KabarTeras
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Mentan Amran Turun Langsung ke Alor, Percepat Intervensi Pertanian untuk Tekan Kemiskinan

Published Agustus 9, 2026 · Updated Agustus 9, 2026 · By Matthew Miller - kabarteras.com

Foto : Matthew Miller - kabarteras.com

Mentan Amran Turun Langsung ke Alor Percepat Intervensi Pertanian

Kabarteras.com – Kemiskinan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, masih menjadi salah satu tantangan serius yang perlu segera diatasi. Untuk merespons hal tersebut, Mentan Amran Turun Langsung ke Alor guna mempercepat berbagai intervensi sektor pertanian, baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Langkah strategis ini diambil setelah adanya aspirasi dari masyarakat setempat, khususnya dari kalangan mahasiswa yang menyoroti kondisi pertanian di daerah tersebut.

Kunjungan Menteri Pertanian ini merupakan respons nyata terhadap aspirasi Adriano Padama, seorang mahasiswa asal Alor. Sebelumnya, pada Kamis (6/8), Adriano menyampaikan kondisi daerahnya saat mengikuti kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang. Ia menyoroti berbagai masalah, mulai dari distribusi dan harga beras hingga kebutuhan dukungan pemerintah untuk memajukan pertanian lokal. Melalui langkah ini, Mentan Amran Turun Langsung ke Alor menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendengarkan suara masyarakat.

Atas dasar itu, Mentan tidak hanya memberikan tanggapan dari Jakarta, tetapi juga memutuskan untuk melihat langsung situasi di lapangan. Bahkan, ia rela membatalkan agenda rapat pimpinan yang seharusnya berlangsung di ibukota. Keputusan ini mencerminkan urgensi penanganan masalah pertanian dan kemiskinan di Alor.

“Kami langsung turun. Kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta dan langsung terbang ke Alor. Kami sudah lihat, semua permintaan kami penuhi di bawah naungan Kementerian Pertanian,” tegas Amran.

Menurut Amran, langkah Adriano menjadi pengingat penting bagi pemerintah. Ia menilai bahwa mahasiswa mampu membaca denyut nadi masyarakat dan mengetahui kebutuhan riil rakyat. Mentan Amran Turun Langsung ke Alor bukan sekadar kunjungan formal, melainkan upaya konkret untuk memastikan program pertanian tepat sasaran.

“Dia membawa aspirasi rakyat, bukan kepentingan pribadi. Saya bangga dengan Adriano, ini putra terbaik NTT. Aspirasi seperti ini harus kita kawal karena mereka membaca denyut nadi masyarakat, mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan rakyat,” ujarnya.

Intervensi Ganda untuk Penurunan Kemiskinan

Setelah tiba di Alor, Mentan segera meninjau beberapa lokasi dan berdialog dengan pemerintah daerah serta warga. Dari hasil peninjauan, ia menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan menjadi prioritas utama program Kementerian Pertanian di wilayah tersebut. Strategi yang disiapkan berjalan secara paralel untuk memastikan hasil yang optimal.

Pada tahap awal, fokus diberikan pada pemenuhan kebutuhan pangan. Sementara itu, untuk masa depan, pengembangan komoditas perkebunan diharapkan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Mentan Amran Turun Langsung ke Alor juga memastikan bahwa setiap program yang dijalankan memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Beras kita amankan, benih kita berikan, alsintan (alat dan mesin pertanian) dan pompa kita siapkan. Setelah itu kita bangun tanaman jangka panjang seperti kelapa, kakao, dan mete,” kata Amran.

Dalam hal ketahanan pangan, Mentan memastikan ketersediaan beras di Alor harus stabil dengan harga yang terjangkau. Ia meminta Bulog untuk menjaga stok dan melakukan operasi pasar bila diperlukan. Harga beras di Alor ditargetkan setara dengan Jakarta, yakni sekitar Rp13 ribu per kilogram. Amran juga mengingatkan agar tidak ada lagi masyarakat yang membeli beras dengan harga Rp25 ribu hingga Rp30 ribu.

Selain beras, Kementerian Pertanian menyiapkan benih padi dan jagung, alsintan, serta pompa untuk mendukung lahan yang memiliki sumber air. Dalam kunjungan ini, Mentan juga menambah sejumlah dukungan alsintan dan pompa berdasarkan kebutuhan yang disampaikan pemerintah daerah dan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa Mentan Amran Turun Langsung ke Alor membawa paket lengkap untuk mendukung sektor pertanian lokal.

Untuk jangka panjang, Amran mendorong pengembangan komoditas yang sesuai dengan kondisi agroklimat Alor, terutama kelapa, kakao, dan jambu mete. Ia menargetkan minimal 10 ribu hektare lahan ditanami komoditas tersebut. Target ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan petani setempat.

“Kita targetkan tanaman minimal 10 ribu hektare di Alor. Kalau satu hektare dikelola satu keluarga, berarti ada 10 ribu keluarga yang mendapat sumber penghasilan. Kalau satu keluarga empat orang, sekitar 40 ribu orang bisa merasakan manfaatnya. Karena itu, kita harus kerja sungguh-sungguh agar kemiskinan di Alor bisa ditekan,” ujar Amran.

FAQ: Pertanyaan Seputar Kunjungan Mentan ke Alor

Apa tujuan utama Mentan Amran Turun Langsung ke Alor? Tujuan utamanya adalah mempercepat intervensi pertanian untuk menekan angka kemiskinan di Alor melalui program jangka pendek dan jangka panjang.

Berapa target lahan untuk tanaman jangka panjang di Alor? Target minimal 10 ribu hektare lahan akan ditanami komoditas seperti kelapa, kakao, dan jambu mete.

Apakah harga beras di Alor akan disesuaikan dengan Jakarta? Ya, harga beras di Alor ditargetkan setara dengan Jakarta, yakni sekitar Rp13 ribu per kilogram melalui operasi pasar oleh Bulog.

Siapa yang menginisiasi kunjungan Mentan ke Alor? Inisiatif ini datang dari Adriano Padama, mahasiswa asal Alor yang menyampaikan aspirasi masyarakat saat kuliah umum di Undip Semarang.

Related Reading