur sejati harus ditunjukkan melalui upaya nyata yang memberikan manfaat bagi sesama manusia. Masjid Istiqlal menjadi contoh nyata bagaimana institusi keagamaan dapat berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat.

Prinsip inilah yang menjadi fondasi pengembangan berbagai layanan sosial di Masjid Istiqlal. Nasaruddin Umar sedang mendorong agar masjid terbesar di Indonesia ini menjadi model yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan dan pelayanan masyarakat secara menyeluruh. Berbagai program ini telah menunjukkan hasil yang positif bagi masyarakat sekitar.

Berbagai fasilitas dan program gratis terus dikembangkan untuk dimanfaatkan masyarakat luas. Beberapa layanan tersebut meliputi penyediaan makan siang bagi jamaah, penginapan, kursus bahasa asing, layanan kesehatan, konsultasi keagamaan dan keluarga, serta pelatihan keterampilan ekonomi. [Lihat lebih lanjut tentang program Masjid Istiqlal](https://news.republika.co.id/berita/tjiilj4530000/menag-nasaruddin-umar-ajak-umat-berdoa-untuk-keselamatan-bangsa-di-tengah-krisis-global).

Jatma Aswaja: Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB Jatma Aswaja, Helmy Faishal Zaini, menyampaikan perkembangan terbaru dari organisasinya yang baru berusia dua tahun. Helmy menjelaskan bahwa sejumlah upaya konkret telah dilakukan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Program ini melibatkan berbagai pihak dari sektor pertanian, pemerintah, dan masyarakat sipil.

Jatma Aswaja telah menanam padi dan tebu di lahan seluas sepuluh ribu hektare. Program pertanian ini melibatkan petani warga Jatma Aswaja serta para pemangku kepentingan dari berbagai wilayah di Indonesia. [Informasi lebih lengkap tentang Jatma Aswaja](https://news.republika.co.id/berita/tjiilj4530000/menag-nasaruddin-umar-ajak-umat-berdoa-untuk-keselamatan-bangsa-di-tengah-krisis-global).

Kita harapkan kehadiran Jatma Aswaja memantulkan energi untuk melakukan pemberdayaan, sehingga kita bukan hanya maju secara spiritual, tetapi juga pokok secara ekonomi dan tentunya kita berdaya menjadi masyarakat yang lebih sejahtera.

Visi Helmy adalah menciptakan keseimbangan antara kemajuan spiritual dan kekuatan ekonomi, sehingga masyarakat Indonesia dapat menjadi lebih sejahtera dan mandiri secara menyeluruh. Kolaborasi antara sektor agama dan ekonomi ini menjadi kunci keberhasilan pembangunan nasional.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Doa Keselamatan Bangsa

Apa tujuan utama doa keselamatan bangsa di Masjid Istiqlal? Doa keselamatan bangsa bertujuan untuk memohon perlindungan dan keberkahan bagi Indonesia di tengah berbagai tantangan global, termasuk krisis ekonomi dan geopolitik.

Berapa kali tradisi ini dilaksanakan setiap tahun? Tradisi doa keselamatan bangsa di Masjid Istiqlal dilaksanakan secara tahunan sebagai bentuk konsistensi umat Islam dalam menjaga ketahanan spiritual bangsa.

Apa saja program pemberdayaan yang dikembangkan Masjid Istiqlal? Program meliputi penyediaan makan siang gratis, penginapan, kursus bahasa, layanan kesehatan, konsultasi keagamaan, dan pelatihan keterampilan ekonomi untuk masyarakat.

Bagaimana kontribusi Jatma Aswaja terhadap ketahanan pangan? Jatma Aswaja telah menanam padi dan tebu di lahan seluas sepuluh ribu hektare, melibatkan petani dari berbagai wilayah untuk meningkatkan produksi pangan nasional.

Related Reading